[RALAT] SYLPHY

[RALAT] SYLPHY
Kerja Sama Dengan Toko Milk Tea


__ADS_3

Ia sudah duduk begitu lama di kursi taman sambil memakan permen kapas namun Mozun tak kunjung kembali untuk menemuinya. Ia merasa sedikit khawatir jadi langsung pergi mencarinya. Bersakukan pistol yang diam-diam di taruh saku celana untuk jaga-jaga kalau ada ancaman nantinya.


Semua kekhawatirannya menghilang melihat ternyata Mozun masih membantu nenek tua menyebrang jalan, segera ia datang menghampiri Mozun setelah menyebrang.


"Mozun apakah kamu sudah mendapatkan informasi yang saya inginkan?" Tanyanya setelah menghampiri Mozun.


"Ahh Nona saya sudah mendapatkannya, toko Milk Tea itu berada di dekat lampu merah itu dan kebetulan sekarang pemilik tokonya ada di situ berjualan." Jelas Mozun sambil menunjuk toko dekat lampu merah.


"Wahh kalau gitu langsung saja ke sana, dan ini permen kapas untukmu." Menyodorkan permen kapas yang di beli olehnya tadi.


"Ah kenapa nona repot-repot memberikanku permen kapas?" Tanyanya Mozun sambil menerimanya.


"Hei kalau gitu kita tidak bisa mempersingkat waktu. Ayo kita pergi ke sana jadi liburanmu tidak akan di cancel sampai besok lusa." Menarik tangannya Mozun menuju toko Milk Tea.


*Toko Milk Tea


"Hallo di sini siapakah pemilik tokonya? Saya ingin berbicara secara pribadi dengannya." Tanya Rong Rong sambil celingak-celinguk mencari di mana pemilik toko tersebut.


"Saya sendiri, nona muda mencari saya untuk apa?" Jawab salah seorang yang terlihat sibuk membuat Milk Tea.

__ADS_1


"Tuan bernama Lin Che ya? Bisakah saya menyita waktu anda sebentar untuk berbicara dengan saya?" Ning Rong Wu meminta dengan sopan kepada pemilik toko tersebut untuk berbicara dengannya.


"Baiklh nona sebentar sekalian saya buatkan Milk Tea untuk anda." Jawab Lin Che.


"Terima kasih tuan." Segera Ning Rong Rong mencari tempat duduk bersama Mozun.


"Nona yakin ingin bekerja sama dengan toko kecil ini?" Tanya Mozun.


"Ahh apa kau tau? Dulu keluarga Ning juga penjual Milk Tea dan seiring berjalannya waktu mulai mendirikan perusahaan desain? Hingga berjayalah keluarga Ning hingga saat ini." Jawabnya.


"Oh saya baru tau hal ini,baiklah apapun keputusan nona saya akan mengikuti." Ucap Mozun.


"Terima kasih." Mengambil gelas Milk Tea dan langsung mencobanya.


"Bagaimana rasanya? Apakah masih ada yang kurang nona?" Tanya Lin Che karena takut Milk Tea buatannya itu kurang enak.


"Wahh cita rasa yang begitu enak, baiklah saya langsung ke intinya saja. Saya adalah Ning Rong Rong penerus perusahaan Channel milik keluarga Ning. Maksud saya kemari saya ingin mengajak tuan Lin Che untuk bekerja sama dengan kami." Tanpa basa-basi ia langsung berkata ke intinya.


"Anu tapi.."

__ADS_1


"Haha kau mau bertanya soal keuntungan? Ya saya akan membantu anda untuk mendirikan toko yang lebih besar lagi bahkan kalau anda minta lebih bagus itu akan saya buat seperti toko Milk Tea bintang 5. Soal pembagian keuntungan 70% keuntungan saya berikan kepada anda dan 30%nga untuk saya, saya sendiri yang akan mengiklankan Milk Tea ini ke seluruh dunia." Langsung memberikan tawaran yang menggiurkan.


"Tapi nona 70% itu kebanyakan." Ucap Lin Che.


"Haha tidak kok bagiku 30% saja sudah cukup. Jika kau ingin keuntungan 90% juga tidak apa-apa." Jawab Rong Rong.


"Tidak tidak, baiklah saya terima tawaran nona." Langsung menjawabnya tanpa nanti-nanti.


"Baiklah kamu sudah mendengarkan apa yang sudah di jawab nona kan? Ini surat kontraknya jika kau melanggar 1 kontrak sepele pun saya bisa membuat anda menjadi gelandangan ingat itu. Dan lagi jangan lupa pasal kontrak yang terakhir jika pengemis sekalipun yang masuk dan meminta minuman gratis kau harus tetap memberinya. Meskipun mereka pengemis mereka juga manusia ingat itu, ini bolpoin nya silahkan tanda tangani kontrak ini." menyodorkan kertas kontrak kepada Lin Che.


"Ah baiklah tuan saya menyetujuinya." Langsung menanda tangani surat kontraknya.


"Baiklah selamat atas kerjasama kita, kami mohon undur diri. Jika ada yang belum di pahami anda bisa pergi ke Huaxia tepatnya di perusahaan Channel." Ucap Rong Rong.


"Baiklah nona,terima kasih atas segalanya."


"Jangan sungkan."


Kerja sama mereka berjalan dengan mulus tanpa ada hambatan. Ning Rong Wu dan Mozun juga pergi lagi ke bandara setelah membelikan oleh-oleh untuk putra-putrinya juga istrinya, begitu juga dengan Mozun ia juga membelikan sebuah gaun untuk pacarnya.

__ADS_1


__ADS_2