
"Aku akan menolongmu Cha dan juga calon baby mu, walaupun nyawaku taruhannya aku tidak menyesal. Untuk menebus semua perbuatan yang telah aku lakukan terhadapmu Cha" ucapnya serius sambil mengelus perut yang masih rata itu.
*****
Rara terkejut mendengar penjelasan dari Leon.
"Apa Leon, aku hamil?" tanyanya meyakinkan kembali pendengarannya.
"Iya Cha, kamu hamil apa kau tidak tau?" ucapnya lagi.
Rara menggeleng pelan, ia tak percaya apa yang terjadi dengannya.
"Aku mendengar percakapan uncle juga anak buahnya Cha, dia jahat Cha dia yang ternyata membantai semua keluarga ku.
Aku menyesal Cha, sering menyakitimu.
Maafin aku Cha" ucapnya sambil menggenggam tangan Rara.
Aku bodoh sudah dimanfaatkan selama olehnya, hanya karena berambisi aku bahkan menyakiti orang yang aku cintai, sambungnya lagi lalu mencium tangan Rara.
"Apa Leon, dia juga membantai keluarga mu?" tanya Rara terkejut.
Leon mengangguk lemah.
Aku akan berusaha mengeluarkan mu dari sini Cha.
"Hm, bolehkah aku memeluk mu Cha?" ucapnya berharap.
"Iya Leon, kemarilah!!" jawabnya dan Leon langsung memeluk lalu menangis sesenggukan hingga Rara menepuk pundaknya pelan.
Pintu terbuka dan masuklah Nick dengan menyeringai dan tatapan tajamnya.
"Wah, apa ada pertunjukan yang terlewatkan buatku!!" senyum nya sinis melihat mereka.
__ADS_1
Mereka melepaskan pelukannya saat terdengar pintu terbuka yang ternyata adalah Nick dan beberapa pengawalnya.
Rara benar-benar muak melihat Nick yang dulu ia anggap sebagai penolongnya ternyata seorang ibl** yang tega menghabisi keluarganya.
"Leon pergilah, aku ingin berbicara dengannya!!." perintahnya tanpa mau dibantah.
"Tapi uncle? aa..aku, belum sempat Leon meneruskannya anak buah Nick sudah menyeretnya keluar.
"Pengawal, ikat dia ke kursi itu?" perintahnya.
Setelah tubuh Rara terikat, Nick mengambil kursi dan duduk didepan Rara.
"Raya Chaniago, apa kabar? ternyata kamu tidaklah lemah seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Berapa banyak nyawa yang kau punya? Hah !!" ucapnya penuh penekanan.
Kau tau, kalian ada dalam tanganku saat ini jadi kau tidak bisa macam-macam.
"Kalian? maksudmu? " tanya Rara heran.
"Kau tidak tau atau pura-pura tak tau? kau mengandung anak siapa sampai kau tak tau bahwa kau hamil?" ucapnya mengejek.
"Apa mau mu sebenarnya brengs**?!" tanya nya geram menahan amarahnya.
"Wow pertanyaan bagus !! tapi gak usah marah-marah, kasian anakmu didalam sini!!" ucapnya sambil mengusap perut rata Rara.
Rara hanya bisa memejamkan matanya dan mengumpat dalam hatinya saat tangan Nick mengusap perutnya.
"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu" teriaknya.
Hahhaaa..
Kenapa? kau berharap kekasihmu yang akan menyentuhmu?
Kau tau, apa yang aku rencanakan? hah.
__ADS_1
Sebentar lagi kakak kesayangan mu dan juga kekasihmu itu akan datang kesini.
Aku akan menyiksa mereka tanpa mereka bisa melawan.
Kau tahu, harta yang disembunyikan orangtuamu sangatlah banyak bahkan sampai tujuh turunan pun tak akan habis.
Sepuluh tahun lebih aku mencari keberadaannya, sampai saat ini tak menemukan apapun.
Tapi hanya peta dan petunjuk yang aku dapat, sedangkan untuk membuka itu semua aku membutuhkan kunci.
Kau memang Bangs**! teriaknya
Sumpal mulutnya itu, perintah Nick.
"Bos, target sudah ada dibawah!!" ucap anak buahnya bisik-bisik tapi masih bisa didengar Rara.
"Tembak mereka jangan sampai mat*"ucapnya lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan itu.
Rara pun memelototkan matanya dan menggeleng.
Rayden dan Gio yang sudah sampai dengan lokasi yang dikirim, mereka segera turun dari mobil setelah mempersenjatai dengan beberapa jenis pistol tak lupa mereka juga memakai baju anti peluru.
Satu tembakan mengarah ke mobil mereka dan mereka berlari mencari tempat perlindungan.
Baku tembak pun tak dapat dihindari lagi.
Saat terjadi baku tembak, kesempatan Leon untuk menolong Chaca.
Ia mengendap-endap ingin ke ruangan yang ditempati Chaca, tapi ia melihat ada penjaga yang berada di depan pintu.
Leon menghampirinya dan Dor, ia menembak mat* penjaga itu.
*****
__ADS_1