
"Maaf uncle, saya Gio Carter" ucap Gio memperkenalkan dirinya.
Apa uncle yang selama ini memerintahkan anak buah uncle untuk mengikuti Rara? tanyanya lagi.
"Iya benar, karena keluarga Chaniago selalu dalam bahaya".
*****
Sesaat ponsel Gio berbunyi, ia terkejut mendengar laporan anak buahnya.
Gio menatap Rara yang masih belum sadar akibat efek obat bius. Ia mengecup keningnya dan berpamitan.
"Ray titip Rara, markas ada masalah !" gumamnya pelan.
"Apa ada hal serius?!" ucap Rayden.
"Markas tiba-tiba diserang, banyak anak buah yang terluka tanpa persiapan" ucapnya datar.
"Aku ikut" tawar Rayden.
"Uncle tolong jaga Rara, Ayden mau bantu Gio!" ucapnya lagi.
Sebelum mendapat jawaban dari uncle nya, Kesya menyela.
"Tuan, biar Rara saya yang menjaganya" ucapnya sungguh-sungguh.
"Baiklah nona Kesya, saya berterima kasih karena nona mau menjaga adik saya" ucap Rayden menundukkan kepalanya.
"Jangan sungkan Tuan" ucapnya sopan.
"Apa butuh bantuan Uncle?!" tanya Rio pada mereka.
__ADS_1
Untuk sementara uncle jagain Rara, dia belum siuman uncle. Nanti kalau ada apa-apa Ayden kabari.
"Kami pergi uncle" ucap mereka serempak.
"Kalau terjadi apa-apa, segera hubungi kami!" ucapnya lagi.
Uncle Rio mengangguk, ia lantas menghubungi seseorang.
Selidiki apa yang terjadi, laporkan semuanya. Jangan lupa kirim pengawal dan sniper diam-diam, ikuti dan lindungi mereka.
Kesya yang mendengar percakapan Rio menoleh dan menatapnya.
"Apa tuan mencurigainya?" tanyanya penuh selidik.
"Panggil aku Rio, Kesya?!" ucapnya penuh penekanan.
Tap..i, baiklah Rio. Gumamnya lirih.
Iya, selama ini aku mengikuti Nick. Aku rasa ini ada sangkut pautnya dengannya.
Dalam perjalanan menuju markas, Gio bergegas melajukan kendaraannya dengan cepat.
Ia tak menyangka ada yang berani menyerang markasnya, mengetahui tempat persembunyian.
Sesaat setelah sampai, mereka melihat markas dalam keadaan berantakan. Banyak anak buahnya yang terluka dan tewas ditempat.
Ben melihat kedatangan Gio dan Rayden lalu mendekatinya.
Separah ini keadaannya, gimana bisa terjadi. Kenapa musuh bisa masuk? tanya Gio dengan tangan terkepal.
Ada yang memberikan obat tidur ke dalam makanan anak buah kita, saat obat bereaksi mereka menembaki anak buah kita tanpa ada persiapan.
__ADS_1
Ucap Ben menyerahkan iPad nya dan membuka sesuatu.
Kita keruangan, sebelum melangkahkan kakinya Gio berhenti.
"Obati mereka yang terluka, kirim jasadnya ke keluarganya dan berikan santunan." Perintahnya pada Andre, pengawal handalnya.
Andre yang mendengar perintahnya menundukkan kepalanya.
Gio, Rayden dan Ben yang berada diruang rahasia sedang membahas dan merencanakan sesuatu.
Mereka akan menyerang balik markas Nick yang berada disini, Gio yang sudah tau pun tidak membuang-buang waktunya.
Ia juga akan menghancurkan markasnya yang berada di Aussie.
Bawahannya yang berada di Aussie semua adalah pengawal pilihan yang handal.
Semuanya dikerahkan disana, sedangkan yang disini Rayden akan meminta bantuan Uncle Rio.
Rayden menghubungi Unclenya untuk meminta bantuan dan disanggupi Unclenya.
Malam ini mereka semua bergerak cepat akan menghancurkan Nick.
Gio,Rayden bersama dengan Ben langsung mengeksekusi markas yang selama ini jadi tempat persembunyian Nick dan anak buahnya.
Terjadi suara tembakan yang saling berbalasan, mereka menembaki musuh yang menyerangnya.
Berkat bantuan pengawal Unclenya, penyerangan itu selesai dengan cepat.
Tapi mereka tak menemukan Nick.
Mereka tidak tau, kalau Nick juga merencanakan sesuatu untuk menculik Rara yang saat ini masih berada di Rumah Sakit.
__ADS_1
*****