2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
35. Penculikan


__ADS_3

Halo Raya, Nick menarik kursi yang berada didekat ranjang nya sambil tersenyum menyeringai.


Dibelakangnya menyusul Leon yang menatap penuh kerinduan pada Raya.


Walaupun ia sudah dilukai Raya, tetap saja perasaan saat bersama dulu tak bisa dihilangkan begitu saja.


*****


Rara sama sekali tidak terkejut dengan kedatangan Nick, ia tau cepat atau lambat pasti Nick bakalan datang mencarinya lagi.


"Lihatlah dirimu Raya,kau sama sekali tak bisa melawanku.


Kau itu lemah dan kau bisa melihat semua yang berhubungan dengan dirimu akan aku hancurkan mereka !!" teriak Nick menggebu-gebu.


Rara hanya diam dan sesekali ia mengepalkan tangannya.


POV Rara


Rara mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Tobi laporkan apa yang terjadi." tegas Rara.


"Nona, Nick sudah tau keberadaan nona dan saat ini mereka akan menemui anda. Saya sudah menyuruh pengawal untuk mengejar kakak juga kekasih nona, mereka dalam pantauan.


Untuk Tuan Rio, ada perusahaan cabang yang sedang dalam masalah besar nona." terang Tobi melaporkan semuanya.


"Lindungi kak Kesya dan jaga keamanan" ucap Rara serius.


"Tapi nona, saya tidak bisa meninggalkan anda. Nick pasti akan menemui anda dan saya tidak bisa membuat anda dalam bahaya lagi" jawab Tobi tegas.


"Dengar, Nick tidak akan melepaskan kakak ku juga Gio. Mereka pasti membuat jebakan, saat ini lindungi kak Kesya setelah aman baru cari aku dan kabari kakak ku." Jelas Rara memberikan perintah.


"Lakukan sekarang" ucapnya lagi menutup dan mengakhiri panggilannya.


Rara membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya, hingga tak lama pintu ruangannya terbuka dan mendengar kegaduhan diluar.


__ADS_1


Leon mendekati Rara dan mengelus pipinya, ia tersenyum memandang Raya.


"Cha aku merindukanmu" Ucapnya perhatian.


Chaca hanya menatap Leon sendu.


Nick yang melihatnya hanya diam dengan raut muka dingin.


Bangs** Leon, dia bisa menghalangi semua rencana ku. Aku akan menghabisinya saat ada kesempatan, batin Nick dengan seringainya.


Ia memerintahkan anak buahnya melakukan rencananya untuk membawa Rara.


"Pengawal, lakukan sekarang dan cepat bereskan" perintahnya tegas.


"Uncle, apa yang uncle rencanakan ? jangan sakiti Chaca lagi Uncle" tanya Leon menahan pengawal mendekat.


Leon, jangan bikin aku marah. Biarkan mereka melakukan pekerjaannya, setelah itu dia milikmu dan terserah apa yang ingin kau lakukan dengannya.


Ucapnya memerintah.


Ia bertekad akan menolong Chaca bagaimanapun caranya.


Tanpa perlawanan karena kondisinya belum pulih Rara hanya pasrah saja, hingga beberapa menit matanya memberat dan terpejam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilain tempat


"Nick tak ada disini" geram Rayden.


"Geledah semua tempat" perintah Gio pada anak buahnya.


Ditengah situasi itu, ponsel Ben bergetar, Dia menggeser tombol hijau.


"Halo, laporkan" perintah Ben.


"Tuan, Rumah Sakit diserang dan Nona tidak berada ditempat" terangnya takut-takut.

__ADS_1


"Apa? apa yang kalian kerjakan semuanya? teriak Ben emosi.


"Lacak dan cari sampai ketemu" perintahnya dan menutup panggilan.


"Apa yang terjadi?" tanya mereka serempak.


Ben melihat mereka. Rara hilang Ray, kemungkinan diculik Nick.


Anak buah kita semuanya dilumpuhkan, Nona Kesya tak ada ditempatnya juga.


"Apa?" jawab mereka terkejut.


Rayden segera menghubungi Uncle Rio. Rayden khawatir adiknya dalam bahaya lagi.


"Uncle dimana? Rara diculik dan Nona Kesya tidak ada ditempat" ucapnya saat Rio mengangkat panggilannya.


"Apa? uncle ada di perusahaan cabang, terjadi masalah internal.


Tapi uncle juga sudah memperketat keamanan Rara!!" jawabnya Rio.


"Uncle kembali sekarang, kalau ada kabar hubungi Uncle" ucapnya lagi mematikan sambungan.


"Bagaimana?" tanya Gio khawatir.


Uncle berada di cabang, aku akan mencoba mencarinya.


"Bos, semua ruangan kosong" ucap ank buah Gio yang menggeledah semua ruangan.


"Kita pergi, kita cari Rara aku ga mau mereka kenapa-kenapa!" ucap Gio bergegas pergi.


Didalam mobil yang dikendarai Ben, ponsel Rayden berbunyi.


Ia mengernyitkan dahinya, no tak dikenalnya menghubunginya.


"Siapa" tanyanya ragu.


*****

__ADS_1


__ADS_2