A Bond

A Bond
bab 22


__ADS_3

*selamat membaca


*semoga kita semua sehat selalu


*


*


*


" Kami berdua berjalan beriringan menuju caffe siang ini tak begitu terik namun suasana cukup ramai, saat hampir masuk ke dalam caffe aku menghentikan langkah, mataku ke arah minimarket yang ada di seberang jalan melihat alexsander dengan seorang cewek cantik, rambut panjang dan berkaki jenjang.


"Hhm.. aku ke minimarket sebentar ya bil.." sebuah ide melintas begitu saja dengan rasa degup jantung yang memburu, ada kilatan perih di sana dan aku tak tau apa artinya. ngapain ke minimarket?! tanya Nabila bingung. pulsa aku habis, kamu duluan ajak caffe ya jawabku asal dan sebelum Nabila bertanya lagi aku sudah bergegas meninggalkannya untuk menyeberangi jalan.


Saat aku membuka pintu hawa dingin AC langsung menerpa wajahku, aku berjalan menyusuri rak-rak putih yang rapi berisi berderet barang-barang, aku melihat siluetnya dari arah belakang ketika berjalan ke arah display minuman, jantung berdegup kencang lalu nafasku terasa sesak serta ada rasa kecawa melihatnya merangkul mesra cewek itu.


Oke, kita per.......dia bergumam berbalik arah, belum sempat dia menyelesaikan kalimat dia langsung kaget melihatku berdiri di belakangnya.


"Alexsander..." gumanku lirih. kami saling menatap dengan pandangan tak menentu.


"Siapa..?! cewek di samping alexsander menoleh padanya tapi alexsander tak menjawab kami hanya saling pandang cukup lama hingga bunyi lagu here's your perfect mengalun merdu dari ponselku.


"Nabila is calling.......

__ADS_1


aku berbalik arah pergi begitu saja memendam rasa gemuruh dalam hati tiba-tiba sebutir air mata jatuh begitu saja di pipiku.


Hey kenapa aku menangis?!Untuk apa?! entahlah aku juga tidak tau. Dasar diriku aneh....


Ada nyeri yang tak kasat mata aku rasakan setelah pertemuan tak sengaja kami. Ah..aku lupa terlena sesaat akan kebaikannya pada anak-anak kecil waktu itu sehingga masih ada sisi lain dari dirinya. Alexsander adalah seorang playboy mesum dia tak mungkin bertahan dengan satu cewek dan aku melupakan itu. hanya pikiranku saja yang kuno dan terlalu sempit mengira sebuah ciuman adalah simbol cinta dan akan bersama setelahnya nyatanya bagi seorang alexsander itu hal yang wajar dan biasa saja. jangankan ciuman karena making love dengan orang lain saja sangat lumrah baginya. jadi kenapa aku musti sakit hati?!!


***


Lagu here's your perfect menggema dari ponselku,menyentakan aku dari lamunanku, menarik bantal lalu meraba meja di samping tempat tidurku. Sebuah nomor tidak di kenal muncul di layar aku berfikir sesat lalu mengabaikan panggilan itu tapi ponselku terus berbunyi.


"Hallo...


"Lo dimana?!


suara bariton yang sangat aku kenal itu membuat degup jantungku lebih cepat kembali.


Gue tanya elo dimana?!


Aku melihat ke jendela malam sudah semakin larut dan hujan masih terdengar jelas dari luar sana.


"Lo pikir saat ini di mana tempat ternyaman saat ini ketika hujan?! ujarku.


"Keluar gih, gue di depan kos Lo.

__ADS_1


Gue enggak lagi di kos. jawabku bohong


Jangan bohong, gue tau lampu kamar elo masih nyala.


aku berdecak, udah malam dan gue enggak bisa keluar jawabku akhirnya


"kenapa?!


"sebentar lagi kos tutup.


"kalau tutup tidur kos gue lagi aja.


"Enggak!!


"Kenapa?!


"Ya enggak, gue enggak mau.


"Kenapa?!


"Apa kita sedekat itu sampai gue harus tidur di kos cowok yang sama sekali gue enggak kenal?!


Hening sesaat, alexsander tidak menanggapi perkataanku hingga bisa ku dengar suara hujan.

__ADS_1


"Pokoknya gue tunggu di sini disampai elo keluar" dan menutup telfonnya.


Ragga D'Lory🥰🥰


__ADS_2