
Raya yang mencium bau masakan, langsung turun menuju dapur. Perutnya menjadi lapar ingin segera diisi.
Begitu turun, ia melihat Gio yang sedang memasak. Ia tersenyum melihatnya.
Melihat perlakuan lembut yang diberikan Gio selama ini membuatnya bisa jatuh cinta.
*****
Gio menyelesaikan masaknya, saat akan berbalik dan menyajikannya di atas meja ia terkejut Raya sudah ada dibelakangnya.
"Ra, kenapa tidak duduk?" ucapnya lembut sambil menarik kursi buatnya.
"Ayo kita makan, aku bikin spaghetti" ucapnya lagi sambil meletakkan piring yang sudah terisi.
"Ah terima kasih" jawabnya sambil duduk.
Mereka menikmati makan malam dalam diam.
Selesai makan mereka duduk diruang tamu, mereka membicarakan hal-hal ringan.
Waktu menunjukkan pukul 10, Raya yang lelah ingin segera mengistirahatkan matanya.
Ia beranjak dan pamit ke kamar Gio yang mereka tempati.
Gio mengangguk dan mengikutinya, ia juga masuk ke kamar mengambil bantal.
"Tidurlah disini, aku akan tidur di sofa" ucapnya pada Raya.
"Iya" balasnya sambil merebahkan tubuhnya.
"Selamat malam" tambahnya dan memejamkan mata.
"Malam Ra, mimpi indah" balasnya.
Gio mendekati Raya saat terdengar dengkuran halusnya, ia mengusap kepalanya dan mengecup kening Raya.
Gio berbalik menuju sofa untuk merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
Tak lama setelah matanya terpejam terdengar napasnya mulai teratur.
Raya terbangun saat merasakan tenggorokannya kering.
Ia bangun untuk mengambil air di dapur.
Raya menoleh ke arah sofa, mendekati gio yang tertidur nyenyak dan membetulkan selimutnya.
Raya berjalan ke arah dapur dan tak sengaja ia melihat iPad yang berada dimeja.
"Ini kesempatanku." pikirnya langsung mengambil dan membukanya, Raya mengetikkan sesuatu dan mengirimnya pada Keysha.
Tak menunggu waktu lama, Kesya membalasnya. Raya membuka pesan masuk, langsung menghapus riwayat agar tak meninggalkan jejak.
Raya masuk untuk melihat Gio, ia mensejajarkan posisi dirinya didepan Gio.
Raya menatapnya lama, hingga akhirnya ia mengucap salam perpisahan.
"Maaf untuk sementara aku pergi ,setelah semua masalahku selesai aku akan datang menemuimu" gumam Raya lirih sambil mengusap kepalanya dengan lembut.
Dengan jantung yang berdebar ia memberanikan diri untuk mengecup bibir Gio.
Kesya sudah menunggunya saat Raya mengirimkan pesan tadi.
*****
Pagi menjelang, Gio terbangun saat ponselnya terus bergetar.
Ia menggeser tombol hijau dengan mata terpejam, langsung terduduk diam saat pengawalnya memberikan kabar.
Gio mengedarkan pandangannya ke kamar, terlihat ranjangnya yang digunakan Raya terlihat rapi.
Ia berlari keluar kamar mencari Raya.
"Ah ...." umpatnya kesal.
Dua kali Gio kecolongan lagi, Raya berhasil kabur.
__ADS_1
"Halo, lacak posisinya dan cari sampai dapat !" ucapnya tegas saat menghubungi seseorang.
Ia megambil iPad yang menghubungkan dengan cctv-nya, melihat apa yang dilakukan Raya.
Saat Raya mengecup bibirnya, Gio tersenyum sambil tangannya memegang bibirnya.
"Ah Raya, kamu bisa membuatku gila" gumamnya dalam hati.
Walau ia kesal, Gio tak akan melepaskan wanitanya yang berhasil mencuri hatinya.
Seminggu berlalu tapi pencarian Raya tidak membuahkan hasil, sudah banyak anak buahnya dikerahkan tapi tak menemukannya.
Gio yang merasa putus asa tak dapat berpikir jernih, Ia meletakkan kepalanya di atas meja dengan mata terpejam.
Tepat saat menutup matanya, pintu ruangan terbuka.
Rayden datang saat mendapat kabar dari Ben, seorang Gio terlihat kacau hanya karena seorang gadis kecil.
Rayden dan Ben pun masuk langsung duduk di sofa tamu.
"Ck, kenapa kamu Gio? " ejeknya Rayden pada Gio yang terlihat berantakan.
"Dulu saat Michelle selingkuh pun kamu gak sekacau saat ini." sambungnya lagi mengejek.
"Ntahlah, aku rasa aku jatuh padanya" gio berucap dan membayangkan Raya.
"Wow, seorang Gio bisa jatuh cinta pada pandangan pertama" ejek Ben ikut menimpali.
Ck, ck, ck...
"Aku bisa membantu, jika kamu mau." ucap Rayden tak tega melihatnya.
"Benarkah?" tanyanya seakan tak percaya.
Gio langsung berdiri mendekati Rayden dan memeluknya.
"Aku mau" ucap Gio semangat.
__ADS_1
*****