A Bond

A Bond
bab 17


__ADS_3

"selamat membaca


"semoga kita semua sehat selalu


*


*


*


"Intan..!! apa yang Lo lakukan di sini?!" Alexsander menaikan alisnya. Aku tak menjawab, aku dengar sayup-sayup lagu "here's your perfect" mengalun merdu dari dalam mobilnya."Menurut lo?!! Aku acuh tak acuh melipat tangan di dada karena hawa dingin yang menerpa tubuh munggilku.


"Mau gue kasih tumpangan?!"


"Aku menggeleng cepat. Tidak perlu.


"Alexsander tertawa, percaya sama gue kalau nggak bakalan ada tumpangan lewat sini lagi karena udah malam, Lo mau berdiri sampai pagi di sini?! Dingin,banyak nyamuk dan juga...horor...dia manakutiku. Dan jujur kali ini aku terpengaruh.

__ADS_1


"Gimana?!" Ya udah kalau nggak mau naik aku tinggalin ya but jangan nyesel lho ujarnya lagi sambil akan menutup kaca mobilnya kembali.


"Tunggu..!! Cegahku cepat. Gue numpang sampai depan kos gumanku acuh membuka pintu mobil naik begitu saja mengahalau rasa malu dan gengsi.


"Huftt...udah di kunci" gerutuku sebal menatap gembok besar yang menggantung di pagar. Sudah jam setengah sebelas alexsander menyahut menatap arloji warna hitam di tangannya. Aku mengangguk lemas memikirkan, dimanakah aku tidur malam ini.


"Lo bisa tidur di kos gue ajakkan itu sontak membuatku mangangkat wajah. Aku tak mungkin menerima ajakkan itu tidurnya di tempat sama saja menyerahkan diri untuk mangsa yang sedang kelaparan. Tidak!! Tentu tidak!!


"Hal pertama aku lakukan adalah menelfon Nabila, maaf Tan!! Glen tidur di kos aku malam ini. memang sih hubungan pacaran Nabila dan Glen sudah jauh tapi itu tidak membuatku tidak suka pada Nabila, itukan urusan pribadi masing-masing toh Nabila sangat baik denganku. Kalau sewa hotel itu pun mahal mana ada uang bagi mahasiswa sepertiku ini.


"Ayolah...masuk saja ke dalam mobil gerimis ini bisa membuat Lo masuk angin. Aku masih belum bergerak, "Lo bisa janji satu hal sama gue?!" Tanyaku skeptis.


"Apa?! Katanya.


" Don't touch me!! Oke?!


" Dia malah tertawa, oke..oke..i am promise! Dia mengangguk mantap.

__ADS_1


"Awas aja Lo sampai nyentuh gue ancam gue sekali lagi dengan galak.


" Di jamin beres!! Pria sejati itu pasti menepati janji.


" Akhirnya aku masuk ke dalam mobil,tak peduli dengan keputusanku kali ini apakah salah atau tidak yang jelas aku tak mau terserang demam.


***


Lo bisa masuk, ngapain berdiri di pintu kayak patung?! alexsander menatapku heran pasalnya sejak dia membuka pintu dan menghidupkan lampu,aku tak beranjak sedikitpun. "Lo takut sama gue?! tanyanya sambil membuka lemari mengambil handuk lalu melemparkan ke mukaku. sejujurnya aku bukan takut tapi hanya kagum kerena kenapa kamar serorang cowok rapi dan bersih mengalahkan kamarku sendiri.


"Kopi atau teh?!" alexsander mengagetkanku. aku mengangkat dagu "enggak usah" jawabku sambil duduk di pinggiran kasur, aku sedikit ragu apakah aku bisa bertingkah seperti biasa di kamar seorang laki-laki selain kamar Abang ganiku. Tenang aja gue nggak akan ngasih macam-macam dalam minuman Lo apalagi obat perangsang ujarnya.


"Aku menatap alexsander yang sibuk dengan gelas minumannya membuat kopi,terserahlah...lagi pula aku rasa juga butuh caffein agar tak terlalu terlelap bukankah aku harus waspadakan?! di dalam mobil dia bisa mencuri ciumanku apalagi di dalam kamar seperti ini.


Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling melihat meja di samping tempat tidur, ada beberapa foto di sana foto anak kecil bersama wanita yang aku yakin itu adalah ibunya. namum aku tak menemukan foto alexsander dengan ayahnya ah sudahlah mungkin dia tidak terlalu dekat. aku kembali menyusuri dan kali ini mataku tertuju pada sebuah toples berwarna kuning tanpa tutup terletak di pojokan meja jadi karena penasaran aku pun mengambil isinya sebelum akhirnya aku menjerit nyaring dan membuang begitu saja di atas lantai Sampai isi berserakan kemana-mana.


Ragga D'Lory 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2