2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
15. Jadi Kebiasaan


__ADS_3

Aku menikmati sekali saat kesulitan melakukan penyatuan, karena area yang masih tertutup rapat.


Milik Gio belum bergerak, saat Raya larut dengan ciumannya, Gio sentak sedikit dan... berhasil.


Ia mengeluarkan air mata saat miliknya menerobos masuk kedalam dengan sempurna. Ia mengecup matanya dan mencium bibirnya dengan lembut sebelum bergerak.


Wajahnya kesakitan tapi ia mulai menikmati permainan, ia merasakan sesuatu yang akan meledak dan aku dengan cepat bergerak hingga akhirnya kami sama-sama merasakan pelepasan, sampai akhirnya mencapai batas ku dan aku terkulai lemas disampingnya.


Aku hampir saja terlelap saat merasa nyaman tidur dengan memeluknya.


"Aku mau lagi" ucap Raya tersenyum...


***


Gio melotot saat Raya memintanya untuk mengulangi lagi.


Tanpa menunggu persetujuan Gio, Raya mencium dengan ganas dan menuntut lebih.


Ia mulai di atas untuk memimpin permainan, wow gadis nakal.


Raya juga mencium rakus bibir Gio, dan menj***t telinga Gio.


Raya juga membuat tanda merah dileher dan di dadanya.


Raya benar-benar ganas, entah itu karena obat perangsang atau tidak Gio pun tak tau.

__ADS_1


Yang ia tau, ia menikmati permainan gadis itu.


(Eh mantan gadis itu).


Gadis itu membuatku mengerang kenikmatan, ia memainkan dan menji***i milikku seperti lollipop. milikku terbangun dan kembali tegak.


Ahhh...., aku sudah tidak tahan dan ia membuat ku menggila. Ia memasukkan milikku ke dalam miliknya.


Ia bergoyang dan bergerak naik turun dengan cepat.


Langsung seketika aku membalikkan keadaan, berganti memimpin permainan. Penyatuan kami begitu nikmat, rasanya aku mau terus dan terus.


Raya men de sah kenikmatan, ia akan mendapatkan pelepasan dan aku pun bergerak lebih cepat dan milikku pun menyerah dan mengeluarkan cairan putih di dalam rahimnya. Aku lelah dan menjatuhkan tubuhku disampingnya. Kami mengatur napas masing-masing. Ia menyamping dan mengelap keringat yang ada di keningku.


Gadis itu mencium ku dan tersenyum sambil berkata terimakasih.


Raya menutup matanya dan terpejam..


Entah sudah berapa kali mereka melakukan pelepasan.


Gio menoleh dan menatap gadis yang terlelap disampingnya dan tersenyum.


Gio menarik selimut dan menutup tubuh mereka yang polos.


Lalu mengambil hp di atas nakas, mengetikkan sesuatu dan mengirimkan pesan ke assisten nya. Ia juga membidik wajah Raya yang tidur kelelahan.

__ADS_1


Ia meletakkan hp, menarik tubuh gadis itu untuk dipeluknya.


Ia pun ikut terlelap.


Efek obat yang dimasukkan Angel ke minuman Raya melebihi dosis, baru 2 jam tidur Raya pun terbangun.


Raya mengamati wajah tampan Gio, ia mulai mengelus pipi bahkan bibirnya ia kecup sebentar.


Sebenarnya Raya ingin meminta lagi, tapi melihat sang pria tidur dengan nyenyak ia tak tega untuk membangunkannya.


Raya mencoba menutup mata, mencoba masuk ke alam mimpi tapi tak bisa lagi.


Ia akhirnya mengambil tangan Gio yang memeluknya dan meletakkan tangan itu kebulatan kenyalnya.


Raya merasakan sensasi lain, ia menyusupkan tangannya masuk kedalam selimut lalu mencari sesuatu.


Ia terperanjat kaget saat meraba milik Gio yang sudah kembali tegak. Besar sekali, gumam Raya.


Gio membuka matanya dan tersenyum devil ke arah Raya,


"kau benar-benar gadis nakal" ucap Gio.


Raya yang terkejut langsung berkata, aku milikmu sambil meraba perut sixpack Gio.


Aku akan menghukum mu, kata Gio lagi.

__ADS_1


Gio langsung menyibak selimut dan menjatuhkannya kebawah.


*****


__ADS_2