
Happy Reading 😊
Gio terkejut saat sebuah pistol mengarah di kepalanya, ia refleks mundur dan terdiam.
Jangan bergerak kalau tak ingin mati.
*****
Lempar senjata mu ke samping dan angkat tanganmu, cepat.
Gio melempar nya kearah samping, dan mengangkat tangannya ke atas.
Ikat dia, bawa ke hadapan bos pasti bos senang kita bisa menangkapnya.
Salah satu anak buah Nick maju ke arah Gio ingin mengikat tangannya tapi dengan cepat Gio langsung menyerang dan melawannya.
Perkelahian pun tak dapat dihindari dengan tidak imbang dua lawan satu tapi tidak membuat Gio mundur.
Gio yang menguasai beladiri langsung membuat anak buah Nick kewalahan.
Seketika mereka tumbang tak berdaya, Gio mendekat dan menarik kerah salah satu anak buah yang kesakitan karena patah tangannya itu.
Dan satunya lagi sudah tak sadarkan lagi.
"Dimana Rara, dimana wanita yang kalian bawa?" teriaknya tak terkendali.
"Cepat katakan,atau peluru ini menembus kepalamu!!" ancamnya menarik pelatuknya.
"Dilantai 4, tolong jangan tembak aku tuan?!!" takutnya terbata-bata memohon.
Gio langsung memukul tengkuknya hingga pingsan. Ia langsung naik menuju lantai 4.
Dilain tempat, masih dilantai 3 Nick dan beberapa pengawal pilihannya sengaja menghadang Rayden yang akan menyelamatkan Rara.
Rayden masuk kedalam ruangan, ia mengelilingi tempat itu karena didalam ruang itu terdapat tumpukan kardus yang sudah berdebu dan kotor.
Saat berbalik dan akan keluar pintu ruangan itu terkunci dari luar, Rayden yang sadar dibelakangnya ada seseorang dia langsung berbalik badan dan bergerak cepat menghindar.
__ADS_1
Pengawal Nick saat ini terlihat lebih besar badannya dan tegap daripada yang sebelum mereka habisi.
Ck,
Wah tak ku sangka kuakui ternyata kau hebat sama seperti adikmu, ucapnya bertepuk tangan.
Tapi sayangnya kau sama sekali tak bisa melindunginya dari dulu tawanya mengejek.
Rayden yang melihatnya masih bersikap tenang, ia pun membalas perkataan Nick dengan santainya.
"Oh ya, aku tak bisa melindungi adikku karena aku tau kalau adikku mampu dan cukup cerdik bisa melawanmu." balasnya tersenyum miring.
Dan kau tau, kau sudah tua untuk melawan kami yang masih muda ini, tenaga mu bahkan sekarang gak sekuat dulu lagi lanjutnya tertawa senang melihat Nick mengeratkan rahangnya.
"Aku tak tau apa yang menjadi alasan kau menargetkan keluarga ku ?" ucapan nya memikirkan sesuatu.
Tapi tak mungkin karena asmara yang terjadi antara orangtuaku dengan dirimu membuatmu berambisi menculik adikku.
Tepat sekali, kau tau harta keluarga kalian yang tersembunyi.
Rayden pun ikut duduk berhadapan dengan jarak yang tak begitu dekat, hanya meja sebagai penengah mereka.
Kau tak mengetahui harta tersembunyi itu?? katanya menyindir.
Sepuluh tahun aku mencarinya, dan mendapatkan petunjuk tapi sayangnya aku belum mendapatkan kunci untuk membuka teka teki itu.
Yang pasti Harta yang ditinggalkan orangtuamu tak pernah habis tujuh turunan.
Hahaha..
Huh..
Tak pernah kusangka, selain tamak ternyata kau suka sesuatu yang berhubungan dengan keluarga ku.
Hm, apa segitu cintanya kau dengan bundaku sampai kau berambisi untuk menguasai semuanya.
Ucapnya penuh penekanan.
__ADS_1
Kau, kau sama breng***nya dengan ayahmu.
Aku muak kenapa tidak dari awal aku membun** kalian semua. Ucapnya sengit sambil mengebrak meja.
Harusnya kau yang mati, manusia seperti dirimu lebih pantas disebut sam***.
Memang pilihan Bundaku benar sudah memilih Ayahku daripada kau pembunuh. Teriaknya tak bisa mengendalikan lagi emosinya dan berdiri menunjuk wajahnya dengan jarinya.
Ah breng***, makinya semakin menjadi.
"Serang dia, kasih pelajaran karena sudah menghinaku !!" perintahnya pada anak buahnya.
Buat dia mengemis, berlutut meminta ampun padaku. teriaknya lagi ke anak buahnya.
"Never" tegas Rayden bersiap menyerang.
Rayden pun bertarung melawan anak buah Nick, tiga lawan satu dengan tangan kosong.
Dengan mudahnya Rayden berhasil membuat musuh tumbang hingga Nick mengerahkan lima anak buahnya sekaligus.
Rayden masih bisa mengimbanginya walau ia juga terkena pukulan,tapi tak membuat dirinya tumbang. Ia menyerang anak buah Nick membabi buta dengan tendangan ataupun pukulan yang mengenai titik kelemahan mereka.
Hingga satu persatu mereka tumbang.
Rayden juga Nick terkejut saat suara tembakan terdengar dari luar gedung disekitar pelabuhan.
Saat itu juga Nick mengeluarkan senjata dan menembakkan ke arah dada Rayden.
Dor.. dor.
Dua tembakan menembus dada Rayden.
Dor, satu lagi tembakan diarahkan ke bagian paha Rayden dan dengan cepat hanya mengenai kakinya membuat Rayden terjatuh.
Nick segera meninggalkan tempat itu.
*****
__ADS_1