2Hati 1Cinta

2Hati 1Cinta
44. Dag Dig Dug


__ADS_3

Happy Reading 😊


Gio menggenggam tangan Rara menuju kamar yang dulu Rara tempati. Kamar yang sama sekali tidak berubah.


Mereka masuk, terjadi kecanggungan diantara mereka.


Tangan Rara belum juga terlepas dari genggaman tangan Gio, tiba-tiba Gio memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Rara dan..


*****


Tangan Rara belum juga terlepas dari genggaman tangan Gio, tiba-tiba Gio memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Rara dan memeluknya erat.


Gio menghirup aroma tubuh Rara yang bisa membuatnya betah berlama-lama dan sangat menenangkan.


Sangat lama mereka berpelukan mencurahkan semua perasaan rindunya yang tertahan karena banyak masalah yang terjadi.


Gio melepaskan pelukannya dan beralih mengelus pipi mulus Rara dan mengecup bibir Rara sekilas.


Jantung Rara berdebar dengan perlakuan Gio padanya.


Ia menunduk malu dan menjadi salah tingkah, a-aku bersih-bersih dulu badanku lengket semua. Ia sampai terbata-bata berbicara dengan Gio, ia pun berlalu pergi masuk kamar mandi.


Gio yang melihat Rara salah tingkah dengan pipinya memerah membuatnya tersenyum, ia sedikit terhibur dengan tingkah laku Rara.


Gio menunggunya di ranjang Rara, karena merasa lelah ia pun mencoba memejamkan matanya.


Ia merasakan kenyamanan dan belum sempat memejamkan matanya pintu kamar mandi terbuka menampilkan Rara yang terlihat segar dan cantik alami.


Gio mendekati Rara yang berada didepan meja rias, aku bantu mengeringkan rambut ya.

__ADS_1


Merasa senang dengan perhatian yang diberikan Gio, Rara mengangguk pelan.


Melihat Rara terlihat kelelahan, Gio pun mempercepat kegiatannya dan mengajak Rara beristirahat.


Ayo kita tidur, kamu terlihat lelah sekali.


Rara menurut mengikuti Gio yang sudah naik ke atas kasur.


Rara yang gugup, karena tak terbiasa tidur dengan lelaki.


Sini Ra ucap Gio sambil menepuk-nepuk kasur yang disebelahnya.


Rara mendekat dengan rasa canggung,


Ra biasakan begini ya, aku akan selalu tidur memeluk kalian seperti ini sayang.


Gio pun langsung mencium keningnya lama hingga turun mengelus pipinya dan terakhir mengecup lembut bibir Rara yang sudah menjadi candunya, melepas semua rindunya.


Tanpa sadar Rara menghirup wangi maskulin tubuh Gio, aku menyukai wangi tubuhmu sayang. gumamnya lirih tanpa sadar mengucapkannya didepan Gio.


Benarkah sayang? ucap Gio mengelus rambut Rara.


Rara tersadar dengan ucapannya dan berbalik membelakangi Gio, ia malu menatap wajahnya.


Gio tersenyum dan kembali memeluknya dari belakang, menyusupkan kepalanya di ceruk leher Rara menikmati aroma tubuhnya mengendusnya dan membuat tanda stempel kepemilikannya.


Rara menahan suaranya agar tidak keluar, Gio..


Ia merasa jantung dan perasaannya dag dig dug saat berada di dekat Gio yang notabennya Ayah dari bayi yang dikandungnya.

__ADS_1


Ah, Gio perutku.


Tiba-tiba Rara merasakan perutnya sedikit kram.


Gio terkejut dan menghentikan kegiatannya ia langsung membalikkan tubuh Rara.


Kenapa sayang ? perutnya kenapa ?


Perutku sedikit kram.


Ia langsung mengelus perut Rara yang masih terlihat rata, apa masih sakit ? tanyanya lembut sambil terus mengusap perutnya.


Rara menggeleng, mendingan Gio itu membuatku nyaman.


Aku akan panggilkan dokter.


Jangan Gio, begini lebih baik usap perutku ya. Pintanya sambil memegang tangan Gio.


Lama- kelamaan membuat Rara keenakan dan memejamkan matanya.


Gio tersenyum, menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


Ia memandangi wajah cantik Rara dan mencium keningnya.


Ia nyaman dan merasakan ketenangan saat berada didekat Rara dan juga calon buah hatinya. Lama kelamaan ia ikut memejamkan matanya sambil memeluk erat tubuh Rara.


Petang itu mereka menjadikan pertemuan untuk saling melepas kerinduannya.


Mencari kenyamanan dalam kehangatan tidur mereka.

__ADS_1


*****


__ADS_2