2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
14. Kesan Pertama


__ADS_3

Raya yang duduk semakin gelisah, ia merasa kepanasan.


"Ah **** " gumam Raya lirih sambil menahan sesuatu.


Siapa yang berani mengerjai ku ?.


Raya menahan hasratnya dan bergegas ke lantai atas, ia tahu ada dua orang mengikutinya.


Saat bersamaan Gio dan Raya pun berpapasan, Raya menarik tangannya dan berkata pada Gio.


"Tolong aku, ada orang yang ingin melukaiku" ucap Raya sambil gelisah.


Gio yang melihat ada sesuatu yang aneh pada Raya, langsung mengangguk. "Baiklah, kita bisa sembunyi di atas" jawab Gio.


Dua orang suruhan Angel pun kehilangan jejak mereka dan kembali ke tempat Angel dan mendapatkan amukan Angel.


*****


Gio terpesona melihat Raya, ia pun mau menolongnya.


Di atas, mereka bersembunyi di dalam kamar yang pintunya tidak terkunci. Dengan cepat Raya menguncinya, wajahnya sudah memerah dan tangannya sudah membuka kancing kemeja yang digunakan.


Ia sudah tidak bisa menahannya.


Gio mendengar pintu yang dikunci oleh Raya langsung berkata, apa yang kau lakukan? ucap Gio.


Raya berbalik menghadap Gio, ia mendekatinya dan mencium bibirnya. Sejenak Gio terkejut dan terpaku.


Dadanya berdebar saat Raya menciumnya.


Ia lalu melanjutkan ciumannya, menempelkan bibirnya dengan bibirku.


"Aku ingin " ucap Raya tak jelas. Sambil terus memainkan jarinya ke dada Gio.


Kamu menggodaku, gadis nakal ?


Bibir Raya langsung menyerang bibir Gio.


Perlahan aku pun ikut terhanyut dan menyesap bibirnya yang lembut dan terasa manis.


Aku merebahkan dirinya di ranjang.


Ku perdalam ciumanku, lidahku menerobos masuk dalam mulutnya.


Kami saling mengecap memberikan sedikit gigitan.

__ADS_1


Aku langsung tersadar dan dengan cepat masuk ke dalam toilet menghidupkan keran air dingin dan mengisi air di bathtub dengan aromaterapi.


Aku benar-benar hilang akal ada didekatnya, gumamnya sendiri.


Aku keluar dari toilet dan melihat gadis itu seperti cacing kepanasan.


Pakaiannya pun sudah dibuangnya entah kemana.


Terpaksa aku membopongnya dan memasukkan langsung ke dalam bathtub.


Berendam lah, agar bisa mengurangi efeknya.


Raya mengangguk.


Aku menghubungi Ben, Ben segera memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan es batu di villanya.


Gio bergegas menarik tangan Raya dan memakaikannya bathrobe dalam tubuhnya, setelah ada yang mengetuk kamarnya.


Ben membuka pintu kamar itu, ia melihat Gio mengendong seorang gadis, Ben pun ingin membantu tapi ditolak Gio.


" aku yang membawanya, jangan pernah menyentuhnya".


Ucap Gio posesif.


Aku menggendongnya ala ala bridal, Gio heran dengan dirinya sendiri. Mau-maunya ia menjadi repot untuk seorang gadis yang baru dikenalnya.


Raya mencoba menahannya, ia juga menggigil kedinginan.


Dengan gerak cepat, Ben melaju kencang hingga sampai villa.


Pengawal yang berjaga membuka pintu mobil dan ingin membantu Bos mereka.


Gio menggelengkan kepalanya, ia bergegas lari ke dalam toilet dan meletakkan ke dalam bathtub yang sudah diisi es.


Ia menunggu di dekat Raya, wajah gadis itu yang awalnya merah padam berubah menjadi pucat akibat berendam air dingin.


Setelah dirasa cukup reda, ia memanggil pelayan wanita untuk melayani gadis itu.


Tolong ganti pakaiannya dan siapkan makanan hangat untuknya.


"Baik Tuan" ucap mereka sopan.


Pelayan Gio melayani Raya dengan baik, bahkan menyuapi makan.


Saat ini Gio berada di ruang kerja bersama Ben.

__ADS_1


"Apa yang terjadi setelah kamu dari toilet?" tanya Ben menyelidik.


Tanganku ditarik olehnya, karena dia dikejar-kejar orang jahat.


Terus aku ajak sembunyi saja di atas, "jawab Gio"sambil tersenyum senang.


Kamu gak aneh-aneh kan sama dia? Ben memicingkan matanya ke arah Gio.


Hampir saja, saat berciuman dengannya. jawab Gio dan membayangkan yang indah-indah.


Ben memutar bola matanya malas, mendengar sahabat serta bos nya terkena virus cinta.


Saat didalam kamar, aku mendatangi gadis itu.


Ia terlelap memakai selimut tebal yang dipakaikan pelayan ku.


Aku mendekati dan ku tempelkan tanganku ke keningnya.


Kurasakan tidak demam, lalu aku berbalik dan ingin melangkah.


Tanganku ditarik, dan aku terjatuh di ranjang tempat disampingnya.


Tatapan kami terkunci dan dengan napas yang memburu ia kembali menempelkan bibirnya. Aku yang sadar mulai terbuai, tanpa sadar kami sudah dalam keadaan polos.


Tanganku bergerak kebawah menuju intinya, dan jemari ku masuk bergerak cepat didalam.


Aku berusaha menahan sesuatu yang seharusnya dikeluarkan.


Aku menikmati sekali saat kesulitan melakukan penyatuan, karena area yang masih tertutup rapat.


Milik Gio belum bergerak, saat Raya larut dengan ciumannya, Gio sentak sedikit dan... berhasil.


Ia mengeluarkan air mata saat miliknya menerobos masuk kedalam dengan sempurna. Ia mengecup matanya dan mencium bibirnya dengan lembut sebelum bergerak.


Wajahnya kesakitan tapi ia mulai menikmati permainan, ia merasakan sesuatu yang akan meledak dan aku dengan cepat bergerak hingga akhirnya kami sama-sama merasakan pelepasan, sampai akhirnya mencapai batas ku dan aku terkulai lemas disampingnya.


Aku hampir saja terlelap saat merasa nyaman tidur dengan memeluknya.


"Aku mau lagi" ucap Raya tersenyum...




*****

__ADS_1


__ADS_2