
Didalam mobil yang dikendarai Ben, ponsel Rayden berbunyi.
Ia mengernyitkan dahinya, no tak dikenalnya menghubunginya.
"Siapa" tanyanya ragu.
*****
"Siapa" tanyanya ragu.
"Tuan, saat ini nona Rara berada di pelabuhan saya akan kirim lokasi" jelasnya langsung menutup panggilannya.
Ada kabar apa? tanyanya serentak.
Rara ada di pelabuhan, seseorang telah mengikutinya dan mengirim lokasi keberadaannya. Apa Nick lagi dalangnya?
"Aku butuh laptop, apa kalian membawanya?" tanya Rayden tegang.
"Aku hubungi pengawal, kita menepi disini?" ucap Ben menepikan mobilnya lalu menghubungi pengawalnya.
Aarggh...
"Dam* , apa ini jebakan? kita tak menyangka dia mengalihkan perhatian kita padahal sasaran sebenarnya Rara.
Putar balik, kita langsung ke pelabuhan." Ucap Gio tanpa berpikir.
"Jangan gegabah Gi!?" ucapnya Ben.
"Iya, kita tunggu laptopnya dulu aku akan melacak Rara? Ucap Rayden tenang.
__ADS_1
"Ah tapi nyawa Rara dalam bahaya lagi" Hiks, ucap gio sedih.
Hingga ponsel Rayden berbunyi, no yang disembunyikan.
Rayden langsung mengangkatnya.
"Apa kabar Rayden Chaniago? masih inget dengan suara ku? kamu tidak bertanya adik kecil kesayanganmu?" ucap Nick tertawa senang.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan? Apa salah keluargaku hingga kau ingin menghancurkannya?" heran Rayden dengan sikap dinginnya.
"Kau tidak bertanya dengan adikmu apa salah keluargamu?" hahaha tawanya terbahak.
Temui aku dengan Gio Carter berdua, jangan bawa siapapun atau anak buah kalian jika masih sayang nyawanya.
Nick langsung memutuskan panggilan secara sepihak detik berikutnya notifikasi berbunyi.
"Gio kita harus pergi nyawa Rara dalam bahaya!!. Ben turunlah jangan ikuti kami. Nick memintaku untuk datang bersama Gio jadi kita harus bergegas." ucap Rayden menjelaskan.
"Dua jam kami tidak kembali, hubungi uncle Rio!" perintahnya lagi.
"Iya baiklah, kalian hati-hati" ucap Ben sebelum mereka pergi.
Dilain tempat
Nick membawa Rara ke sebuah gudang tua yang sudah disulap menjadi markas utamanya, ia sudah mengetahui bahwa beberapa markas yang berada di Jakarta sudah diserang oleh beberapa mafia yang salah satunya dipimpin oleh Gio.
Tapi markas yang berpusat di Aussie, Nick belum mengetahui kabarnya karena anak buahnya tidak ada yang memberi laporan.
Nick tidak akan melepaskan Gio begitu saja, ia akan menggunakan Rara karena kelemahannya berada pada gadis itu.
__ADS_1
"Bos, semua anak buah sudah dipersiapkan bahkan kita juga meletakkan beberapa sniper tersembunyi diatas gedung." Ucap tangan kanan Nick menjelaskan.
"Jangan sampai gagal, jangan menembak gadis itu dia sangat berharga saat ini.
Gadis itu sedang hamil jadi dia tak bisa berbuat banyak, jangan sampai musuh terbunuh. Aku akan menyiksa merek karena sudah menghancurkan kerja kerasku!!" terangnya sambil tertawa senang.
"Dan untuk Leon, jika ada kesempatan bunuh dia. Dia sudah tak berguna lagi bahkan selalu menghalangi rencana ku !!" ucapnya lagi.
"Baik Bos" jawabnya patuh.
"Apa Leon juga tidak mengetahui siapa dalang yang membunuh keluarganya Bos?" tanya tangan kanan Nick.
"Dia itu terlalu bodoh, dia terobsesi ingin memimpin geng ini tapi tak bisa berbuat apapun dia kita manfaatkan saja tida tau!" jelas Nick menertawakan kebodohan Leon.
Tanpa sengaja Leon mendengar semua percakapan Nick, ia mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
Bangs**, ibl** lihat saja apa yang bisa aku lakukan, umpat Leon dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Leon diam-diam pergi ke ruangan Raya, ia membuka pintu dan mendekati Raya yang hanya berbaring di ranjang.
"Cha ?"panggilnya lirih hingga membuat Rara membuka matanya.
"Cha, maafin aku cha! selama ini bodoh hanya karena ambisiku ingin menjadi pemimpin geng membuat ku buta dalam semua hal" sesal Leon sambil mengusap rambut Chaca.
"Leon, kau kenapa?" jawabnya heran.
"Aku tau apa yang direncanakan Nick, dia ternyata yang sudah membunuh semua keluarga ku" sambungnya lagi dengan perasaan sedih.
"Aku akan menolongmu Cha dan juga calon baby mu, walaupun nyawaku taruhannya aku tidak menyesal. Untuk menebus semua perbuatan yang telah aku lakukan terhadapmu Cha" ucapnya serius sambil mengelus perut yang masih rata itu.
__ADS_1
*****