
*selamat membaca
*semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
"Aku menyandar punggung ku ke sandaran tempat tidur, hanya mataku saja yang terus menatap hujan dan menatap ke jendela berharap dia pergi namun setiap kali kepalaku melongok di jendela mobil hitam itu masih ada padahal sudah hampir 1 jam kenapa dia betah sekali. Aku melirik jam dinding 10 menit lagi kos akan di kunci. huff..bagaimana lagi aku mengambil jaket yang tergantung dan bergegas keluar kamar, di lantai bawah aku jumpai Bu kos yang entah sedang melakukan apa dengan tanamannya.
Intan, mau kemana?! Sebentar lagi jam malam lho, kalau sampai belum pulang saya akan kunci ya..!! sambil menatap jam dinding.
Aku mengangguk, aku tak menyahut meninggalkan Bu kos lalu membuka gerbang. Pintu mobilnya segera terbuka sesaat aku muncul di gerbang dan dengan setengah berlari dia menghampiriku.
Gila, hujan-hujan elo nggak bawa payung alexsander menarik tanganku mungkin hendak mengajakku masuk ke dalam mobilnya tapi aku segera menepis tangannya.
Mau apa Lo kemari?! Tanyaku.
Ikut gue, ada yang perlu gue omongin dia menatapku dengan mata yang tak bisa aku tebak.
__ADS_1
Ngomong disini aja, kataku cepat.
Please intan, jangan disini hujan deras elo bisa sakit.
Aku berdecak keras jangan pura-pura sok perhatian, "Gue enggak punya banyak waktu sebentar lagi gerbang di kunci" protesku.
"Lo bisa tidur di tempat gue!! Katanya.
Aku menggeleng, kita tidak berada dalam hubungan yang sedekat itu al, mungkin waktu itu dalam keadaan mendesak tapi kali enggak, aku membalas tatapannya dengan tubuh sedikit menggigil kedinginan.
"Ada...!!" Kita ada hubungan sahutnya cepat.
"Hubungan seperti apa hah?! Hubungan aneh yang seperti cewek-cewek lo, gue bukan cewek gampangan alexsander. Jika kita tidak sengaja bertemu di minimarket apa Lo punya inisiatif buat nemuin gue malam ini?! Atau seenggaknya Lo menjelaskan arti dari ciuman Lo waktu itu?! Suaraku sedikit meninggi melampiaskan semuanya.
Mataku seketika memanas, "jadi cuma gara-gara ciuman itu?!" katanya, apa dia tau betapa berharganya ciuman pertama bagiku dan dia mengatakan "cuma"?? Oh..maaf gue lupa berurusan dengan siapa, dengan manusia tanpa hati dan kayaknya insiden itu nggak ada artinya buat elo karena bagi Lo mencium cewek semudah Lo bernafas, iya kan?? Seruku.
"Intan...!! Dia sedikit berteriak kepadaku.
Cepat katakan apa tujuan elo nyari gue?! Aku mengigit bibir bawahku kedinginan bercampur menangis serta menahan isakan.
Alexsander mendesah pelan, dia menatapku tanpa berkedip " gue suka sama Lo dan gue mau kita pacaran"
__ADS_1
Terkejut, tentu pasti terkejut kerena ada hal yang tak bisa di mengerti tentang sebuah perasaan dan sebuah pengakuan.
Bulsyhit..!!!
Aku nggak ngerti maksud omongan Lo Al, aku mengibaskan tangannya dan mundur menjauhinya.
Gue nggak bohong, gue suka sama elo. Itu yang pengen gue bilang sama elo beberapa hari ini meskipun gue nggak bisa nemuin elo dan.........."
Dan Lo jalan lagi sama cewek lain di minimarket? Jelasin Lo habis tidur dimana? Lo itu pembohong Al, aku berbalik menuju pintu gerbang berusaha membuka gerbang dan sialan, sudah terkunci.
"Intan......." Panggilnya dengan lembut. Aku tau alexsander tidak beranjak dari tempatnya yang sedang memperhatikanku.
"Intan....." Dia memanggilku dengan lembut lagi. Cewek tadi sepupuku namanya monika. Aku tetap diam membelakanginya.
"Intan....please, anak-anak kangen sama Lo, mereka pengen Lo datang lagi ke gerbong dan kali ini aku tak bisa untuk tak menoleh. "Lo benaran suka sama gue?! Tanyaku setelah berhadapan.
Dia mengganguk cepat.
Sumpah?!
Sumpah!! Ucapnya yakin. Lalu alexsander tersenyum meraihku masuk ke dalam pelukannya. Intan, aku minta maaf ya ujarnya. Dan untuk kali ini juga aku tak ragu untuk mencium bibirnya yang dingin dan dia membalas ciumanku dengan penuh kelembutan di bawah hujan yang dingin tapi tetap hati kami menghangat.
__ADS_1
Ragga D'Lory🥰🥰
hohoho..sekarang yang manis-manis dulu sambil tunggu berbuka puasa bagi yang menjalankan..semoga puasanya di terima Allah