2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
4. Crash


__ADS_3

"Rara takut kak Aden, melihat Rara menangis Aden langsung memeluknya dan menenangkannya".


Bella yang melihat Kenan terdesak, segera mengambil pistol yang sengaja ia sembunyikan. Ia segera mengarahkan pistol itu ke arah roda mobil di depannya. Dengan cepat, dan tepat sasaran peluru itu mengenai mobil yang ada di depannya dan menabrak pembatas jalan. Kenan dengan cepat menghindar dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh. Jalan yang dilalui sepi dan kiri kanannya banyak jurang dan bebatuan.


"Kak Aden, pasang sabuk pengaman kalian dan peluk selalu Rara".


"Iya Bunda, jawab Aden".


Good boy, senyum Bella.


Dalam situasi seperti ini Bella tidak boleh panik, karena akan membuat kedua anaknya menjadi tambah takut.


"Ayah hati-hati, mobil mereka mengejar dan satu mobil berada di samping kanan".


Dengan gerakan cepat, Kenan juga menembakkan pistol dan tepat mengenai kepala sopir yang berada di samping mobil Kenan. Mobil itu terguling dan jatuh ke jurang, masih tersisa empat mobil di belakang.


"Sedangkan musuh semakin mendekat mereka menembaki mobil Kenan. Hingga peluru itu mengenai bagian punggung Bella dan kaca mobil belakang pecah mengenai anak-anaknya". Rara semakin histeris menangis karena melihat kakaknya, Aden mengeluarkan darah di bagian kepalanya.

__ADS_1


Aden yang terkena pecahan kaca hanya diam menahan sakitnya.


Kenan yang menyadari sang istri diam pun berteriak memanggilnya. "Sayang, bangun !!."


Hingga mobil Kenan ditabrak dengan keras dari belakang, sampai mengakibatkan mobil terguling dan jatuh ke jurang.


Di dalam mobil yang terguling, Rara kecil shock dan terpental dari mobil, sedangkan Aden yg sudah pingsan karena memeluk adiknya terpental jauh dan jatuh ke dalam sungai dengan arus yang deras.


Ayah dan Bundanya terjepit badan mobil dan seketika mobil meledak. Rara yang masih bisa melihatnya dari jauh itu lama-lama menutup matanya.


Melihat kecelakaan itu, tak ada kemungkinan untuk selamat.


Mereka turun menggunakan alat safety, dan melihat mayat didalam mobil yang meledak. Dari jarak yang agak jauh mereka melihat ada anak kecil, ketika di dekati ternyata masih bernafas. Anak buah Nick segera membawanya ke RS dan melaporkan kejadian itu.


Dengan tergesa Nick menuju RS, dan langsung menuju ruang operasi. Anak buahnya membawa ke ICU untuk mendapatkan tindakan. Setelah 2 jam menunggu, pintu ruang operasi terbuka.


Seorang dokter melepas penutup kepalanya, terlihat wajah kelelahannya.

__ADS_1


"Bagaimana operasinya Dok ?''.


Untuk lebih jelasnya, saya akan menerangkan di ruangan.


Mari ikut saya tuan, baru saja dokter melangkahkan kakinya pintu ruangan kembali terbuka. Brankar yang membawa tubuh Rara keluar, kepalanya terbalut perban putih.


Pasien akan dipindahkan ke ruangan perawatan intensif.


Nick berjalan mengikuti dokter menuju ruangannya, ia menarik kursi dan duduk di depan dokter.


"Maaf Tuan, operasi pasien berjalan lancar, tapi masih belum melewati masa kritis".


Kami masih harus memantau keadaannya, dan jika pasien bisa bertahan malam ini maka masa kritis bisa terlewati.


"Sebenarnya apa yang terjadi Dokter?".


Begini Tuan, kepala pasien mengalami benturan keras saat kecelakaan dan ada gumpalan darah di dalam otaknya. Otak kecilnya mengalami cidera dan terhimpit akibat tekanan. Benturan itu melukai semua bagian otaknya dan kemungkinan bisa mengalami amnesia dalam waktu jangka panjang. Untuk bisa mengingat lagi kemungkinan itu sangat kecil.

__ADS_1


Begitupun dengan Aden, ia mengalami benturan keras dan pecahan kaca di kepalanya saat mobil terguling dan jatuh terpental masuk ke dalam sungai. Beruntung Aden ditemukan masih bernyawa.


***


__ADS_2