
Happy Reading 😊
Satu tembakan mengarah ke mobil mereka dan mereka berlari mencari tempat perlindungan.
Baku tembak pun tak dapat dihindari lagi.
Saat terjadi baku tembak, kesempatan Leon untuk menolong Chaca.
Ia mengendap-endap ingin ke ruangan yang ditempati Chaca, tapi ia melihat ada penjaga yang berada di depan pintu.
Leon menghampirinya dan Dor, ia menembak mat* penjaga itu.
*****
Leon masuk berlari mendekati Chaca dengan tangan yang terikat dibelakang, ia melepaskan tali juga kain yang menyumpal mulutnya.
"Ayo Cha kita pergi dari sini, aku sudah mempersiapkan semuanya untuk kabur dari sini." ucapnya berbisik pelan.
"Tapi Leon, kakak ku datang untuk menyelamatkan aku dari sini. Nanti kalau aku pergi, aku takut kakakku dalam bahaya Leon!!" jawabnya lirih.
"Pikirkan itu nanti, yang penting kamu pergi dari sini dulu setelah itu aku akan mencoba meminta bantuan Cha" lanjutnya lagi sambil memapah Chaca yang masih lemah.
"Pikirkan kondisimu saat ini Cha, didalam perutmu ada calon anakmu" ucap Leon menyakinkan Chaca.
"Lama berpikir akhirnya Rara menyetujui dan mengangguk ke arah Leon, baiklah Leon aku ikuti rencana mu !!" Rara akhirnya mengikuti rencana Leon.
Mereka keluar dari ruangan dan mendengar ada suara tembakan.
Leon pun mengeluarkan senjata dari balik bajunya , senjata yang telah diperolehnya dari anak buah Nick.
__ADS_1
Rara diam terpaku, menatap apa yang akan dilakukan Leon saat ini.
Rara pun mempertanyakan apa yang sedang ia pikirkan.
"Apa kamu bisa menggunakan senjata itu Leon?" karena seingat Rara, Leon tidak bisa menarik pelatuk apalagi menembak dengan tepat.
"Aku telah banyak belajar Cha, akan kupastikan tembakan ku kali ini tepat sasaran." ucapnya tersenyum.
Ia mengetahui kegelisahan Chaca.
"Apa kamu masih punya senjata lagi ? aku juga mau?" pintanya memohon.
Leon tersenyum dan ia pun memberikan Rara dua buah senjata api jenis G2 COMBAT kal 9 mm untuk berjaga-jaga.
Tunggu sebentar Cha, Leon membuka pintu ruangan melihat kiri dan kanan mana tau masih ada penjaga.
Ayo kita keluar Cha, tetap dibelakang ku.
Leon yang sudah tau seluk beluk gedung itu segera melarikan diri, ia juga menyewa sebuah Speedboat untuk meninggalkan pelabuhan itu.
Mereka berhasil keluar, karena disekitar pelabuhan tidak ada penjagaan ketat. Leon mengajak Chaca untuk mendekati Speedboat.
Sebelum Rara ikut naik, dia mencekal tangan Leon.
Leon, kita mau kemana? aku tidak mau pergi dari sini Leon.
Untuk sementara saja Rara, kita harus tinggalkan tempat ini !!
Aku tidak mau Leon? teriaknya sambil berbalik melangkah pergi menjauh dari pelabuhan.
__ADS_1
Leon mencekal tangan Chaca.
"Cha, hanya untuk sementara saja !!" ucapnya memohon.
Kamu mau membawaku kabur dari keluargaku? Tidak Leon aku tetap tak mau ikut.
Sepuluh tahun aku menunggu saat ini Leon.
Rara pergi menjauh dan sedikit berlari, terpaksa Leon pun mengejarnya.
Sementara didalam gedung masih terjadi baku tembak, banyak anak buah Nick yang tertembak sedangkan peluru Rayden maupun Gio hampir habis.
"Gio kita berpencar keatas, temukan Rara !!!?" ucap Rayden berbisik-bisik agar tidak terdengar musuh.
Apa kamu sudah menghubungi Ben? tanyanya lagi.
"Aku sudah kirim pesan, mereka sudah bergerak kesini !!" jawabnya melihat situasi saat ini.
"Kita berpisah disini dan harus hati-hati" jawab Gio langsung naik keatas.
Mereka berjalan menaiki tangga ke atas dengan hati-hati.
Gio menemukan sebuah ruangan dengan adanya penerangan yang artinya ruangan itu terpakai.
Ia berjalan mengendap-endap dan membuka pintu dengan
perlahan.
Gio terkejut saat sebuah pistol mengarah di kepalanya, ia refleks mundur dan terdiam.
__ADS_1
Jangan bergerak kalau tak ingin mati.
*****