2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
47. Sangat Rapi


__ADS_3

Happy Reading 😊


Suasana keadaan markas saat ini terdengar berisik diluar, banyak anak buahnya yang mabuk berat. Mereka tidak menyadari ada penyusup yang masuk.


Sesampainya di mansion, Rayden sudah ditunggu Rara dan Gio yang berada diruang keluarga. Rara terlihat mondar-mandir menunggu kedatangan Rayden.


Rayden yang sudah sampai di mansion berjalan masuk kedalam.


Rara yang mendengar suara mobilnya kakaknya langsung menghentikan langkahnya dan memanggilnya.


Kak Ayden, panggil Rara dan mendekati kakaknya.


Rayden menghampiri lalu ia menghela nafasnya perlahan.


"Kita bicara diruang kerja ayah" ucapnya lemah lalu bergegas menuju ruang kerja ayahnya dan diikuti Rara dan Gio dibelakangnya.


Rayden menceritakan semua yang terjadi, hingga Gio dan Rara terkejut tak percaya mendengar dan mengetahui semuanya.


"Lalu apa kakak merencanakan sesuatu saat ini, Rara pikir kita harus mencari kunci atau mungkin petunjuk yang uncle maksud kak." ucapnya mulai memikirkan semua kejadian secara beruntun.


Selama bertahun-tahun lamanya uncle Nick tidak bisa menemukan kunci itu, Rara merasa itu sebuah rahasia atau ayah menutupi sesuatu kak. Rahasia yang Ayah dan Bunda sembunyikan untuk dipecahkan.


Mungkin kita harus memecahkan dan mencari tau rahasia ini kak, uncle Nick bahkan menginginkan semua itu.


Rayden dan Gio mengangguk setuju.

__ADS_1


Ia memikirkan perkataan Rara, ia mengingat sesuatu dan langsung beranjak dari duduknya melangkah menuju rak buku yang tersusun rapi dan memutar sebuah guci.


Rak buku itu terbuka dan menampilkan ruangan berukuran lima kali lima. Mereka masuk perlahan dan melihat sekelilingnya.


Rara terpesona melihat isi ruangan yang selama ini mengingatkan kenangan akan keluarganya, disitu juga terdapat brankas.


"Kakak tau diruang kerja ayah terdapat ruangan tersembunyi?" tanya Rara penasaran.


"Tau, bahkan sejak kecil kakak sering mengikuti ayah sembunyi-sembunyi" ucapnya sambil tersenyum mengingat kenakalannya dulu.


Rayden mendekati brankas, melihat dan berpikir untuk membukanya.


"Kak Ayden tau kode sandinya? ucapnya penasaran sambil memperhatikan kakaknya.


Wah kakak dari dulu memang hebat, puji Rara bangga sambil memeluk Rayden.


Gio yang melihat Rara memeluk Rayden cemberut dan menarik pinggang Rara dengan posesif.


Gio, apa yang kau lakukan? ucapnya berusaha melepaskan tangan Gio yang memeluk erat dirinya.


Rayden melihat Gio dengan heran, apa yang dilakukannya membuat Rayden mengulas senyumnya.


Ck, jangan bilang kamu cemburu denganku ? ledek Rayden sambil tersenyum meremehkan.


Hah.

__ADS_1


Apaan sih, mana mungkin aku cemburu denganmu? elak Gio cemberut tanpa melepaskan tangannya dari Rara.


Rayden hanya menggeleng dan tersenyum melihat perilaku sahabatnya itu.


Rayden melanjutkan apa yang akan dicarinya, saat membuka kotak dia menemukan gambar yang tak asing baginya.


Rara mendekat dan mengambil gambar yang berada ditangan Rayden.


"Kak, bukankah ini gambar yang ada dalam tubuh kita?" tanyanya bingung.


"Iya, ini gambar yang sama yang dibuat Bunda untuk kita". jelasnya yang mulai mengerti.


Mungkin ini maksud dari semua yang bunda berikan untuk kita.


Jadi mungkin kunci yang selama ini uncle cari ada dalam diri kita kak.


Ck,


"Ternyata Bunda benar-benar hebat" ucapnya sambil tersenyum.


"Apa kakak punya rencana?" ucapnya kembali sambil menatap kakaknya yang mulai berpikir.


Kakak akan memikirkannya, saat ini biarkan anak buah kita mengumpulkan informasi dulu setelah itu kita bergerak.


*****

__ADS_1


__ADS_2