A Bond

A Bond
bab 7


__ADS_3

" Selamat membaca


" Semoga kita semua sehat selalu


*


*


*


" Suasana kos sepi, aku sampai di kos sudah sore hari, memang dari luar kos ku terlihat tenang-tenang saja seperti kos pada umum nya tapi siapa sangka salah satu penghuni kos nya mempunyai penyimpangan seksual, yang suka meng-ekspos kegiatan bercintanya agar orang lain dapat melihat, aku jadi bergidik ngeri sendiri jika membayangkannya.


Aku membuka gerbang kos, lalu melangkah pelan karena telapak kakiku masih sedikit nyeri, aku semakin tidak nyaman jika teringat tetangga kamar kos ku kemarin yang mengatakan kalau tidak di bawa ke dokter bisa-bisa infeksi, benarkah?duh amit-amit jangan sampai deh.


Di pertengahan tangga menuju kamar kosku yang di lantai dua, mataku menangkap sosok sang playboy mesum berdiri di teras sedang merokok sendirian dengan tatapan dingin ke sembarangan arah, "huftt..menghela nafas aku tetap mengayunkan langkah kakiku berjalan pelan semoga dia tidak menyadari kehadiranku.


"Hei!!"

__ADS_1


"Dia memanggilku, tapi aku tak peduli dan melanjutkan langkah lagi pula namaku bukan hei jadi untuk apa aku menoleh.


" Hei cewek yang berkemaja pink, berkucir kuda dan berkaki pincang!! kali ini dia memanggilku detail dan sedikit berteriak. kamvret ini orang, enak aja dia memanggilku dengan kaki pincang. kesel?? pasti!! lalu aku menoleh, APA?! seruku dengan galak dan melototkan mata.


" Dia tersenyum tipis, memang senyumnya manis seperti gula pantas saja banyak semut yang mengerubunginya, eh salah maksudnya banyak perempuan yang bertekuk lutut padanya. "aku kira tuli" gumamnya kemudian sambil berjalan ke arahku.


"kaki lo infeksi" katanya lagi. " Enggak" jawabku ketus. Dia menyeringai mendengar jawaban dariku lalu tiba-tiba saja berlutut dengan satu kakinya serta tangan terulur menekan kakiku yang sakit tentu reflek aku menjerit, untuk kali ini aku benar merasakan jika sakit berdenyut sampai ke kepalaku.


" Jangan sentuh-sentuh gue" seruku sewot, tapi dia tidak menghiraukan aku lalu berdiri lalu menyentuh pelipisku dengan punggung tangannya yang kali ini aku tepis dengan kasar, aku menatap cowok yang berpakaian serba hitam itu sendikit mendongak karena badannya jauh lebih tinggi dari padaku.


"Ayo..!!" belum selesai aku berfikir, dia sudah menarik pergelangan tanganku. "Heeehh" ini mau kemana?! seru kaget tentunya. cowok playboy mesum ini menarik-narik tanganku.


"Rumah sakit", jawab enteng tanpa menoleh padaku. mau ngapain juga ke sana?! gue nggak mau dan gue benci rumah sakit. Alexander menghentikan tarikan dan langkahnya lalu menatapku "kaki lo inveksi" kalau parah lo mau di amputasi ucapnya serius.


" aku mendesis ketika dia mencoba menarik tanganku lagi. oke..oke gue akan ke rumah sakit tapi sendiri tolak ku, Jadi terima kasih dan Lo bisa pergi sekarang. Dia menatapku lalu berkata anggap aja ini permintaan dari gue karena kelakuan gue kaki lo jadi begini katanya sambil mendorong tubuh masuk ke dalam mobilnya yang berbau khas dan menyenangkan.


***

__ADS_1


"Aooow...pelan-pelan dok" aku meringis ketika dokter tamvan membuka perban ku dan menekan pinggiran lukaku dengan pingset. waah..ini ada sedikit nanahnya, infeksi gumannya kemuadian.


Infeksi dok?!!! suaraku bergetar. jadi di amputasi ya dok?! dokter itu mengangkat wajahnya lalu terkekeh, siapa yang bilang?! ujarnya ini memang inveksi tapi hanya perlu di bersihkan ulang saja gumamnya.


Aku menahan malu. Sreeekkk..gorden warn hijau muda itu terbuka. Nama lo siapa?! tanyanya. "Hah?!" aku bengong. ckck..nama lo siapa?! dia mengulangnya lagi.


ngapain Lo tanya-tanya nama gue ujarku, buat administrasi, emangnya Lo mau gue bikin Mrs.X?!


"Intan..jawabku pelan.


"Hah?! katanya.


" I-N-T-A-N.. aku pun melotot dengan kesakitan karena dokter dan suster itu mulai membersihkan lukaku.


Ragga D'Lory🥰🥰


terimA kasih

__ADS_1


__ADS_2