A Bond

A Bond
bab 8


__ADS_3

" Selamat membaca


" semoga kita semua sehat selalu


*


*


*


" Oh...intan, dia menurunkan intonasinya lalu mengalihkan pandangannya pada lukaku yang di bersihkan dokter. "kok bisa dapat luka disini sih al?! dokter itu bertanya tanpa melihatku. aku diam dan melirik alexander yang juga menatap ke arahku.


"Hmmm..itu dok, anu.....


"Dia kaget melihat saya waktu bercumbu dengan pacar dok jawab Alexander tiba-tiba dengan meninggalkan kami begitu saja.


Sialan..!! dasar playboy mesum sableng, membuatku malu saja pada dokter dan suster yang tersenyum.


"makasih" gumanku stelah beberapa saat kemudian kami selsai berobat. For what?! ujarnya. " udah ngantar ke rumah sakit" jawabku cepat. oh enggak masalah ucap Alexander dengan mengangkat bahu.


"oh iya,kenapa sih harus sejujur itu sama dokter tadi? tanyaku kemudian.

__ADS_1


"katanya jujur itu baik, bukan?ucapnya.


"iya,tapi kan maksud gue.......


"Maksud Lo, gue harus bersikap jadi orang baik di depan semua orang terlepas dari siapa gue sebenarnya, gitu?!


"aku tak menjawab, namun dalam hati berkata iya, bukankah selama ini orang berlomba-lomba jadi orang baik,suci,tulus dan sebagainya di depan orang lain?! tanpa melihat jati diri sendiri mereka sebenarnya?


" itu nama nya munafik!" ucapnya tegas.


"Tapi gue enggak mau munafik, apa yang orang lihat tentang gue ya itu diri gue sebenarnya. Jika mereka menilai kita orang baik, maka di mata orang tersebut kita akan selalu baik segitu juga sebaliknya jika mereka menilai kita orang yang buruk maka apa pun yang kita lakukan tetap tidak ada harganya di mata mereka. kayak penilaian Lo ke gue sekarang ya kan intan.


Oke, gue emang nggak peduli dengan dunia itu sendiri karena gue juga udah mau pindah kos secepatnya kataku. "pindah kos?! kali ini dia menoleh, lalu aku mengangguk saja tanpa kata. hmm..kalau begitu baguslah ujarnya kemudian.


***


Aku menjatuhkan tubuhku ke atas kasur dengan kaki terjulur di tepi, aku menatap ke arah langit-langit kamarku yang berwarna biru muda, suara angin malam melewati balkon menerbang gorden terdengar lembut sehingga aku merasa nyaman.


Suara musik "here's your perfect" milik ku yang merdu membuat aku tersentak, ku layar hp ku yang menyala ternyata dari mama.


percakapan di telfon

__ADS_1


aku: "Hallo ma..


mama: "iya sayang, gimana kuliahnya?!


aku: " Baik ma..aku menjawab sambil berjalan ke arah balkon menikmati lampu-lampu kota malam hari.


mama: "Terus belajar ya sayang, jangan main-main dan jangan lupa pacaran enggak boleh!!


aku: "Hmm.. jawabku singkat saat mama mengingatkanku tentang ini sehingga aku sampai hafal di luar kepala wejangannya.


mama: "kata Nabila kamu mau pindah kos ya?! tanya mamaku.


aku: "iya ma, intan cuma mau ketenangan biar fokus belajar aja.


mama: iya sayang, mama sama papa percaya karena kamu kan anak kesayangan mama papa.


"aku kembali mengobrol dengan mama beberapa saat sebelum akhirnya aku pamit untuk membersihkan diri, sebelum masuk ke kamar dari balkon aku merilik kamar sebelah yang pintunya tertutup terlihat cahaya temaram dari dalam sana mungkin setelah membawaku ke dokter dan mengantarkan pulang dia sudah keluar lagi.


Ragga D'Lory🥰🥰


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2