![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
"Nan Shi Xi!" Terdengar suara teriakan dari dalam kamar mandi.
"Ada apa sayang?" Kaget kebingungan.
"Kenapa kau tak bilang kalau ini handukmu!" Marah.
"Ah aku mau bilang tapi kau sudah masuk ke dalam, ya sudahlah aku biarkan saja, aduhh." Sungguh calon keluarga yang romantis, sampai salah ambil handuk pun suaminya yang di pukul.
"Ini kan waktunya pesta kau kejam sekali sayang." Mengusap-usap bagian yang di pukul tadi.
"Kau yang kejam huh." Masih saja marah.
"Baiklah sebagai gantinya aku yang mendadani kamu gimana?" Merasa bersalah.
"Kau bisa?" Meremehkan.
"Eh ehh aku bisa dong, waktu SD aku sering kursus make-up loh." Pamer.
"Baiklah aku ganti dulu pakaian dulu."
"Sungguh istri yang baik."
*Setelah beberapa saat
"Wahh sayang kamu memang yang terbaik, muach." Langsung mencium pipinya dan berputar-putar kegirangan.
"Up!" Malu sekaligus senang.
__ADS_1
"Eh Xi? Kenapa wajahmu jadi merah merona seperti buah persik? Kau malu atau senang hihi. Tenanglah aku tak akan marah lagi ayo kita turun pasti semuanya sudah menunggu." Menariknya untuk segera turun karena sudah tidak sabar lagi.
Saat mereka sedang menuruni tangga semua orang yang sudah hadir di sana terbengong. Melihat pasangan muda yang satunya sangat cantik dan menawan juga bodynya yang bagus itu, satunya lagi pria tampan dari keluarga terpandang membuat mereka semua iri.
"Baiklah kita sambut pemeran utamanya yaitu nona muda Ning Rong Wu dan tuan muda Nan Shi Xi yang akan menjadi tokoh utama dalam pesta perayaan kali ini." Sang pembawa acara menyambut meriah mereka berdua.
"Bagaimanapun Presdir tetaplah sangat cantik huhu iri sekali dengan laki-laki di sampingnya." Mozun yang sebagai sekertaris CEO hanya bisa melihat kebahagiaan mereka.
"Hay Mozun!" Saat melihat Mozun yang berdiri sambil memegang gelas Ning Rong Wu langsung memanggilnya.
"Ah Presdir, apa ada yang perlu saya bantu?" Tanya Mozun.
"Tidak tidak, kau harus mencari pasangan di sini, aku banyak mengundang wanita cantik loh hihi.😆" Karena tahu Mozun masih jomblo ia sengaja menggodanya.
"Ah Presdir." Merasa malu.
"Sudah sudah, Iky ga datang kah?" Melihat sekeliling.
"Hay Rong Rong!" Terdengar suara tak asing.
"Bah kau baru datang?"
"Maaf ya tadi di jalan ada sedikit masalah." Menggaruk-garuk kepalanya.
"Baiklah tak masalah."
Mereka semua berbincang bincang santai sambil meminum wine yang di sediakan. Tapi karena tak kuat minum Rifky Vanus jadi pulang duluan dan mereka bertig masih melanjutkan minumnya.
__ADS_1
"Sayang kau hebat juga haha." Mabuk.
"Kau lebih hebat, sudah menghabiskan 10 gelas aku saja baru 9 haha."
"Hadehh dasar anak muda, kalian masih terlalu dini untuk mabuk-mabukan seperti ini." Ucap nyonya Ning.
"Xi andai aku bisa bertemu ibunda ratu mungkin dia bisa menyembuhkanku ketika mabuk, aku dulu juga begitu selalu saja dia yang menyembuhkanku." Meluapkan isi hatinya.
"Xi antar putriku ke kamar dan Mozun aku akan memanggil asistenmu agar kau di antar pulang."
"Makasih nyonya." Dalam keadaan mabuk.
Pesta akhirnya selesai, Shi Xi juga Sudah membawa Rong Rong kembali ke kamar mereka. Sebenarnya Shi Xi ingin memberi obat mabuk untuk kekasihnya itu namun ia malah salah mengambil obat perangsang.
"Rong Rong minum obatmu dulu." Mencoba memberinya obat, namun karena ia dalam keadaan tak sadar akhirnya Shi Xi memutuskan untuk memberinya obat dari mulut ke mulut.
"Uhh Xi apa yang kau berikan padaku ini? Tubuhku panas sekali." Merasa gerah dan panas.
"Aku tadi mengambil obat yang ada di lacimu, ku kira itu obat mabuk." Shi Xi juga merasakan panas.
"Kau bodoh itu obat perangsang sayang." Kepanasan.
"Ini hanya satu obatnya, ayo kita lakukan malam ini juga, mhhh." Di cium duluan oleh Rong Rong karena tak sabar.
"Biarkan aku di atas untuk malam ini saja, uhh."
"Baiklah sayang, mhh."
__ADS_1
Untuk ke dua kalinya mereka melakukan ini, dan ini masih terasa sakit di bagian Rong Rong karena belum terbiasa. Semalaman mereka melakukan hal itu, bagi pasangan itu adalah hal yang sangat menyenangkan ketika melakukannya di bawah obat perangsang.
Oke sampai sini saja ya, sampai jumpa di bab selanjutnya.