
selamat membaca
semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
Hal pertama yang aku lihat selain selang infus di tangan yang terpasang ternyata ada beberapa pasang mata menatapku dengan khawatir, ada kak nindi, Nabila dan....alexsander!!
Apa aku bermimpi lagi?! gumanku dalam hati. aku mencoba mencubit salah satu tanganku dan memekik.
"Kenapa Tan?" sahut alexsander cemas.
"Kamu udah nggak apa-apa kan Tan?" kata Nabila.
"Udah nggak apa-apa kok" cuma lemas aja jawabku.
"Kami sangat khawatir saat kamu tiba-tiba pingsan di kampus tadi" ucap kak nindi.
Kamar perawatanku menjadi sepi setelah kak nindi dan nabila pergi dan menyisakan aku dangan alexsander. kami berdua sama-sama hening bingung memulai dari mana setelah kira-kira 2 bulan lebih kami saling tak bertegur sapa.
"Maaf..." desahku.
"Alexsander..maafin aku" ulangku sekali lagi.
__ADS_1
"Maafin aku..." kali ini aku tak bisa menahan air mataku lagi.
Alexsander mengaitkan jari-jarinya di jariku dan menatapku.
"Seharusnya aku yang minta maaf karena menyakitimu dan tak membalas padamu" ujar alexsander dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maaf..maaf..maaf...maaf.." suaraku parau bergetar bercampur tangis.
"Seharusnya kemaren kita menyudahi dengan baik-baik" alexsander menghapus air mataku.
"Tan...panggil alexsander lembut.
"Aku mencintaimu tapi......." alexsander tak meneruskan kalimatnya dan aku melihat ujung matanya basah.
"Aku tahu" jawabku cepat.
"Belum bisa, bukan tidak bisa Tan. Tuhan aja pemaaf masa aku yang hanya manusia biasa tidak bisa memaafkan orang lain namun aku hanya belum bisa karena setiap melihat mama aku nggak sanggup!! ralat alexsander dan menunduk untuk menghapus air matanya.
"Aku memang mencintai kamu, tapi maafkan aku karena belum bisa meneruskan hubungan ini mungkin aku butuh waktu...."
Aku menangis terisak-isak, sama-sama tapi tak bisa bersama karena masa lalu yang menyakitkan dan inilah patah hati yang paling menyakitkan untukku.
"Aku sungguh mencintaimu intan..sangat mencintaimu"
"Andai saja kita sama-sama tidak tahu masa lalu orang tua kita mungkin kita tetap bersama..."
"Cukup...!!" jangan di teruskan!! aku cepat memeluknya. kami berpelukan dan sama-sama menangis.
__ADS_1
"Jika suatu saat nanti kamu menemukan seseorang yang bisa kembali membuatmu tersenyum maka bersamalah dengannya intan, berjanjilah untukku" dia tersenyum membelai rambutku.
Aku menggeleng cepat.
"Kamu harus memastikan dirimu baik-baik saja dan hiduplah dengan baik, jadilah dokter hewan yang membanggakan mamamu dan jagalah mamamu dengan baik" ungkapku dengan sedu sambil berusaha tersenyum.
"Tentu..tapi apa boleh aku meminta satu hal padamu?! kata alexsander.
"Apa?!"
"Hiduplah juga dengan baik, jangan pernah sakit lagi dan makan dengan teratur dan jangan pernah minum kopi lagi, melihatmu masuk rumah sakit 2x membuatku hatiku sakit.
"Janji?!"
"Iya, kita sama-sama berjanji untuk hidup dengan baik" kata alexsander.
"Jaga dirimu baik-baik, karena aku akan marah jika tidak bisa menjaga dirimu sendiri ucap alexsander lagi.
Kami saling berpelukan dan sama-sama tersenyum mengaitkan jari jemari untuk yang terakhir kalinya.
"Mengikhlaskan....."
Saling cinta, tapi memutuskan tak bersama. apakah ada hal lain yang lebih menyakitkan dari ini?! Apakah kalian pernah merasakannya?!
huft...aku juga menghela nafas, aku takut feel-nya kurang greget kak, maaf ya?!gimana-mana mau lanjut?!
Ragga D'Lory🥰🥰
__ADS_1