![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
Ya hari ini adalah perjalanan bisnis ke Tianxia untuk bekerja sama dengan pemilik Milk Tea yang sedang naik daun baru-baru ini. Ning Rong Rong berniat untuk bekerja sama dengannya dan meningkatkan karir Lin Che pemilik toko Milk Tea tersebut. Karena si kembar sudah mendapatkan babysiter dia jadi lebih tenang meninggalkannya. Begitu juga dengan Nan Shi Xi sejak kemarin ia tak pulang kerumahnya dikarenakan kerjaannya yang menumpuk dan mengharuskannya untuk kerja lembur.
*Bandara
"Mozun semua barang-barangku sudah siap?" Tanya Rong Rong
"Sudah nona semua barang sudah siap. Kita tinggal lepas landas." Jawab Mozun dengan sigap.
"Baiklah mari menuju ke pesawat, kita akan terbang 20 menit kemudian." Berjalan menuju pesawat pribadinya.
"Siap nona!" Berjalan mengikuti di belakang.
Mereka berjalan menuju pesawat bersama-sama. Semua orang memberinya jalan tanpa di minta sekalipun, seperti ada isyarat bahwa orang itu adalah orang penting yang harus di hormati. Dengan begitu perjalanan mereka menuju ke pesawat mulus tanpa hambatan. Ya jalan memasuki pesawat tidak biasa, karpet merah di gelar di situ.
*20 menit berlalu
"Mozun apakah kamu siap?"Tanya Rong Rong.
"Seharusnya saya yang tanya nona, apakah nona siap mengendarai pesawat sebesar ini? D-dan hanya ada kita berdua." Ini adalah pengalaman pertama Mozun, dia sedikit gemetar mengetahui ada wanita yang secara antusias mengendarai pesawat terbang sendirian. Kalau mengendarai helikopter itu sudah tidak heran tapi ini berbeda.
"Haha kau meragukanku? Tenang saja jika terjatuh pesawat ini tidak akan meledak, justru malah secara otomatis melindungi diri agar penumpang yang di dalam selamat. Baiklah kita mulai penerbangan kita, huh sudah 3 tahun aku tidak mengendarai pesawat ini." Ucap Rong Rong.
__ADS_1
"H-hah? 3 tahun? Huh baiklah jika bisa sampai tujuan saya akan dengan senang hati bisa mendapatkan liburanku besok." Ucap Mozun dengan gemetaran.
Akhirnya mereka lepas landas setelah di peri aba-aba dari marshaller. Mereka terbang dengan mulusnya, dan kekhawatiran Mozun akan terjadinya kecelakaan sudah hilang setelah mengetahui betapa profesionalnya CEO Perusahaan Channel meskipun sudah tidak mengendarai pesawat terbang selama 3 tahun.
(Cerita Singkat)
Saat Rong Rong berusia 7 tahun ia bersekolah di sekolah penerbangan sekaligus sekolah biasa, ia mengambil 2 sekolah karena keinginannya yang sangat besar untuk menjadi pilot wanita yang profesional. Dan di usia 14 tahun ia sudah mahir dalam mengemudikan helikopter, kemudian secara bertahap ia mencoba mengemudikan pesawat terbang yang di berikan oleh maminya di hari ulangtahun ke 13. Meskipun pada saat itu ia belum terlalu mahir dan masih mendapat bimbingan dari gurunya. Dan ketika umurnya beranjak 15 tahun ia dengan nekat mencoba mengemudikan pesawat tempur tanpa bimbingan siapapun dan tidak pernah di latih oleh siapapun. Namun siapa sangka ia justru lebih mahir daripada para pengendara profesional di kemiliteran. Itu terjadi ketika ia diajak maminya untuk melihat pasukan militer. Ning Rong Wu berhasil meraih prestasi pengendara pesawat tempur profesional di usia 14 tahun dan mendapat pujian dari seluruh orang di dunia. Sejak saat itu nama Ning Rong Rong sangat melegenda.
*Balik lagi ke cerita sekarang, Ning Rong Wu dan Mozun sudah sampai di Tianxia.
"Mozun cari letak toko Milk Tea milik Lin Che aku ingin pergi mencari makan." Setelah turun dari pesawat Ning Rong Wu meminta Mozun untuk mencari letak di mana toko Milk Tea tersebut.
"Ah nona ingin makan di mana saya Carikan kalau gitu." Tanyanya Mozun sebelum pergi mencari informasi.
"Tidak perlu repot-repot, aku hanya ingin makan permen kapas itu, kelihatannya sangat lezat hehe. Baiklah kau pergi saja sana aku bisa melindungi diriku." Langsung pergi meninggalkan Mozun.
"Baiklah nona, hati-hati." Mozunpun pergi meninggalkannya untuk mencari informasi di sekitar.
Rong Rong pergi menuju ke penjual permen kapas di pinggiran jalan. Meskipun ia berasal dari keluarga terpandang ia tak masalah makan makanan jenis apapun dan di manapun, justru ia malah sering makan di pinggiran jalan karena cita rasanya yang sangat alami itu bisa ia rasakan. Berbeda dengan makanan di restoran, baginya kelezatan makanan pinggir jalan masihlah yang terbaik.
"Pak beli permen kapasnya 2 ya hehe." Ia berkata ke penjual itu dan memasang wajah imut bagai gadis loli.
__ADS_1
"Ah baiklah nona." Segera penjual itu membuatkan permen kapas untuknya.
"Baiklah pak saya akan menunggu." Rong Rong duduk di kursi yang di sediakan oleh penjual.
"Nona berasal dari keluarga kaya ya? Pakaian nona sepertinya di desain oleh Channel." Sambil membuatkannya permen kapas penjual itu mengajak Ning Rong Rong mengobrol.
"Bapak tau dari mana?" Tanyanya dengan heran.
"Ahh dulu saya juga termasuk dalam orang kalangan elit tetapi teman saya menjebak saya hingga saya seperti ini. Meskipun hanya bisa menjual permen kapas namun saya sangat bersyukur masih di berikan kesempatan hidup." Singkat cerita penjual itu.
"Wahh, apa bapak berniat bekerja di perusahaan Channel? Saya CEO saat ini."
"Nona? Apa nona adalah Ning Rong Rong? Namanya pernah melegenda beberapa tahun yang lalu." Tanyanya.
"Iya pak, kalau bapak berminat silahkan hubungi nomor ini, meskipun itu pengemis kami akan menyambut kedatangannya." Menyodorkan kartu nama sekaligus nomor telepon.
"Ahh ini permen kapasnya sudah jadi, dan terima kasih atas tawaran nona saya akan ke sana suatu saat." Menerima tawarannya dengan ramah.
"Baiklah pak saya pergi dulu."
Ning Rong Rong pergi meninggalkan penjual itu dan pergi menuju kursi taman yang berada tak jauh dari tempatnya membeli permen kapas sambil menunggu Mozun kembali.
__ADS_1