2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
26. Mengintai


__ADS_3

Hampir satu bulan pencarian Raya tak membuahkan hasil, Gio merasa frustasi memikirkan Raya.


Ia yang baru kembali dalam perjalanan bisnis keluar negeri baru saja menginjakkan kakinya di bandara.


*****


Gio berharap Rayden bisa menemukannya. Malamnya ia menuju apartemen Rayden.


Gio memencet bel tak lama pintu apartemen Raiden terbuka, ia langsung masuk dan mendudukkan dirinya di sofa.


"Kenapa tuh muka lecek banget?" ucap Raiden pada gio sambil mengambil minuman dingin untuknya.


"Bagaimana apa kamu menemukan sesuatu?" tanyanya pada Raiden.


"Ya aku berhasil menemukan sesuatu, saat ini hadis itu masih berada di Jakarta.


"Aku menyuruh pengawal mengikutinya?" tapi ia selalu berhasil lolos dari pantauan.


"Aku belum berhasil menemukan di mana ia tinggal?" ungkap Raiden menjelaskannya.


Kurasa aku menemukan lawan bermain yang seimbang, aku tak menyangka selain adikku ada juga orang yang bisa menjadi tandingan ku.


Rayden menjelaskan sambil tersenyum.


"Iya, tak salah aku menyukainya" jawab Rio datar.


Ck, decak Rayden.


"Aku akan telepon pengawal dulu!" sambungnya lagi.


Rayden menutup ponselnya saat anak buahnya memberikan informasi.


Ada info, saat ini gadis yang kamu cari berada di klub X2.


Entahlah apa yang dikerjakannya, yang pasti dia sedang memantau seseorang. Jelas Rayden lagi.


"Baiklah kirim lokasi, aku akan segera ke sana" jawabnya langsung bergegas keluar.


"Thanks bro" ucapnya sambil berteriak.

__ADS_1


X2


Ditengah kebisingan, Raya berada didalamnya.


Ia berada disudut ruangan seorang diri, mengawasi seseorang yang menjadi targetnya.


Salah satu anak buah Nick yang sedang melakukan negosiasi dengan kliennya.


Dari jauh, seseorang tersenyum mengamatinya. Gio mendekatinya menarik tubuh Raya hingga berdiri dan memeluk kuat dirinya.


Raya terkejut tak bisa menghindar, saat ada tangan yang memeluk erat.


"Ra, aku merindukanmu!" ucapnya lirih dengan perasaan senang tak mau melepaskan pelukannya.


"Sebulan lebih aku mencarimu, kamu membuatku tersiksa Ra" ucapnya putus asa.


"Giii..o" lirihnya terbata mengurai pelukannya.


Tapi Gio kembali mengeratkan pelukannya.


Sebentar saja Ra, aku masih rindu jangan dilepas dulu.


Raya membiarkan Gio memeluknya, ia juga merindukan sosok pria yang sudah beberapa kali menyelamatkannya.


Tanpa sadar sudah singgah ke dalam hatinya.


Raya menghirup aroma tubuh Gio dan membalas pelukannya.


Saat mereka terhanyut dalam pelukan, target yang Raya incar pergi.


Raya melepaskan diri dan berlari mengejarnya, tapi Gio menarik tangannya.


Raya berhenti dan menatapnya.


"Apa yang kamu lakukan disini Ra?!" ucapnya kemudian.


"Gio, maaf aku lagi ada kerjaan" ucap Raya berbalik melangkah pergi.


"Apa pekerjaan itu penting sampai kamu mengabaikan ku?" ucapnya tegas dengan menahan amarahnya.

__ADS_1


Baru beberapa melangkah, Raya berhenti dan berbalik.


"Raya menatapnya lama, langsung mengangguk".


"Iya, saat ini itu yang terpenting karena menyangkut keluargaku" teriaknya sambil menghapus air matanya.


Setelah semua urusanku selesai, aku akan menemuimu.


Bukan maksudku mengabaikanmu, tapi ini memang penting.


Maaf aku harus pergi, ia berbalik dan pergi meninggalkan Gio.


"Aku mencintaimu Ra, aku peduli padamu tapi kamu menyakiti hatiku Ra" teriak Gio emosi.


Raya menghentikan langkahnya saat mendengar teriakan Gio.


"Maaf Gio, setelah semua selesai aku akan datang untuk menemuimu" ucapnya dalam hati dan menjauh.


Raya melangkah pergi keluar dari klub. Ia mencari targetnya tapi kehilangan jejaknya.


"Ah da**" ucapnya sambil pergi.


Raya kembali ke apartemennya, karena merasa lelah ia meninggalkan mobilnya.


Ia memilih mencari taksi.


Gio yang ditinggalkan sendiri berdiri terpaku.


Ia memanggil pelayan dan memesan minuman beralkohol.


Gio mulai meminumnya, baru dua gelas ia teguk membuat kepalanya pusing.


Gio yang tak pernah minum alkohol langsung mabuk.


Ia berteriak-teriak memanggil Raya.


"Raya, Raya..." teriaknya sambil meminum langsung dari botol.


Tega kamu Ra..

__ADS_1


*****


__ADS_2