
Saski mengatur napasnya pelan saat akan berbicara.
"Aku berhasil mengeluarkan pelurunya, saat ini keadaan belum stabil. Pelurunya tidak mengenai bagian vital dan beruntung kandungan Rara masih bisa diselamatkan walaupun sangat lemah" ucapnya panjang lebar.
"Apa, Rara hamil Saski?" ucap Gio tak percaya.
Aku jadi seorang Ayah, ungkapnya bahagia.
*****
Aku akan menjadi seorang Ayah. Di dalam perut Rara ada janinku.
"Apa yang sebenarnya terjadi Gio?" tanya Rayden penasaran.
Ceritanya panjang, itu terjadi saat di Aussie.
Gio pun menceritakan semua yang terjadi bersama Rara, saat ia tertembak dan dikejar mantan kekasihnya juga Uncle yang menolongnya ternyata dalang dibalik kecelakaan yang menimpa keluarganya.
Lebih parahnya lagi Rara menjadi pecandu obat-obatan.
"Aahh.." teriak Rayden.
"Bangs** dia, aku akan membun**nya dengan tanganku sendiri."
Gumamnya dalam hati.
ternyata dugaannya selama ini benar.
Ia mengepalkan tangannya. Dia sudah bergerak kesini, aku ga bakal mengampuninya.
"Aku akan membantumu" ucap Gio menepuk pelan bahunya.
"Kita juga bantu" ucap Ben Saski serempak.
"Terima kasih, kalian mau bantuin aku" jawab Rayden tulus.
__ADS_1
"Apa sudah boleh melihatnya, aku ingin menjaga Rara?" ucapnya parau.
"Biar aku yang menjaganya dulu" ucap Gio langsung menarik tangan Ben dan bergegas pergi dari ruangan Saski.
Gio memberikan waktu buat mereka berdua.
Saski yang tahu maksud Gio pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia mendekat dan memeluknya, Rayden pun membalas pelukan itu.
Diruang VIP tubuh Rara masih dipasang berbagai macam alat medis, wajahnya pucat.
Teringat di dalam perutnya terdapat buah cintanya dengan Rara, Gio menggenggam tangannya.
Ben yang mendapatkan laporan dari anak buahnya langsung melaporkannya ke Gio.
"Ben, lacak keberadaan mereka disini." tegasnya dingin.
"Persiapkan senjata untuk menyerang markas mereka di Aussie, bila perlu hancurkan mereka jika melawan habisi saja" ucapnya lagi.
"Kirim pasukan bawah jika keadaan mendesak dan emergency." perintahnya lagi.
Beberapa menit setelah Ben pergi, pintu ruang perawatan Rara terbuka.
Muncul Kesya dan Rio yang langsung mendekati ranjang Rara.
"Maaf tuan, anda mengenal Rara?" tanya Rio menatap lelaki didepannya.
Sebelum Gio menjawab, mereka menoleh ke arah pintu yang terbuka.
Rayden dan Rio sama-sama terkejut.
"Uncle" panggilnya berjalan ke arah Rio dan memeluknya.
"Ayden" kamu benar masih hidup tanyanya terbata tangannya mengusap wajah Ayden.
"Iya uncle, maaf selama ini tidak menemui mu uncle.
__ADS_1
Rara uncle, dia melindungi ku uncle.
Harusnya biar aku saja yang terluka uncle.
"Semua sudah terjadi Ayden, Rara kuat dia ga mau kamu terluka" ucap Rio menghiburnya.
"Tapi ada keponakan Ayden Uncle dalam perut Rara" lirihnya lagi. ??Dia membahayakan nyawanya Uncle.
"Apa? Rara hamil?!" ucap Kesya terkejut.
Lalu bagaimana dengan kandungannya? sambungnya.
"Kandungannya lemah, pelurunya mengenai organ vitalnya." Ucap Gio menjelaskan.
Maaf anda siapanya Rara? tanyanya lagi.
"Aku Kesya, aku pengasuh yang menjaga Rara saat berada di Jepang.
Aku dulu salah satu bagian dari anak buah Nick.
Rayden dan Gio terdiam mendengar penjelasan Kesya.
"Semua yang terjadi adalah perbuatan Nick dan mantan kekasih Rara dulu." ungkapnya lagi.
"Bagaimana kamu tahu ini semua perbuatannya" tanya Ayden.
"Aku selalu mengikutinya, sejak mereka berada di negara ini.
"Maaf uncle, saya Gio Carter" ucap Gio memperkenalkan dirinya.
Apa uncle yang selama ini memerintahkan anak buah uncle untuk mengikuti Rara? tanyanya lagi.
"Iya benar, karena keluarga Chaniago selalu dalam bahaya".
*****
__ADS_1