A Bond

A Bond
bab 1


__ADS_3

selamat membaca


semoga kita semua sehat selalu


*


*


*


"Hai, namaku intan Wahyu illahi, baguskan namaku?! aku biasa di panggil intan. Sedikit tentang keluargaku yang sederhana ya. aku memiliki satu orang abang, kami beda 6 tahun namanya Geno, dia mempunyai tunangan dan sudah berkerja di salah satu bank swasta di kota sebelah. Dia ini adalah orang yang selalu bisa aku andalkan tentunya setelah ke dua orangtuaku, ayah dan mamaku berkerja sebagai pegawai Negari sipil (PNS), eh tapi jangan tanyakan kenapa panggilan untuk ke dua orang tuaku itu berbeda dengan yang lain,entahlah karena aku juga tidak tau asal usulnya begitupun dengan abangku. kira-kira kalian tau?!. coba kalian cari tau ya!!

__ADS_1


"Dek, kamu yakin mau pindah kemari?! Geno abangku menatap penuh keraguan setelah beberapa saat yang lalu menatap sekeliling tempat dan menilainya.


"iya!" aku mengangguk mantap sambil mengambil kardus yang berisi buku-buku pelajaran yg tergeletak berserakan di lantai.


"Abang, sedikit ragu lho karena ini kos bebas campur cewek dan cowoknya, kenapa sih kamu pilih disini padahal rekomendasi dari Abang dan nindi banyak yang bagus lebih bagus dari ini ungkap Geno.


"Abang please, bang kasih aku kepercayaan dan kebebasan karena aku ini udah gede" ujarku dengan wajah yang pura-pura memelas agar dia mau percaya terhadap pilihanku kali ini.


"Padahal seingat Abang kamu ini introvert yang nggak suka dengan kebebasan", ucap Geno lagi.


"Abaaaaang"...please jangan seperti ayah dan mama ya!! aku ini udah dewasa dan udah kuliah berikan sedikit aja kebebasan untuk adikmu ini jawabku lagi dengan puppy eyes.

__ADS_1


Memang sih aku rasa abangku dengan ke dua orangtuaku sedikit berlebihan kerena memang dari kecil hidupku lurus-lurus saja sesuai keinginan mereka, bisa di bilang aku adalah anak yang patuh dan anak yang baik lho. ketika saat aku mengungkapkan ingin kuliah agak jauh dari mereka sontak mereka sedikit melarang di awal-awalnya, tapi aku terus merengek serta kerena keegoisanku dan dengan alasanku ngekost di tempat ini selain dekat dengan kampus agar tak mendapat jam malam agar tak sering telat pulang karena tugas maka mereka akhirnya menyerah dengan syarat aku harus satu kampus kak nindi yaitu tunangan abangku Geno.


"Jadi tenang aja bang, aku akan menjauhi Sumber masalah dan nggak akan pernah berurusan dengan penghuni kos yang aneh-aneh. aku akan cuma kuliah,pulang dan tidur,kuliah,pulang dan tidur ujarku menyakinkannya".


"Iya-iya baiklah" Geno mendengus dasar bawel sambil mencubit pipiku yang rada-rada cubby.


Sebenarnya alasanku memilih kos ini adalah kamarnya yang bersih, fasilitasnya juga lumayan lengkap serta dapur dan kamar mandinya di dalam terus tak kalah menariknya pemandangan dari arah balkon lantai dua ini sangat indah dan romantis menurutku sih sebab kalau malam hari bisa menatap kerlap kerlip lampu-lampu kota. "beuhh", oke nggak tuh?!


"kalau begitu Abang mau balik ke kantor lagi masih ada yang mau di periksa sambil menatapku. jika ada sesuatu hubungi Abang atau nindi terus jangan keluyuran dan jangan lupa makan!", Gani menoleh sebelum benar-benar hilang dari balik pintu dan tentu saja aku jawab dengan anggukan serta senyum yang sangat manis.


Ragga D'Lory 🥰🥰

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2