
*selamat membaca
*semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
"Stop..stop.. berhenti!! Aku berteriak pada alexsander yang sedang mengemudi. Mungkin karena terkejut dia menghentikan mobil mendadak, "why?!" Dia menoleh tak mengerti. Aku berdecak sebelumnya membuka pintu mobil dan berjalan ke arah minimarket yang ada apotiknya, meskipun hari ini dia bikin aku jantungan tapi melihat wajahnya yang lebam-lebam membuat naluriku ketidaktegaanku muncul, ya setidaknya sebagai ucapan terima kasihku atas pertolongannya yang membawaku ke rumah sakit waktu itu dan sebagai penyesalanku karena membuatnya di skors.
" Diam, jangan banyak bicara" kataku setelah kembali masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingnya. Dia sedikit terkejut ketika aku membawa Betadine, steril water dan kapas serta beberapa barang penting lainnya untuk mengobati luka.
__ADS_1
" Gue enggak yakin" decaknya tapi menurut saja menghadapkan mukanya padaku. Aku diam tak ambil pusing tanganku masih sibuk mengolesi lukanya dengan Betadine, "gue tau Lo dendam sama gue" gumanku ketus tapi gue benar-benar nggak habis pikir kalau Lo ngajakin gue ke tempat yang....aku berdecak malas untuk melanjutkannya.
" Tempat kotor" alexsander menyambungnya. Jadi apa Lo pengen gue bawa ke hotel dari pada tempat seperti tadi?! Reflek aku menekan lukanya dengan keras membuat dia mengerang kesakitan.
Berurusan dengan sesuatu melanggar hukum?! Dengusku itu bukan kepribadianku. gue itu anak baik-baik asal Lo tau rasanya mau mati berdiri tau nggak tadi itu ucapku makin ketus.
Alexsander tersenyum sinis, jadi Lo nggak suka sesuatu yang menantang seperti tadi?!
" Of course, No!!" Jawabku cepat.
" Lo tau kan akibatnya kalau tertangkap?! Kataku kemudian.
" Paling juga di penjara" ucapnya santai.
__ADS_1
" Gue bukan manusia yang suka menantang adrenalin kayak tadi dengusku. Iya,iya gue salah sama lo yang udah ganggu kehidupan lo tapi gue mohon jangan balas dendam ke dengan cara seperti tadi itu enggak lucu kataku lagi sambil memejamkan mata karena malas berdebat lalu menyadarkan kapalaku ke kursi mobil agar sedikit nyaman.
" Hening sesaat"
" Dia tidak menjawab, baguslah setidaknya dia menyadari berarti dia juga salah dengan membawaku ke tempat tadi.
" CUP!!" Aku terperanjat membelalakan mata yang terpejam. Benda kenyal dan dingin beraroma mint itu sempurna mendarat di bibirku. " Kalau balas dendamnya seperti ini gimana?!" Ucap suara bariton itu.
" Oh, Astaga!! Demi apa!!! Dia menciumku".
"Duniaku benar-benar lurus saja, aku belum pernah melakukan hal-hal yang aneh terlebih lagi keluargaku juga protektif terhadapku. Dari kecil hingga saat ini aku biasa-biasa aja jauh dari masalah. Bahkan sampai ketika dia mengajakku ke balapan liar di kejar polisi dan bahkan dia menciumku. Bagiku hidup adalah tanggung jawab kita terhadap diri sendiri dengan melakukan hal-hal negatif secara tidak langsung kita sendiri tidak menyayangi diri sendiri.
Setelah dia menciumku beberapa hari yang lalu,aku sama sekali tidak ingin bertemu lagi dengannya. Selain malu, tentu aku juga sangat marah padanya karena sudah mencuri ciuman pertamaku tanpa izin. Pokoknya orang harus aku hindari adalah Alexander titik.
__ADS_1
Hay kak,salam kenal ecy dari sumatera barat tepat dari kabupaten sijunjung.terima kasih udah baca caritaku apa lagi di beri like dan vote 😊😊.kira-kira kakak yang baca dari asalnya dari mana??🤔🤔
Ragga D'lory🥰🥰