2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
12. Terluka


__ADS_3

Hubungi dan temui dia, ajak kerjasama bagaimana pun caranya. Bayar mahal berapapun ia mau.


Maaf Tuan, itu akan sangat sulit. Kita tidak mungkin bisa menemui dia secara langsung.


Sombong sekali dia, memang sehebat apa dirinya?.


*****


Jakarta, Ina.


Di Perusahaan Carter.


Rayden mengunjungi Perusahaan Carter saat akan makan siang, Rayden yang langsung masuk ke ruangan Gio kesal dengan ulah Sekretarisnya.


"Kenapa muka dingin banget, enek lihatnya?" tanya Gio.


Kesel aku liat sekretaris mu, ga bisa apa diganti aja? ujar Rayden.


"Ha ha ha ha" kalau bukan dia mau siapa lagi yang berani godain pria dingin macam kamu. " Rayden hanya menggelengkan kepalanya".


Gio mengajaknya makan siang di kantornya, selesai makan Gio langsung membawa Rayden ke ruang kontrol.


Gio yang awalnya meminta Rayden memulihkan dan memperbaiki data yang ada di markas, sekarang perusahaan juga terjadi kebocoran.


Ia curiga ada orang dalam yang berusaha mengkhianatinya.

__ADS_1


Ia pun memasang kamera tersembunyi pada saat seluruh karyawan sudah pulang. Semua divisi dipasang banyak kamera tersembunyi.


Rayden akan menguatkan sistem keamanan dan jaringan komputer agar terhindar dari Cybercrime.


Rayden bergerak cepat dan ia juga mendapatkan alamat IP dan titik koordinat yang berada di Aussie.


Ia heran, ada orang hebat selain dirinya yang bisa membobol keamanan Perusahaan Carter. Padahal yang memprogram ia sendiri. "Pikir Rayden".


Setelah mendapatkan itu, Gio dan Ben sang asisten akan terbang ke Negara kangguru itu.


Mereka akan menyamar sebagai orang biasa agar tak ketahuan.


Gio mengirim anak buahnya secara menyebar dalam penyamaran.


Sydney, Aussie.


Mereka menyelidiki apa yang menjadi tugasnya. Kesya sendiri mulai melakukan penyelidikan di Negara I, Kesya langsung terbang dan akan tinggal di sana. Sementara Raya dia masih ada urusan yang belum selesai, dia akan menyusul saat urusannya selesai.


Raya, kakak ga tega ninggalin kamu sendirian disini? "ucap Kesya".


Kakak tenang aja, aku bisa jaga diri kok kak !!. "lirih Raya".


Aku juga akan bawa senjata.


Tapi janji kamu harus hati-hati, jika terjadi apa-apa kabari kakak.

__ADS_1


Dan langsung menyusul kakak di negara I.


"Iya kak, Raya janji".


Setelah mengantar kepergian Kesya ke bandara, Raya segera pulang dan istirahat. Ia sudah memulai penyelidikannya kemarin malam, tapi belum mendapatkan apapun.


Ia masuk kamar dan mulai membakar sesuatu di atas kertas timah dan menghirup asapnya. Selama 3 tahun sampai saat ini usia Raya 21 tahun ia masih menggunakannya.


Ia sebenarnya ingin berhenti dan mencoba menghentikan tanpa memakainya, tapi Raya malah mengalami gejala sakau.


Didalam kamarnya ia merasakan efek obatnya sudah bekerja.


Ia merasa saat memakainya membuat hatinya benar-benar senang. Selalu membuatnya tersenyum.


Tanpa sadar ia tertidur, dan terbangun saat alarm yang disetel berbunyi.


Jam menunjukkan pukul 9 malam waktu setempat, Raya membersihkan diri dan mulai bersiap. Ia hanya memoles lipstik dengan warna yang lembut dan menaburkan bedak di wajahnya.


Ia memakai atasan terbuka dan jaket jins saja, tak lupa celana jins pendek di atas paha.


Ia mengambil Sling bag yang sudah diisi senjata dan koper untuk meninggalkan apartemen yang mereka tinggali bersama.


Raya berjalan keluar dan mengendarai mobilnya menuju hotel tempat ia akan menginap sebelum ke negara I.


Raya sudah tau kalau apartemen yang mereka tinggali sudah tak aman lagi. Ada orang yang sudah berhasil menemukan persembunyian mereka.

__ADS_1



*****


__ADS_2