2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
25. Perasaan Bahagia


__ADS_3

"Sebelumnya saya minta maaf Tuan, bolehkah kita berbicara empat mata saja" ucap Raya tegas.


Rio menyuruh sekretarisnya keluar ruangan, dan Kesya menyusul dibelakangnya.


Tinggallah Rio dengan Raya, hening sejenak dan Raya berhambur ke pelukan Rio.


Rio terkejut..


*****


Raya mengurai pelukannya.


Uncle Rio, ini Rara...


Raya menangis dan memeluk Unclenya.


Rio terkejut mendengar perkataan Raya, Rara benarkah kau Rara.


Iya uncle, aku Rara sambil membuka kancing atas kemeja yang dipakainya.


Raya mengikat rambutnya dan memperlihatkan sebuah gambar dibelakang lehernya.


Rio yang melihat, langsung memeluk dan menangis tak percaya melihat Raya masih hidup.


"Sayang apa yang sebenarnya telah terjadi?" kenapa baru menemui Uncle? tanya Rio mencecarnya sambil memeluk.


Uncle aku akan ceritakan semuanya, Rara menceritakan dari awal sampai ia mendapatkan ingatannya kembali.


Saat tau Nick penyebab kecelakaan yang terjadi, Rio mengepalkan tangannya menahan amarahnya.


Rio tidak menyangka jika Nick adalah dalang dibalik kecelakaan yang menimpa keluarga Chaniago. Saham perusahaan yang dikuasai dan dijual kembali semua juga akal busuk Nick.


Uncle, aku dan kak Kesya mempunyai rencana agar perusahaan tidak pailit.

__ADS_1


Banyak bawahan Nick yang masuk menjadi mata-mata di Perusahaan kita.


Raya mengeluarkan tiga flashdisk dan memberikannya ke unclenya.


Uncle, semua yang uncle butuhkan ada disini. Uncle bisa melihat kecurangan yang selama ini dilakukan anak buah Nick.


Uncle juga harus hati-hati, Nick juga mengincar uncle.


Iya, uncle tahu selama beberapa bulan ini ada yang mengikuti uncle.


Uncle juga sudah menyebar anak buah untuk jaga-jaga.


"Bagaimana kabar kak Ayden uncle, aku merindukannya" ucap raya sambil berkaca-kaca ingin sekali melihatnya.


"Ra, bukanlah Ayden juga menjadi korban tewas?" tanyanya terkejut saat Raya berkata seperti itu.


"Tidak uncle, kak Ayden masih hidup" tegas Raya yakin.


Aku menguping pembicaraan uncle Nick, bahwa ada pengacara handal yang berada di negara ini membuka kasus kecelakaan 10 tahun lalu.


Aku kira kakak bersama Uncle.


Tujuh tahun uncle mencari kalian, tapi bawahan uncle kesulitan mencari informasi tentang kalian seakan ada yang menutup rapat akses kalian.


Maafkan Uncle, saat itu telah menyerah karena tiba-tiba juga saham perusahaan telah berpindah.


Uncle tidak mau, kalau Perusahaan sampai jatuh.


Uncle juga tak menyangka, ada orang baik yang membantu Perusahaan.


Ra, sebelum uncle masuk kesini uncle berpapasan dengan seseorang.


Dia seorang pengacara juga, saat dia melewati Uncle ada perasaan yang tak asing.

__ADS_1


Uncle pernah menyelidiki latar belakangnya, tapi ga banyak yang uncle dapat.


Anak buah Uncle susah untuk mendekatinya, dan uncle hanya ingin memastikan ada tanda seperti dirimu.


Uncle yakin saat tak sengaja melihatnya berhenti di depan Mansion utama.


"Kalau begitu, biar Rara yang menyelidikinya uncle" ucap Raya menggebu.


"Apa uncle tahu siapa namanya?" tanyanya lagi.


Rio mengangguk, ia berkata saat ini dia orang yang hebat dalam segala hal.


Jadi Rio berpesan harus berhati-hati.


"Namanya Rayden Putra" jawabnya lantang.


Nanti Uncle kirim datanya ke ponselmu.


Raya mengangguk, dan memeluk Rio.


Uncle aku harus pergi, uncle harus selalu hati-hati.


Banyak anak buah bahkan pengawal dari dunia bawah dikerahkan. Uncle harus selalu bawa senjata.


Aku harus segera menemui kak Ayden secepatnya uncle.


Sampai jumpa uncle.



Tatto Rayden


Hampir satu bulan pencarian Raya tak membuahkan hasil, Gio merasa frustasi memikirkan Raya.

__ADS_1


Ia yang baru kembali dalam perjalanan bisnis keluar negeri baru saja menginjakkan kakinya di bandara.


*****


__ADS_2