2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
34. Tau Sesuatu


__ADS_3

Mereka tidak tau, kalau Nick juga merencanakan sesuatu untuk menculik Rara yang saat ini masih berada di Rumah Sakit.


*****


Rumah Sakit,


Rara terbangun, ia tersadar dan mengingat apa yang terjadi.


Kak, Rara haus!! ucapnya pelan.


Kesya yang melihat pergerakan ranjang Rara langsung mendekati dan memberikan air minum diatas nakas.


"Kakak, kak Ayden baik-baik saja kan?! tanyanya pada Kesya yang menemaninya dan Kesya pun menceritakan apa yang sedang terjadi saat ini.


"Kak, Uncle dimana? tanyanya lemah tapi masih bisa terdengar oleh Kesya. Apa mereka sudah memberi kabar?" tanyanya lagi.


"Belum ada kabar dari mereka, bahkan Uncle juga pergi tergesa tanpa mengatakan sesuatu?!" ungkapnya sambil menerawang.


Tapi tenang saja, kakak sudah menyuruh Tobi untuk mengikuti mereka. Ucapnya menjelaskan.


"Bagaimana kondisi mu saat ini Ra? Kita harus secepatnya pergi dari sini. Kakak merasa kita tak aman disini, walaupun keamanan disini diperketat tapi tetap saja Kakak yakin Nick beserta Leon bisa menemukan kita cepat atau lambat." sambung Kesya.


Iya kak,Rara hanya masih nyeri dan perut Rara sedikit kram.


Kakak panggil dokter dulu.


Kesya memencet tombol, dan beberapa menit dokter datang.


"Apa ada keluhan Ra?! tanya dokter yang ternyata Saski.


Rara menatap dokter itu, sesaat ia mengingat jika dokter itu orang dekat sang kakak.

__ADS_1


"Rara mengangguk dan tersenyum, perut saya agak kram dok?" jawabnya polos.


Saski memeriksanya lalu mengatakan kalau itu faktor dari kandungannya yang lemah, tapi keburu Kesya menghentikan pembicaraan Saski.


Saski mengernyitkan dahinya karena Kesya memberi kode agar diam dan tidak membicarakan ini dulu.


Itu efek pembiusan saat pembedahan yang masih terasa namun akan berangsur menghilang. Penjelasan Saski yang menurutnya masuk akal dan dengan terbata-bata mengatakannya.


Rara hanya mengangguk dan memicingkan matanya.


Rara yang menyadari sesuatu melihat mereka bergantian.


"Apa ada yang kalian sembunyikan, apa yang kalian coba tutupi dariku kak?!" tanya Rara mengintimidasi.


"Tidak ada Ra?" jawab Kesya gugup.


Rara tak langsung mempercayainya, ia pun hanya diam karena mendadak kepalanya pusing.


"Kepala ku tiba-tiba pusing, Dok!!" ucapnya lirih.


Makanlah dulu, setelah itu obatnya diminum, ucap Saski.


Kakak suapin ya, makan dulu biar cepat pulih.


"Iya kak" jawab Rara mengangguk, ia curiga dengan apa yang terjadi seakan-akan Kesya dan Dokter itu menutupi sesuatu.


Akan ku cari tau sendiri, pikirnya dalam hati.


Saski yang melihat interaksi keduanya terdiam dan sesaat ponselnya berbunyi.


Saya permisi dulu, kalau masih ada keluhan bisa panggil saya lagi.

__ADS_1


Kesya melihat Rara melamun, ntah apa yang dipikirkan Rara saat ini membuat Kesya mengurungkan niatnya memberitahukan bahwa saat ini ia tengah hamil.


Selesai makan, ntah kenapa Rara pengen makan spaghetti.


"Kak Kesya, Rara ingin makan spaghetti kakak bisa tolong belikan?


tanyanya memohon.


"Kamu tak apa, Kakak tinggal sendirian?" tanya Kesya memicingkan matanya.


"Tak apa kak, ada pengawal juga yang menjaga didepan.


Baiklah kakak pergi sebentar, kalau ada apa-apa hubungi kakak.


Kesya mengambil ponsel Rara yang ada didalam 5as kemudian menyerahkannya.


Kesya beranjak pergi mencari pesanan Rara.


Rara mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


Rara membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya, hingga tak lama pintu ruangannya terbuka dan mendengar kegaduhan diluar.


Rara yang masih lemas hanya bisa diam melihat kejadian saat pengawal yang menjaganya dilumpuhkan anak buah Nick.


Ia pasrah dengan kondisinya saat ini.


Halo Raya, Nick menarik kursi yang berada didekat ranjang nya sambil tersenyum menyeringai.


Dibelakangnya menyusul Leon yang menatap penuh kerinduan pada Raya.


Walaupun ia sudah dilukai Raya, tetap saja perasaan saat bersama dulu tak bisa dihilangkan begitu saja.

__ADS_1


*****


__ADS_2