
Raya berjalan keluar dan mengendarai mobilnya menuju hotel tempat ia akan menginap sebelum ke negara I.
Raya sudah tau kalau apartemen yang mereka tinggali sudah tak aman lagi. Ada orang yang sudah berhasil menemukan persembunyian mereka.
****
Tepat pukul sebelas malam, Raya masuk kedalam Klub.
Ia menuju kursi kosong dekat bartender, dan memesan air mineral dingin. Raya mulai mengamati sekitar dan orang-orang yang masuk sambil menunggu minumannya.
Klub yang selalu ramai tiap harinya, tempat berkumpulnya orang-orang yang membutuhkan hiburan atau pun menghilangkan penat setelah seharian bekerja.
Dari kejauhan Leon dan juga Angel melihat Caca. Untuk memastikannya Leon menghampirinya, Angel mengikutinya dan dengan licik dia merencanakan sesuatu untuk menjebaknya.
Angel menaruh sesuatu di minuman Caca, saat pelayan melewatinya.
"Caca" teriak Leon seakan tak percaya ada di depannya.
Ia ingin memeluknya, tapi dengan cepat Raya menghindar cepat.
"Ca" Aku merindukanmu Ca. Kembali Leon ingin memeluknya, tapi tangan Angel menariknya. " Apa-apaan Leon? " bentak Angel.
Aku hanya ingin memeluknya, apa yang salah ? Ucap Leon tak mau kalah.
Kamu ini kekasihku, jadi hargai aku? teriak Angel sebal.
Raya yang melihat drama mereka muak, ia beranjak tanpa meminum air pesanannya dan menyelipkan beberapa lembar uang. Tangan Leon menariknya dan langsung memeluk erat tubuh Caca. "Ca, aku merindukanmu?".
"Lepas Leon "teriak Raya, jangan sentuh aku.
Angel mendekat menampar Caca. "Dasar jala** " berani kau menggoda kekasihku?.
Leon langsung melepaskan Caca, Jaga kelakuanmu Angel ? Aku bukan kekasihmu, apa yang kita lakukan hanyalah bersenang-senang dan saling membutuhkan."Teriak Leon" pada Angel.
Leon, kau benar-benar breng***. "Umpat Angel".
__ADS_1
Raya memegang pipinya, dan membalas menampar Angel.
"Berani kau menamparku" bentaknya.
"Kau pikir aku tak berani? dulu aku sengaja diam, bahkan kalau aku mau, aku bisa menghancurkan karirmu". Ucap Raya.
Seorang Model terkenal menjadi Sugar Daddy, dan bahkan selalu menghangatkan ranjang teman seprofesinya. Sedangkan ia mempunyai kekasih seorang CEO perusahaan PW.
Banyak sekali skandal yang kau buat. "Ucap Raya menepuk pipi mulus Angel, sambil tertawa".
Kurang ajar kau, Ca ?
Apa kayak gitu kelakuanmu ? "tanya Leon sinis".
"murah** ".
Kalian benar-benar menganggu kesenanganku saja.
Kalian dengar, aku bukan Caca dan aku ga peduli mau kau kekasihnya atau cuma penghangat ranjangnya. Aku gak perduli. Bagiku kau tetaplah ja**** "Jelas Raya".
Angel geram, tangannya sudah diayunkan ke wajah Caca degan cepat ia menangkapnya dan menepis tangan Angel secara kasar lalu pergi.
"Hari ini kamu selamat Ca, tapi tidak besok-besok" gumamnya lirih.
Leon mengejar Caca, tapi kehilangan jejaknya saat keluar dari klub. Rencana Raya berantakan akibat dua manusia luknut itu.
Raya kembali ke hotel. Ia harus masuk klub lagi besok, Raya tak suka klub karena itu bukan dunianya. Tempat itu terlalu berisik.
Disisi lain,
Kedatangan Gio dan Ben disambut anak buahnya, mereka langsung ke villa keluarganya.
Gio yang masih ngantuk, masuk kamar dan melanjutkan mimpi indahnya.
Begitu juga Ben, karena waktu masih menunjukkan pukul 3 dini hari.
__ADS_1
Mereka bangun saat sarapan pagi, selesai makan Gio memerintahkan kaki tangannya ke ruang kerja.
Gio akan menyusun rencana untuk menangkap orang yang berani mengusiknya.
Anak buah Ben di perintahkan ke tempat alamat yang didapatkan Rayden.
Mereka harus bergerak cepat karena Gio hanya mempunyai waktu 5hari.
Malam hari di klub..
Gio dan Ben mengunjungi klub untuk bersenang-senang, walaupun hanya duduk menikmati musik.
Mereka tak suka minuman keras.
Di sudut ruang itu, Raya tengah duduk menikmati Tall drink sambil mengamati pengunjung yang keluar masuk.
Tanpa ia sadari Angel dan beberapa pengawal Nick yang menjaganya, memberikan obat perangsang ke dalam minuman Raya.
Angel akan menjebaknya dan menangkapnya. Ia ingin membalas perbuatannya kemarin.
Raya yang duduk semakin gelisah, ia merasa kepanasan.
"Ah **** " gumam Raya lirih sambil menahan sesuatu.
Siapa yang berani mengerjai ku ?.
Raya menahan hasratnya dan bergegas ke lantai atas, ia tahu ada dua orang mengikutinya.
Saat bersamaan Gio dan Raya pun berpapasan, Raya menarik tangannya dan berkata pada Gio.
"Tolong aku, ada orang yang ingin melukaiku" ucap Raya sambil gelisah.
Gio yang melihat ada sesuatu yang aneh pada Raya, langsung mengangguk. "Baiklah, kita bisa sembunyi di atas" jawab Gio.
Dua orang suruhan Angel pun kehilangan jejak mereka dan kembali ke tempat Angel dan mendapatkan amukan Angel.
__ADS_1
*****