[RALAT] SYLPHY

[RALAT] SYLPHY
Rapat!


__ADS_3

Seperti biasa semua orang bangun pagi, setelah itu mandi ganti pakaian dan turun untuk makan. Mereka memiliki kebiasaan untuk menunggu semua orang ada di meja makan baru makan bersama-sama nanti. Namun pengantin baru belum turun, jadi mereka memutuskan untuk menunggu dulu.


*Setengah jam kemudian


"Tante lama banget mereka aku udah lapar." Kesabaran Nan Bo sudah habis.


"Tunggu sebentar ya mungkin mereka masih mandi sekarang." Jawab Ning Zhan.


"Ahhh, Xi ayo cepat semua orang sudah menunggu." Terlihat Rong Rong lari menuju ruang makan.


"Hey hey pelan-pelan nak, buyutku nanti pusing kau bawa lari-lari begitu." Teriak neneknya Rong.


"Maaf ya kalian nunggunya lama hehe, tadi kami bangunnya kesiangan." Kata Rong Rong sambil ngos-ngosan.


"Xi ayo buruan,kasihan semuanya udah nungguin." Buru-buru duduk di meja makan.


"Emm kakak." Melihat tubuh kakak ipar dan kakak kandungnya.


"Apa?" Jawab mereka dengan serentak.


"Ehem malam kalian indah? Sampai tubuh kalian berdua penuh dengan ******. Hahahaha!" Tertawa dengan terbahak-bahak.


"Eh!" Muka mereka memerah, ya karena memang benar mereka hanya tidur 2 jam sehabis olahraga ranjang semalaman.


"Sudahlah lagipula mereka pasangan suami-istri sekarang, buat apa kau begitu? Ayo sarapan kakek sama nenek nanti siang akan pulang ke Belanda lagi." Ucap Alexander, kakeknya Rong Rong.


"Ah nenek sama kakek kok buru-buru pulang?" Tanya Rong Rong.


"Iya soalnya taman bunga mawar milik kita sudah hampir mekar semua bunganya, kita akan berswafoto di tengah-tengah taman." Jawab neneknya.


"Hem dahlahh kalian bersenang-senang lah di sana, kalau dedek bayi udah lahir kalian harus Dateng ke sini ya kek nek." Ucap Rong Rong sambil mengelus-elus perutnya.


"Iya cucuku tenang saja." Jawab mereka.


Setelah itu mereka makan bersama-sama, setelah kakek neneknya pergi, Ning Rong Rong pergi ke kantornya, karena sudah lama tidak ke kantor dan mengurus perusahaan Channel miliknya itu.


"Sayang aku berangkat dulu ya." Rong Rong berpamitan dengan Shi Xi.


"Sayang ga perlu aku antar?" Tanya Shi Xi.

__ADS_1


"Ga perlu sayang." Jawabnya.


"Yaudah aku pergi dulu ya." Melambaikan tangan.


"Hati-hati di jalan!" Ucap maminya.


Karena mobil Ferarri kesayangannya rusak ia hanya bisa membawa mobil Lamborghini Gallardo, hadiah ulang tahunnya yang ke-18 dari maminya itu. Menyetir dengan ngebut, itulah kebiasaannya.


*Sesampainya di kantor


"Wooww tak ada yang berubah di sini." Ucap Rong Rong dalam hati.


"Selamat datang Presdir." Semuanya langsung menyapa seperti biasa.


"Manager Shu ada di mana ya?" Tanya Rong Rong kepada karyawannya.


"Owhh manager Shu mengambil cuti hari ini, katanya ada urusan keluarga gitu nona." Jawab salah satu karyawan.


*Yang sebenarnya terjadi kepada Manager Shu


"Uhh, CEO cantik itu tidak masuk lama sekali, sekertaris CEO pun sering ambil cuti karena di panggil oleh nona CEO, sedangkan wakil CEO juga tidak ada, huhuuh aku sebagai manager tertinggi di beri beban yang sangat berat sekali. Sungguh kejam mereka semua!"


"Oww baiklah lalu di mana Mozun?" Tanyanya lagi.


"Owhh kalau tuan Mozun ada di ruangan nya nona." Jawab mereka.


"Baiklah terima kasih, oh iya ini ada bonus dari hasil kerja keras kalian selama beberapa Minggu ini." Memberikan tumpukan uang yang begitu banyak.


"Wah makasih Presdir, nanti saya akan bagikan dengan karyawan lain." Menerima uang tersebut.


Rong Rong bergegas pergi menuju ke ruangan Sekertaris CEO.


