2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
21. Indonesia


__ADS_3

Gio yang merasakan lelah langsung naik ke ranjang Raya, ia ikut merebahkan tubuhnya menyamping dan menatap gadis cantik ini.


Gio tersenyum dan perlahan menutup matanya.


Dua jam tertidur, ia terbangun saat merasakan pergerakan di sampingnya.


Gio memencet tombol samping bed, beberapa saat dokter beserta perawat datang memeriksa kondisi Raya.


*****


Raya membuka matanya dan masih terlihat kesakitan.


Dokter mengecek kondisinya saat ini, Raya diperbolehkan pulang sampai pulih keadaannya.


Gio yang mendengar penjelasan dokter hanya menyimaknya.


Selesai memeriksa dokter segera berpamitan.


"Dok, bisa bicara sebentar" tanya Gio.


"Baiklah tuan" ucap dokter sopan.


Kita berbicara diluar saja, agar pasien bisa beristirahat.


"Mari, silahkan" katanya lagi pada Gio.


"Iya dok" jawabnya sambil mengangguk.


Gio menjelaskan ke dokter yang rencana akan memindahkan perawatan Raya ke Rumah sakit lain.


Gio berunding dengan dokter soal keadaan Raya.


Dokter berpikir dan mengangguk,


"Begini Tuan, kita cek kondisinya besok kembali apakah keadaan pasien memungkinkan atau tidak" ucap dokter.


Selesai berbicara dengan dokter, Gio masuk dan melihat Raya yang memejamkan mata.


Ia mendekat duduk di sebelah Raya.


Ia memegang tangannya dan mengelusnya, Raya yang merasa ada yang menyentuhnya segera membuka mata.

__ADS_1


"Terimakasih sudah menyelamatkanku" lirihnya pelan.


"Maaf sudah membuatmu repot" ucapnya tulus.


Gio tersenyum lalu mengangguk.


"Bagaimana lukanya? apa masih sakit?" tanya Gio.


"Masih terasa sedikit" jawabnya bersuara pelan.


"Semoga semakin membaik dan cepat segera pulih, aku akan membawamu serta ke negara ku." gumamnya pada Raya.


"Membawaku?" tanyanya bingung.


"Maaf, tapi aku tak bisa pergi denganmu" tolak Raya.


"Kita tak sedekat itu, dan kamu tidak mengenalku?" ucapnya lagi.


"Raya Aurora kita sudah saling tau luar dalam bahkan kita juga menghabiskan malam bersama, apa kamu lupa itu?" ucap Gio meledek.


Bahkan kamu yang inisiatif, memaksa ku, mencumbu serta ingin me..me.


"Stop, jangan teruskan lagi!" ucapnya malu.


Raya yang mendengar itu langsung menutup wajahnya dengan tangannya. Ia benar-benar malu tak bisa mengendalikan dirinya.


Gio yang melihatnya, tersenyum geli dengan tingkah Raya yang menggemaskan.


"Apa kamu malu Ra?" tanya Gio penasaran.


Raya terkejut dan langsung membuka tangannya saat Gio memanggil nama kecilnya. Hanya keluarganya yang tau nama panggilannya dan juga kakaknya.


Raya sedih, ia jadi teringat keluarganya yang sudah meninggalkannya.


Tanpa sadar air matanya menetes, dan Gio yang melihatnya langsung mengusapnya dan mencium sudut matanya.


Raya diam terpaku atas perlakuan lembut Gio, jantungnya tiba-tiba berdebar.


Ia tak menyangka diperlakukan manis oleh seorang pria yang baru ditemuinya.


"Kenapa menangis" ucapnya lembut sambil mengusap rambutnya.

__ADS_1


"Jangan terlalu baik sama aku" lirih Raya.


"Kenapa"ucap Gio lagi.


"Aku bisa salah mengartikannya" gumamnya pelan tapi masih bisa di dengar Gio.


"Aku bisa jatuh cinta nanti" lanjutnya pada Gio.


"Tapi aku sudah jatuh cinta padamu" ucap Gio tersenyum senang.


"Secepat itukah?" tanya Raya kaget.


"Aku rasa begitu" katanya lagi sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Raya yang masih pucat.


Gio menciumnya dan Raya membalas ciumannya.


Raya memejamkan matanya saat bibirnya menempel, gio ******* menyesapnya dengan rakus dan sangat intens.


Seketika Gio melepas ciumannya saat melihat wajah Raya tampak memerah dan hampir kehabisan nafas.


Raya segera mengatur nafasnya.


Raya aku mungkin terdengar egois, tapi jujur saja saat aku bersamamu berada di dekatmu aku merasa nyaman dan hatiku selalu berdebar.


Mungkin ini terlalu cepat tapi aku ingin kamu berada di sampingku, menjadi bagian dari hidupku.


Aku ingin membawamu ke negara ku, aku akan lupakan semua masalah yang telah kamu lakukan.


"Maksudmu apa?" aku tak mengerti, ucapnya lirih.


Raya, kamu lupa sudah menyebabkan perusahaan ku mengalami kerugian.


Kamu tidak ingat, kamu sudah membobol keamanan data perusahaan di Indonesia?


"Maksudmu Carter grup perusahaan mu?" tanya Raya terkejut.


Gio tersenyum, lalu mengangguk.


Kita ke Indonesia saat kondisimu pulih.


Raya hanya melongo mendengarnya.

__ADS_1


*****


__ADS_2