A Bond

A Bond
bab 16


__ADS_3

"Selamat membaca


"Semoga kita semua sehat selalu


*


*


*

__ADS_1


Hei..lagi ngelamun apa?!" Nabila membuyarkan lamunanku tangannya membawa dua kopi dan memberikan satu untukku. " Insomnia lagi?!" Tanyanya lagi. Aku mengangguk karena memang benar beberapa hari aku tak bisa tidur memikirkan tentang ciuman itu,rasanya aneh saat benda kenyal itu menempel di bibirku seperti sengatan listrik bertegangan tinggi yang memacu jantung berdetak kencang.


Apa kamu baik-baik aja, Tan?!! Nabila menatapku intens dengan sedikit khawatir. Tangannya terulur mengelus puncak kepalaku. aku lihat semenjak kuliah kamu enggak seriang yang dulu lagi. Aku tau dia mengkhawatirkanku lebih dari apapun karena aku tau dia sangat menyayangiku seperti saudara. Oh aku benar- benar beruntung memilki sahabat seperti Nabila.


I'm ok, jawabku datar. Menoleh pada sekumpulan pemuda yang baru memasuki caffe dekat kampus, terlihat ada Samuel, Bagas dan beberapa anak fakultas kedokteran hewan lain serta......alexsander. aku membuang pandangan dengan cepat pura-pura tidak melihatnya. "Gue dengar dari ibu kos kami membawa seorang cowok ke dalam lingkungan kos are you have a boyfreind?! Ujar nabila. Aku menggeleng, dia bukan pacar gue tapi dia alexander.


"What?!" Kamu punya hubungan apa Tan sama dia, Nabila mencondongkan tubuh ke arahku, dia itu jelas-jelas bajingan!! Dia berbisik namun matanya melirik alexsander. "Gue nggak punya hubungan apa sama dia dan nggak akan mau punya hubungan sama dia juga kataku tegas sambil mengaitkan rambutku yang sedikit berantakan di belakang telinga tapi ini di semua di luar kendali aku!! Desahku frustasi.


" Pokonya ceritain sekarang!! Perintah Nabila.

__ADS_1


" Aku menghela nafas dulu, maka mulai aku menceritakan semuanya dengan detail tanpa terkecuali tapi aku skip adegan tabrakan bibir itu. Kalau sampai Nabila tau otomatis keluargaku tau bisa-bisa di gorok massal leherku.


"Hah, kamu gila ya Tan, kenapa sampai berurusan sama dia terlalu dalam gini sih?! terus apa dia masih gangguin kamu sekarang?! Jika gimana kita lapor aja ke Abang Gani.


"No..no..no..!!" Tegasku, jangan bilang siapapun oke. Semua udah aku atasi, aku udah minta maaf ke dia jawabku sedikit berbohong. Nabila menatapku sejenak "Oh, oke baiklah tapi ke depannya jangan pernah berhubungan lagi sama dia, ingat jangan pernah intan!! Tegas nabila yang aku jawab dengan menganggukkan kepala.


Aku mengadahkan tangan, udara sangat dingin dan aku merasakan rintik-rintik hujan yang masih turun meskipun tidak lebat namun akan tetap basah jika aku berlarian ke kos ku yang tak jauh dari kampus dan sialnya aku lupa membawa payung. Malam sudah semakin larut sebentar lagi jam 10 malam dan jam malam kos ku akan segera berakhir, ini semua gara-gara tugas kelompok mata kuliah PSRM yang menyita banyak waktu jadi aku tak bisa pulang cepat karena harus berlama-lama dulu di perpustakaan mencari referensi hingga sampai lupa waktu.


" Aku mendengus, tak ada ojek online dalam radius terdekat mungkin karena hujan jadi mereka pikir tak ada orang yang membutuhkan tumpangan malam ini. Sudah lebih dari 15 menit aku berdiri di sini, wajahku berbinar saat sorot lampu mobil tiba-tiba mendekat ke arahku yang aku sangka taxi. Namun saat mobil itu berhenti di depanku dan pengemudinya membuka kaca raut wajahku seketika meredup.

__ADS_1


Ragga D'Lory🥰🥰


terima kasih


__ADS_2