2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
43. Titik Terendah


__ADS_3

Happy Reading 😊


Perasaan apa ini.


Pertahanan Gio hancur, ia lelah dan hilang kesadarannya.


Tuan..


Panggil Tobi yang menahan tubuh Gio agar tak terjatuh.


Dokter, Dok..


*****


Gio pun mendapatkan perawatan, tubuhnya terpasang infus.


Tobi mengatur ruangan itu dijadikan satu dengan Nona nya.


Saat ia akan pergi, ia mendengar ponsel Gio bergetar.


Tobi melihat kontak pemanggilnya ternyata Rayden, ia pun langsung mengangkatnya.


Sebelum Rayden berucap, Tobi langsung bicara.


Maaf Tuan Rayden, Tuan Gio dirawat dikamar VIP lantai 4 RS Xt bersama Nona Rara.


Rayden yang mendengarnya terkejut.


Saya akan kesana, ia pun segera menutup panggilannya.


Selang 5 menit Rayden datang dengan menggunakan kursi roda.


Tuan ucap Tobi menundukkan kepalanya.


Anda? tanya Rayden mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


Saya Tobi, bawahan Nona Rara.


Apa yang terjadi dengan mereka?


Sebenarnya ada masalah Tuan?! Tobi pun menceritakan semua yang terjadi hingga penangkapan orang terdekat dan juga musibah yang menimpa Tuan Carter.


Masalah perusahan yang terjadi hingga tewasnya Leon yang saat ini masih berada di rumah sakit.


Rayden yang mendengar semua juga terkejut, berarti selama ini Nick sudah merencanakannya begitu rapi.


Iya Tuan, selama ini hanya untuk pengalihan saja.


Agar tujuan sebenarnya bisa ia dapatkan, sudah lama saya mengikutinya dan ia belum juga menemukan petunjuk untuk membuka harta kekayaan keluarga anda Tuan.


Tuan, Nona selama ini menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi.


Mungkin itu yang memicu pikiran Nona dan membuatnya drop saat ini.


Maaf Tuan, jadi bagaimana selanjutnya. Saya akan menunggu perintah dari Tuan. Saya tidak mungkin membebani Nona mengatakan semua yang terjadi sekarang.


Tetap perintahkan orang untuk mengikuti Nick.


Tetap jalankan rencana Rara sebelum kejadian ini terjadi.


Jika Rara percaya denganmu aku pun percaya, 2 hari lagi temui aku.


***


Rara, Gio dan Rayden saat ini sedang berada di pemakaman umum.


Daddy Aron juga Leon dikuburkan masih dalam satu kawasan.


Mereka mengantar kepergian Daddy-nya dengan tangisan.


Gio dan Rayden bersimpuh menangis di pusara Daddy nya, Rara mendekati kedua lelaki itu dan mengelus kedua bahu mereka dengan lembut.

__ADS_1


Gio menengok Rara dan memeluknya dalam diam.


"Ayo kita pulang, kamu pasti lelah sayang." ucapnya kemudian dan mereka semua pergi kembali ke mansion keluarga Chaniago yang sudah tidak lama ditempatinya.


Untuk sementara Gio tidak ingin kembali ke mansion utamanya yang mengingatkan kenangan bersama Daddy nya.


Akhirnya Rayden memilih menempati mansion keluarga nya untuk mereka tempati bersama.


Mansion keluarga Chaniago dijaga pengawal terlatih dan terpercaya yang dipekerjakan oleh Uncle nya.


Dan yang pasti keamanan sulit ditembus musuh sekalipun.


Kalian istirahatlah dulu, Kakak masih ada yang harus diurus.


Rara yang tau maksudnya pun mendekati kakaknya, dia memeluknya erat.


Kak Aden jangan pergi, Rara ga mau kakak kenapa-kenapa.


Rayden tersenyum menanggapi adiknya yang selalu manja dengannya.


Adik, kak Aden cuma mau ke apartemen ada yang tertinggal disana.


Kakak akan bawa pengawal, jadi jangan khawatir kakak akan baik-baik saja kakak janji.


Rara mengangguk dan melepaskan pelukannya.


Gio jagalah adikku, sambil melangkah pergi.


Gio menggenggam tangan Rara menuju kamar yang dulu Rara tempati. Kamar yang sama sekali tidak berubah.


Mereka masuk, terjadi kecanggungan diantara mereka.


Tangan Rara belum juga terlepas dari genggaman tangan Gio, tiba-tiba Gio memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Rara dan..


*****

__ADS_1


__ADS_2