
selamat membaca
semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
Dan dugaanku benar-benar meleset, mataku melotot ketika malam hari aku kembali melihat cowok itu membawa seorang cewek yang berbeda dari cewek kemaren, kali ini cewek cantik berambut panjang ke dalam kamarnya lagi.
__ADS_1
Aku sempat khawatir jika suara aneh-aneh semalam akan terdengar lagi namun kali ini dugaanku tidak terbukti sampai tengah malam aku tak mendengar suara berisik apapun. Karena tidak biasa meminum caffein jadi tubuhku tidak bersahabat jadi caffein yang tadi siang aku minum benar-benar bekerja dengan baik di tubuhku maka menjadikan mataku "on" 100% tidak mengantuk sama sekali.
Mengusir kebosanan, aku membuat segelas teh panas lalu menuju balkon, berdiri di balik besi pembatas menyesap teh sedikit demi sedikit sambil menikmati lampu-lampu kota yang sangat indah di malam hari. untuk sesaat aku mengagumi keindahan balkon ini, namun hanya sekejap dalam hitungan menit aku di kejutkan gebrakan pintu balkon samping sebelah terbuka lebar dan "OH, ASTAGA..!!!"
Jika kemaren aku hanya mendengar suara lenguhan dan erangan yang erotis tapi kali ini menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri alias live on action adegan erotis yang membuatku sedikit mual. Betul sekali!! cowok bermata tajam tetangga sebelah kamarku itu tengah asyik bercumbu dengan cewek cantik berambut panjang tadi, saling "melahap dan makan memakan dengan sangat ganas" . aku terpaku di tempatku, tanpa menyadari keberadaanku karena mereka berdua melakukanya sejak pintu terbuka dengan mata terpejam.
Dan saat itu fikiran jahatku timbul mendoakan semoga mereka jatuh dari balkon tapi huft..itu tidak terlaksana. Sejujurnya aku baru kali ini melihat adegan panas seperti ini, bukan munafik atau apa tapi ini kenyataan lho. Aku tak pernah melihat bokep bahkan untuk adegan kiss scene di film-film Korea yang aku tonton lebih memilih untuk skip atau menutup mata karena merasa risih. bagiku semua itu tabu dan boleh di lakukan pasangan sah menikah. makanya sampai sekarang aku masih menjaga keperawanan dan tentunya aku bangga dengan itu padahal gadis seusiaku sekarang banyak memberikan mahkotanya cuma-cuma kepada yang di sebut pacar dengan iming-iming berjanji setia sehidup semati padahal itu bulshyit..!!
"Eh..Ma...maaf...ganggu, lanjutkan saja" sahutku dengan suara gemetaran, ingin sekali menampar bibirku saat menyadari ucapan yang keluar mulutnya. Sebelum suasana menjadi lebih canggung aku bergegas pergi dari sana tanpa aba-aba mengayunkan langkah dan Auww..Auww..Auww..na'asnya karena tidak hati-hati aku menginjak pecahan gelas dan menyebabkan luka sayatan, beberapa tetes darah tercecer di lantai namun aku tetap segera masuk ke dalam kamar.
Rasanya perih, saat steril water menyentuh kulitku ketika nabila membersihkan sisa kaca yang masih tertancap disana. Aku memang sudah menceritakan semuanya dari kemaren malam sampai sekarang ini pada Nabila. Sebanarnya Nabila menyarankan agar ke dokter saja tapi memang dasarnya aku takut di jahit jadi aku lebih memilih untuk di perban saja biarlah luka sedikit lama sembuh dari di suntik dan di jahit.
__ADS_1
"Apa perlu aku kabari kak nindi atau Abang Gani?" ujar nabila.
"Tidak usah", aku tidak ingin mereka khawatir. Nabila pun menggunguk lalu duduk di sebelahku.
"Gimana aku cariin kos baru?! mau yang nyaman kan?! tanyanya lagi.
Aku menatapnya terserah kamu aja deh gimana enaknya jawabku pasrah.
Ragga D'Lory🥰🥰
terima kasih
__ADS_1