2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
16. Terkejut


__ADS_3

Aku akan menghukum mu, kata Gio lagi.


Gio langsung menyibak selimut dan menjatuhkannya kebawah.


*****


Gio melihat raya sedikit pucat, ia tak tega untuk meneruskan pergulatannya.


Sebenarnya ia juga masih menginginkannya, tapi ia kasihan melihatnya kelelahan.


Gio turun dari ranjang dan langsung memakai boxer kemudian masuk ke dalam toilet, menyalakan air hangat dan mengisinya ke dalam bathtub.


Ia langsung membopong tubuh Raya, dan meletakkan raya ke bathub yang telah diisi air.


Berendam dulu ,lalu bersihkan tubuhmu.


Aku menunggu diluar, nanti kalau selesai panggil aku kembali.


Ingat, Gio namaku.


Saat Gio berbalik, ia melihat sesuatu di bagian tubuh Raya ada semacam tatto kecil tapi tidak terlalu jelas saat jauh melihatnya.


Gio bergegas ingin cepat-cepat pergi ke toilet kamar sebelah untuk menuntaskan sesuatu dan membuatnya agar tidur kembali.


Melihat Raya dalam keadaan polos tak memakai apapun, membuat otaknya traveling kemana-mana.


Selesai menjinakkan kembali miliknya, Gio bergegas ke kamar yang ditempatinya tadi.


Kebetulan juga Raya sudah selesai berendam dan membersihkan diri, ia keluar hanya memakai handuk.


Gio tertegun melihat pemandangan indah di depan matanya.


"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?" tanyanya.


"Ah tidak, aku hanya kagum melihat keindahan yang Tuhan ciptakan" elaknya pada Gadis itu.

__ADS_1


"Kenapa tidak memanggilku?" tanya Gio lagi.


"Dari tadi aku sudah memanggilmu, tapi ga ada sahutan."


Ya sudah aku keluar aja sendiri.


Ow..


Bajuku sudah kotor, bisa kamu meminjamkan pakaian untukku?


tanya Raya.


"Iya" jawab Gio capat.


Ia mencari pakaian yang agak besar buatnya, saat mendapatkannya Gio memberikan pakaiannya.


Ia melihat Raya memakai pakaian dalamnya saat ia mencari pakaian untuknya.


Glek..


Walaupun dia sudah melihatnya tetap saja membuat Gio menginginkannya.


Ia memakaikan kemeja putihnya pada Raya dan mengancingkan nya.


Raya menatapnya dengan wajah pucat, lalu memeluk Gio dengan erat.


"Maaf" ucap Raya dan menutup matanya.


Gio terkejut dan langsung melihatnya, ia langsung membawanya ke ranjang dan memakaikan selimut.


Hidungnya mengeluarkan darah.


Gio mengambil handphonenya dan menghubungi Ben, Ben langsung yang tak ingin membuang waktu langsung menghubungi dokter.


Ben menuju kamar Gio dan langsung membuka pintu, ia melihat Gio yang sedang menghapus darah di hidung gadis itu.

__ADS_1


Ben melihat perlakuan hangat Gio pada gadis itu dan iapun tersenyum.


"Apa yang terjadi?" tanyanya pada Gio.


"Entahlah dia tiba-tiba pingsan" ucapnya.


Kamu buat ia kelelahan ya? tanyanya lagi.


"Apaan sih" lirih Gio pelan tapi masih bisa di dengar Ben.


Setelah menunggu dua puluh menit, dokter itu sampai.


Begitu dokter masuk, Gio langsung mempersilahkannya


memeriksa keadaan Raya.


Mereka berdua menunggu dokter selesai memeriksanya.


Bagaimana kondisinya dokter ? tanya Gio khawatir.


Dokter menjelaskan kondisi Raya saat ini.


Maaf Tuan, apa nona pecandu obat-obatan ? tanya dokter pada Gio.


"Maksud dokter?" tanyanya bingung.


Ben yang juga bingung hanya bisa diam saja menunggu penjelasan dokter.


Begini Tuan, kondisi nona saat ini gejala sakau dan faktor kelelahan juga ada.


Darah yang keluar dari hidungnya salah satu gejala tubuh yang terjadi akibat pemberhentian obat secara mendadak atau akibat penurunan dosis obat secara drastis.


Pengguna obat-obatan jangka panjang bisa mengakibatkan kerusakan pada otak. Namun pengguna narkoba yang tiba-tiba berhenti menggunakan, biasanya akan mengalami gejala sakau terlebih dahulu sebelum tubuhnya benar-benar bersih dari obat.


Penjelasan dokter membuat keduanya terkejut dan melongo tak percaya.

__ADS_1



__ADS_2