
Selamat membaca
Semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
Saat Nabila masih sibuk mengobatiku kakiku yang berada di ruang tamu kos tersebut, tiba terdengar langkah kaki memaksa kami untuk melihat dan benar saja si cowok bermata tajam itu berjalan melewati kami dengan si cewek yang tadi ehem-ehem. Dia menoleh padaku kemudian pandangan beralih pada kakiku menatap tanpa ekspresi dan tanpa ada penyesalan.
Sssstt..dia tetangga yang aku omongin bisikku, setelah cowok itu pergi ketika aku dengar suara mobil keluar gerbang pastilah sedang mengantarkan pulang pasangan kencannya.
"Alexander maksud kamu?! Nabila menatapku dengan sungguh-sungguh agar dia tidak dengar.
"Jadi nama nya Alexander ya?!" aku malah balik tanya ke Nabila.
"Dia itu satu kakak angkatan jurusan kedokteran hewan sama dengan kak nindi" jawabnya sambil membereskan sampah pengobatan, kalau dia mah udah terkenal gitu kali mungkin karena cakep dan tajir jadi sesukanya ngerayu dan mainin perempuan.
__ADS_1
"Oh, jadi emang udah terkenal playboy ya, hingga Gonta ganti cewek", mungkin karena tiap hari belajar anatomi binatang terus makanya jiwa naluri kebinatangannya muncul, aku terkekeh sendiri.
Nabila menyeringai tak paham mendengar lelucon dan norakku ini, kamu ceroboh banget sih udah jelas ada pecahan kaca malah di injek, kamu mau aktraksi debus ya!! ujar nabila beranjak untuk pulang ke rumahnya.
Saat aku hendak membuka pintu kamarku, suara langkah kaki mendekat ke arah dan aku pun menoleh.
"Kalau nggak di bawa ke rumah sakit mana bisa sembuh" ujar si cowok dengan sedikit acuh tak acuh.
"Kamu ngomong aku?!" aku pun menunjuk diriku sendiri.
"Bawa aja ke rumah sakit" katanya lagi.
"Nggak perlu" jawabku cepat
Aku memutar badanku menghadap ke arahnya dan melipat ke dua tangan di dada dengan sedikit kesal, aku heran sama kamu bukannya menyesal dan meminta maaf malah ceramahin aku
"kamu sadar nggak sih luka ini aku dapat dari kamu?!" sebab karena kamu seenaknya main saling makan memakan di balkon ujarku jengkel. aku ingin sekali memakinya tapi urung karena saat berbicara dengannya ada penghuni kos yang lain lewat dan nyapa kami dengan tersenyum.
***
__ADS_1
"Baiklah, perkuliahan hari ini cukup sampai disini", profesor ragga menutup buku coding rekam medisnya.
Tak terasa ini adalah pembelajaran mata kuliah terakhir dan sudah selesai waktunya bagi para mahasiswa atau mahasiswi untuk pulang.
"Gimana kaki kamu?!" Nabila menatap kakiku yang beralaskan sendal selop.
"Ya, beginilah", aku menghela nafas pelan merasakan sedikit nyut-nyutan sejak tadi.
"Eh, kamu udah dapat tempat yang nyaman nggak?" aku menangih janji Nabila yang katanya mau bantuin cari kos baru.
Nabila nyengir belum dapat pas buat kamu, kamu banyak mau nya jadi susah nyari.
"Kenapa sih nggak minta bantu sama abang kamu atau sama kakak nindi ipar kesayangan aja?" tanya Nabila.
"Eh jangan donk, kalau mereka berdua udah turun tangan bakalan panjang urasannya" jawabku.
"Tapi kamu harus paham dong intan, yang nama nya tinggal bersama dengan orang-orang berbeda karakter,sikap dan asal usul emang nggak mudah jadi kamu harus ngebiasaan diri" tambah Nabila lagi.
"Coba deh kamu mulai membuka diri untuk menerima semua watak dan sifat semua orang yang berbeda di sekeliling kamu" ucap Nabila. Aku tak menjawab dan berfikir, memang sih aku introvert dan menilai dengan apa yang di lihat saja dan menganggap sesuatu yang tidak sesuai dengan pribadiku itu salah.
__ADS_1
Ragga D'Lory🥰🥰
terima kasih