"Mozun!" Teriak Rong Rong ketika melihat sekertaris magangnya tidur.


"Ahh apa-apa? Oh Presdir sudah datang ya." Masih linglung karena kaget.


"Kenapa malah tidur sih? Ini masih jam kerja, karyawan di larang tidur maupun itu sekertaris CEO ataupun CEO mereka di larang tidur di jam kerja." Rong Rong mengomeli Mozun seperti mengomeli anak kecil.


"Akhirnya kau datang nona, huhuhu aku terpaksa tidur di jam kerja karena 2 hari 3 malam tidak tidur, aku selalu lembur di kantor. Huh pekerjaan ku ini sudah seperti karyawan tetap saja." Keluh kesah nya Mozun.

__ADS_1


"Wahh Mozun kau sudah bekerja keras, oh iya setelah magang kamu akan jadi karyawan tetap di sini, dan posisimu masih wakil CEO. Terus kalau sudah lulus kamu boleh ambil cuti selama 2 Minggu itu adalah jadwal pernikahanmu sama honeymoon. Kalau kamu kelamaan nanti dedek bayiku lahir siapa dong yang ngurus perusahaan?" Ucap Rong Rong dengan panjang kali lebar.


"Wahh oke siap nona makasih ya. Aku semangat nihh nanti kalau nona butuh bantuan bilang saja sama saya, saya masih mau mengerjakan beberapa file di sini." Mozun menjadi lebih semangat.


"Iya aku ke ruanganku dulu." Beranjak pergi dari ruangan Sekertaris CEO.


"Eh nona tunggu dulu, setengah jam lagi ada rapat."


"Eh rapat apa?" Tanyanya.


"Rapat pembukaan Hotel Surgawi Nona." Membuka lembaran dan membacanya.


"Owh baiklah kita akan mengadakan acara nya besok ya, dan ayo ke ruangan rapat segera." Mengajak Mozun pergi ke ruangan rapat 8 menit sebelum rapat di mulai.


"Baiklah nona, sebentar aku akan membawa beberapa file yang di perlukan." Jawab Mozun.


Mereka pergi ke ruang rapat lebih awal daripada yang lainnya, masih ingat bukan? Ning Rong Wu selain memiliki sifat yang ramah dan baik hati ia juga punya sisi sifat yang sangat tegas, kejam. Setelah menunggu selama 9 menit masih ada beberapa orang yang belum datang, itu sudah membuat Ning Rong Wu geram.


*5 menit kemudian


"Aduh maaf nona di jalan tadi ada kecelakaan jadi datang terlambat." Datang seorang pria yang ngos-ngosan.


"Owh kecelakaan rumahmu bukannya di daerah Kota Jing? Dan kecelakaan hari ini hanya ada di pusat kota itupun kalau kau sudah di perjalanan mestinya tidak muter-muter di pusat kota dulu kan? Jelaskan yang sebenarnya terjadi atau investasi mu akan berhenti di sini dan tidak ada yang kembali apa yang telah kamu investasi kan." Duduk dengan anggun sambil menyilang kan kakinya.


"Aduhh aku lupa kalau CEO yang baru ini adalah seorang hacker, aduh bagaimana ini?" Pria tersebut berkata dalam hati.


"Eh anu begini nona semalam sa-saya menghabiskan waktu dengan selingkuhan saya, rumahnya di luar kota dan hari ini saya pulang terburu-buru agar bisa mengahdiri rapat ini. Mohon ampunan dari dari Presdir." Membungkuk sambil menggigil ketakutan.


"Oke, kamu hanya telat 4 menit Mozun pukul dia 4 pukulan setelah itu biarkan dia ikut rapat." Menjentikan jari.


Ya menjentikkan jari itu sudah dominan dengan Presdir perusahaan Channel, sifat Ning Rong Wu dalam bekerja tak kalah dengan Ning Zhan. Ketika sang Presdir sudah menjentikkan jarinya itu membuat semua orang merinding, setiap hal itu terjadi pasti tak akan ada hal baik.


"Terimakasih atas keringanan dari Presdir, syaa tak akan mengulangi hal ini lagi." Memberi hormat dan duduk di kursi.


"Siapa lagi yang belum datang?" Tatapan dan aura membunuh.


"E eh anu nona masih ada 2 orang yaitu nona Yenny dan tuan Zhiyong. Apa kita akan masih menunggu?"


"Mozun, meluarkan mereka dari daftar investasi dan kembalikan sebagian uangnya." Ucap Ning Rong Rong kepada Mozun.

__ADS_1


"Baiklah Presdir."


__ADS_2