2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
6. Kehidupan Baru 2


__ADS_3

"Caca mengangguk".


Sebelum berangkat Nick meminta segala fasilitas yang diberikan Caca waktu di Jepang. Di sini tak ada yang gratis.


Nick berubah menjadi kejam dihadapan Caca.


POV Rayden.


Setelah mengalami kecelakaan, Rayden yang tersadar dari koma selama lebih dari 2 bulan. Ia terbangun melihat sekelilingnya berwarna putih. Ia melihat perawat yang menjaganya dan bergegas memanggil dokter untuk memeriksa Rayden.


Perawat yang bertugas menjaganya menghubungi seseorang untuk segera datang, karena pasien telah sadar.


Dua puluh menit, seseorang datang. Ia orang yang membawa Rayden ke RS dan datang bersama putranya.


Selesai memeriksa, dokter berkata bahwa keadaan pasien stabil dan menunggu sampai benar-benar pulih keadaannya.


Keluarga Carter yang telah menyelamatkan Rayden dan membawa ke RS. Ia juga menyelidiki apa yang telah menimpa Rayden tapi sampai saat ini orang suruhannya belum mendapatkan apa-apa.


Selama 3 bulan dirawat, Rayden di perbolehkan pulang karena sudah benar-benar sehat. Aron Carter(38) membawa Rayden kembali ke Indonesia. Saat berobat ke Singapura Aron yang telah menjaganya.


Disinilah Aron mulai membangun bisnisnya lagi yang akan dikelola putranya saat besar nanti.


Aron Carter memiliki dua orang anak. Gio Putra Carter dan Dealova Putri Carter. Sang istri meninggal saat melahirkan Dea kecil. Saat ini Dea masih menempuh pendidikan di negara A.


Rayden, Gio, Saski, Dea dan Ben tumbuh bersama-sama.


Rayden yang kala itu berusia 15 tahun, menjadi pendiam dan tertutup saat kecelakaan yang dialami. Tapi Saski selalu menghibur dan menemani kala Rayden sedih. Saski tak pernah bosan dekat dengan Rayden.


Untuk melupakan kejadian itu, Rayden kecil menyibukkan diri dalam berbagai kegiatan saat sekolah.


Terbukti sekarang dia sukses dalam karirnya, di usianya yang masih muda 25 tahun ia mampu mendirikan firma hukum tanpa bantuan Daddy Aron.


Ia juga bekerjasama dengan Gio membangun usaha kafe yang sudah tersebar di kota J.


10 tahun berjalan,

__ADS_1


Saat ini usia Rayden 25 tahun. Ia menjadi pengacara yang cukup ditakuti. Di satu sisi ia juga mencari bukti-bukti kasus yang menimpa keluarganya, tapi anehnya kasusnya ditutup setelah tak ada bukti kejahatan. Hanya terdapat data yang menyatakan bahwa itu kecelakaan tunggal akibat kelalaian dalam berkendara.


Saat ini, semua tengah berkumpul di salah satu kafe. Setiap akhir pekan mereka semua menyempatkan untuk bertemu.


Gio seorang CEO yang mengelola bisnis keluarga bersama Ben sang asisten sekaligus tangan kanan sang mafia pun datang terlebih dahulu. Setelah itu pintu terbuka, muncullah Rayden.


Pria es ini berjalan menghampiri keduanya, "sudah lama?"


Baru tiba juga, mana si centil ? kalian ga datang bersama.


Apaan sih, masih banyak kerjaan mungkin. Kerjaan apa ? godain dokter atau pasien-pasiennya yang ganteng itu.


Ha ha ha, mereka semua tertawa meledek. Tepat pintu terbuka muncullah gadis yang mereka bicarakan, kalian menertawakan apa? "Buru-buru mereka terdiam". Awas aja ngomongin aku, sambil mengerutkan bibirnya.


Saski seorang Dokter, ia memilih menjadi Dokter Bedah di RS milik keluarga. Ia menjadi centil saat berada di dekat pujaan hatinya.


Saski yang melihat Rayden, segera mendekat dan menghampirinya. Ia ingin memeluk Rayden, tapi baru saja akan mendekat Rayden dengan cepat menghindar.


Gio dan Ben langsung tertawa terbahak melihat tingkah mereka, yang satu es dan satu lagi agresif. "Ha ha ha ha", tawa mereka terpingkal-pingkal.


"Bisa diam enggak? , mau sepatu ku melayang ".


"Jangan" seru mereka.


Rayden yang melihat tingkah konyol mereka, diam-diam mengangkat sudut bibirnya. Ia tahu kalau Saski menyukainya begitupun Rayden yang sebenarnya bahagia berada di dekatnya. Ia terlalu gengsi untuk mengungkapkannya.


"Ih kenapa sih, honey?" aku itu kangen banget sama kamu, Pesan ku saja ga pernah kamu balas. Sesibuk itukah kamu?.


Ga adakah perasaan mu kepadaku? "ih ga ada pria yang yang menolak ku kecuali pria bodoh " ucap Saski.


Huek, Gio dan Ben yang mendengar nya pengen muntah apa yang di ucapkan Saski. "Ah, apa sih rese kalian".


Ya udah buktikan saja ucapan mu itu, cari pria mana yang mau sama kamu dan kenalkan ke kita semua. Ya kan Rayden.


Rayden yang dipanggil pun menoleh, tanpa sadar Ia berkata jangan mencarinya.

__ADS_1


Semua kompak melihat ke arah Rayden.


Wah, es mulai mencair be, ledek Gio.


Saski langsung mencium pipi Rayden. Rayden menatap Saski dan mata mereka saling mengunci.


Keduanya merasakan debaran di jantung mereka.


Halo, teriak Ben membuat keduanya sadar dan jadi salah tingkah.


Wah, kalian bikin para jomblo ngiri aja.


Hahahaha, mereka tertawa bersama.


Selanjutnya mereka membahas masalah kerjaan dan Gio yang seorang ketua mafia pun membahas ada permasalahan yang terjadi di dalam markasnya.


Ada penyusup yang berani masuk membobol data penting tentang pembuatan virus.


Anak buah Gio yang handal dalam meretas belum berhasil mengembalikan data pentingnya.


Baru kali ini ia merasa kecolongan, ia meminta bantuan Rayden untuk membantu memulihkan datanya.


Dan Rayden menyanggupi permintaan Gio untuk datang ke perusahaannya besok.


Rayden dan Gio tidak tinggal satu mansion, tapi mereka memilih tinggal di apartemen mereka sendiri.


Walaupun Daddy nya menyuruh untuk berkumpul, tapi Daddy nya tak ingin memaksa. mereka tau bahwa Daddy Aron sendirian di mansion.


Rayden terlihat diam melamun, Saski mendekat dam memeluk lengannya dan bersandar sambil mengelus tangannya. Rayden membalas memegang tangan Saski.


Gio dan Ben melihat dan bertanya apa yang terjadi ?, Rayden mengembuskan napasnya pelan dan mulai bicara.


"Aku mencari bukti dan mengumpulkan semua informasi yang aku dapat tentang kecelakaan 10th lalu, aku yakin kejadian itu memang pembunuhan berencana. Tapi saat aku melapor ingin membuka kasusnya ternyata kasus sudah ditutup dan selesai.


__ADS_1



*****


__ADS_2