2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
45. Bab 45


__ADS_3

Happy Reading 😊


Petang itu mereka menjadikan pertemuan untuk saling melepas kerinduannya.


Mencari kenyamanan dalam kehangatan tidur mereka.


*****


Dilain tempat


Rayden pergi meninggalkan mansion keluarganya, ia mengendarai mobilnya sendiri. Hari ini ia ada janji bertemu dengan Tobi beserta bawahannya.


Ditengah jalan Raden menghentikan kendaraannya ke tepi karena ponselnya bergetar.


"Katakan"!


Baru beberapa detik setelah menjawab panggilan, Rayden mematikan dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Setelah sampai ditempat yang dijadikan markas sementara Tobi beserta bawahannya, Rayden bergegas masuk kedalam.


"Tuan"! ucap Tobi menundukkan kepalanya.


Tobi merogoh saku celana dan mengeluarkan 3 flashdisk dan langsung memberikannya pada Rayden.


Ternyata kamu cepat bergerak Tobi, tidak salah adikku memilihmu.


Terimakasih atas pujiannya Tuan, ucapnya lagi.

__ADS_1


Semua yang Tuan cari ada dalam flashdisk.


Mereka orang-orang yang Anda cari.


Saya juga sudah mengumpulkan orang-orang kita yang berada di Aussie untuk mengadakan Rapat Darurat Tuan.


"Terimakasih Tobi atas kerja kerasnya selama ini." Ucapnya tulus pada Tobi dan menepuk bahunya pelan.


"Tuan jangan sungkan, itu sudah tugas saya." Jawabnya tegas.


Rayden duduk dan membuka flashdisk yang diterimanya dari Tobi untuk melihat isi didalamnya.


Ketika mata Rayden yang fokus melihat dan memperhatikan laptop itu, suara dering ponselnya berbunyi.


Rupanya Rara menghubunginya.


"Kak Adyen dimana? cecarnya pada Rayden.


Kakak, Rayden terdiam bingung mau jujur tapi terbayang keadaan Rara dan Gio saat ini tidak baik-baik saja.


"Kakak, kak Ayden masih bisa denger kan?" ucapnya lagi dan membuat Rayden tersadar dari lamunannya.


"Ah, iya Ra kakak denger." jawabnya gugup dan ia menghela napasnya.


Kakak ada sesuatu yang harus dikerjakan, masalah urgent jadi tidak bisa ditunda lagi Ra.


"Apa yang terjadi selama kami dirawat kak?" tanyanya serius dan membuat Rara curiga ada masalah besar.

__ADS_1


Kak Ayden jangan berbohong apalagi menutupi kebenarannya.


"Ra dengerin kakak, banyak masalah yang terjadi?" setelah kakak mengadakan meeting darurat sama Tobi dan pengawal bawah yang ada di Aussie, kakak akan berbicara pada kalian.


Kakak sudahi dulu, ia pun memutuskan panggilan sepihak.


Tapi kak? Kak Ayden!! teriaknya frustasi memanggil kakaknya.


Tanpa Rara sadari, Gio yang mengikuti Rara setelah tidurnya tak nyenyak karena Rara tak berada di sampingnya turun dari kasur dan ingin mendekati Rara yang ternyata sedang berbicara dengan Rayden melalui sambungan telepon.


Ia menghentikan langkahnya dan mendengar semua pembicaraan mereka.


Dimarkas sementara yang kini Rayden berada sedang melakukan Rapat secara visual dengan pengawal bawah yang berada di Aussie.


Mereka diperintahkan Rayden untuk mengikuti dan mengintai pergerakan Nick yang saat ini sudah diketahui keberadaannya.


Rayden yang sudah melihat isi flashdisk yang diberikan Tobi membuatnya harus segera bertindak. Ia tak mau banyak korban yang berjatuhan akibat dendam Nick yang tak pernah usai.


Rayden harus memecahkan kode yang dimaksud Nick sebagai harta kekayaan keluarganya yang bahkan Rayden sendiri tidak mengetahuinya.


Kunci untuk membukanya saja Nick sudah mencarinya selama bertahun-tahun pun tak menemukannya.


Rayden menghela napasnya, memijit pelipisnya saat tiba-tiba merasa pusing.


Sedangkan uncle Rio harapan satu-satunya Rayden untuk bertanya saat ini juga sedang ditawan bahkan disiksa Nick.


Ia tidak bisa istirahat dengan tenang apalagi tidur nyenyak saat mengetahui orang-orang terdekatnya menjadi tawanan Nick.

__ADS_1


*****


__ADS_2