
Happy Reading 😊
Nick keluar dari mobilnya, ia melihat Leon yang kesusahan keluar dari mobilnya yang terbalik. Saat Leon berhasil keluar, dengan teganya Nick menembaki tubuhnya.
"Ucapkan selamat tinggal pada dunia ini Leon!!" ucapnya tertawa senang kemudian menembak kepalanya.
*****
Leon yang sudah merasakan kesakitan hanya bisa pasrah saat Nick mengarahkan senjata kearah kepalanya.
Leon tak mampu bergerak lagi untuk menghindar tubuhnya benar-benar sudah tak bertenaga.
Dor..
Nick menembak kepala Leon, tapi yang terjadi peluru yang ditembakkan ke arahnya ditembak oleh seseorang yang Nick sendiri tak menyadari tembakannya meleset.
Leon menutup matanya saat tembakan dilesatkan.
Ia terjatuh dan menutup matanya.
Nick berbalik dan pergi meninggalkan Leon, sesuai rencana ia akan pergi ke Jepang karena markas utamanya sudah dihancurkan.
Katakan, ucapnya setelah beberapa detik menerima panggilan.
Good job, lakukan sesuai rencana, persiapkan penerbangan ku dan tarik kembali Khalia dari perusahaan Carter. Ucapnya mengakhiri panggilannya.
Langsung ke bandara, untuk sementara kita tinggalkan negara ini. Bawa semua tawanannya, perintahnya pada tangan kanannya.
POV Rayden
__ADS_1
Rayden hanya terluka pada kakinya yang tertembak, dua tembakan yang diarahkan ke dadanya tak mampu menembus baju anti pelurunya.
Ia selamat, setelah Nick meninggalkan ruangan itu Gio pun masuk menolong Rayden yang terkena luka tembak.
"Kamu baik-baik saja Ray?" tanya Gio khawatir melihat ada darah.
"Iya,aku hanya tertembak dikaki saja, bantu aku berdiri" pintanya mengulurkan tangan.
Gio kamu tidak mendengar bunyi tembakan diluar tadi?.
"Aku mendengarnya aku pikir Ben datang, tapi kenapa tak muncul juga !!" ungkapnya.
"Aku juga sudah berkeliling mencari Rara tapi ia tak ada disini?
Apa mungkin ada yang menolong Rara? tapi siapa? gumamnya dalam hati.
Kita pergi dari sini, ucap Rayden.
"Maaf Nona saya terlambat, target tertembak dan terluka parah.Mobil yang ditumpanginya terguling.
Saat ini saya berada di Rumah Sakit, Nona bersiaplah saya akan menjemput nona dalam waktu dua puluh menit."Jelasnya menutup panggilan tersebut.
Tobi langsung membawa Leon ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dokter.
Setelah kepergian Leon, Rara bergegas menghubungi Tobi dengan ponsel yang diberikan Leon untuknya.
Ia memerintahkan Tobi untuk mengawasi serta melindungi keselamatan Leon, meski Tobi enggan tapi dia tak bisa menolak perintah Rara yang sudah berjasa pada kehidupannya.
Dengan terpaksa ia mengikuti Leon, Tobi sengaja membiarkan Nick menabrak Leon. Ia mengangkat kedua sudut bibirnya, tersenyum miring melihatnya tertembak, itu balasan buat orang yang pernah menyakiti wanita yang aku cintai.
__ADS_1
Tobi diam-diam mencintai Nona nya, walaupun tak bisa bersama tapi ia senang berada di dekat Rara.
Bahkan ia akan menghabisi lelaki manapun yang menyakitinya tanpa ampun.
20 menit kemudian
Tobi menghentikan mobilnya didepan rumah sederhana yang ditempati Rara saat ini, ia mengetuk pintu rumah tersebut.
Tok..tok
Nona, keluarlah saya sudah disini. Pintu dibuka dari dalam dan muncullah Rara yang terlihat pucat.
Anda baik-baik saja nona?
Rara menatapnya sejenak, lalu ia mengangguk lemah.
Mereka menaiki mobil dan meninggalkan tempat itu.
Di tengah perjalanan ponsel Tobi berbunyi, anak buah yang ditugaskan menjaga Leon memberi kabar keadaannya saat ini.
Usai panggilan berakhir, Tobi terlihat ragu.
Ada yang mau kamu sampaikan? ucap Rara memicingkan matanya ke arah Tobi.
Tobi yang melihat dari kaca spionnya melihat Rara memandang ke arahnya bergegas menyampaikan laporan dari anak buahnya.
Maaf Nona, Tuan Leon tidak bisa diselamatkan.
Sedangkan ada berita baru, Tuan Aron Carter pemilik perusahaan Carter saat ini kritis.
__ADS_1
*****