
" selamat membaca
" semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
" Aku memutuskan berjalan kaki menuju jalan besar untuk mencari taxi,angkot,bus atau kenderaan umum lainnya sengaja aku tidak memesan online sebab sore ini angin berdesir lembut begitu tenang dan lumayan nyaman, aku berjalan perlahan selain tak ingin capek juga kenyamanan ini terlalu sayang untuk di lewatkan.
Aku lupa berjalan sudah sejauh mana tapi telingaku tiba-tiba mendengar suara pintu gerbang menderit seseorang membukanya, namun aku tak menoleh dan terus berjalan santai.
__ADS_1
"Intan?!"
Dan kini aku menghentikan langkahku, memastikan aku tak salah dengar. "Intan" suara itu kembali memanggilku, aku sedikit tak mempercayai pendengaran ku, namun suara itu............akh!! ya tuhan kenapa harus mendengar suara itu lagi sih gerutuku dalam hati.
"Lo pura-pura tuli atau tuli beneran sih?!" aku menoleh, benar dugaanku cowok berbaju hitam itu berdiri menatapku dengan senyum miring menyebalkan seperti biasanya.
Dunia emang sempit ya atau Lo sengaja ngikutin gue sampai kemari?! dia berjalan medekatiku. jawab gue!! dia membuyarkan lamunanku.
"Hei, mau kemana Lo?! dia mencekal tangan lalu menariknya agar kembali berhadapan dengannya, dia hobi sekali menarik-narik tanganku apa dia pikir tidak sakit. Tadi kan gue udah bilang mau ajak Lo jalan-jalan jawabnya, aku menyeringit tak mengerti bukankah aku tak pernah mengiyakan permintaannya dasar aneh!!
"Kalau diam aja berarti jawabannya "iya" tanpa menghiraukan aku, dia lagi-lagi menarik tanganku membawa masuk ke dalam perkarangan membuka pintu mobilnya yang ternyata terparkir di situ dan mendorongku menyuruh masuk ke delamnya serta memakaikan sabuk pengamanku dan dia sampai di balik kemudi lalu tersenyum sangat manis menghidupkan mobilnya.
Sedangkan aku?! aku hanya bengong dan berdoa semoga dia tidak membawaku ke hotel, memperkosaku lalu membunuhku dan membuang mayatku di pinggir jalan ughh..aku bergidik ngeri. sungguh luar biasa kan hasil pemikiranku ini.
__ADS_1
***
" Hari sudah malam, setidaknya aku bernafas lega saat dia menepikan mobilnya di tepi jalan raya tapi tidak sepenuh bernafas lega sih karena dari apa yang aku lihat sekarang, Alexander membawaku ke sebuah balapan liar di pinggir jalan sebuah pemandangan yang belum pernah aku lihat nyata selain di televisi tentunya.
" Gue nggak mau turun!!" tolakku tegas. Seperti biasa tanpa persetujuanku dia kembali menarik tanganku turun dari mobil dan membelah kerumunan orang-orang yang sedang asyik dengan dunianya sendiri, minum-minum serta bercanda antara laki-laki dan perempuan, yang membuatku kesel adalah para cewek di sini memakai baju yang tidak sopan dan kurang bahan.
"Hai...Al...!! seseorang yang berbadan kekar bertato hampir seluruh tubuh kecuali muka, bertindik dan berambut cepak mendekati kami. Bawa cewe baru lagi nih?!! dia lantas mengalihkan tatapannya padaku dan aku yakin 100% jika menatapku dengan pandangan penuh nafsu. Aku bergidik ngeri, perlahan aku merapatkan tubuhku pada alexander untuk sedikit bersembunyi entahlah meskipun aku tak menjamin dia akan melindungiku tapi setidaknya hanya dia saat ini yang aku kenal di antara ratusan orang di sini.
"Alexander menoleh dan tersenyum padaku "sorry Ethan, this is my girl". Dan Lo nggak boleh dekat-dekat dia, lalu tertawa setelah menatap pria bertato yang aku ketahui bernama Ethan itu. pria itu tertawa lantas menepuk pundak alexander sambil berkata tenang, "she is not my type!" jawabnya. Hai..sweety...sebuah suara lain datang dari arah berlawanan seorang perempuan yang aku rasa tak asing bagiku. Dia belakangnya aku lihat dua orang cowok di kampus tadi siang kalau tidak salah namanya Bagas dan Samuel. aku mengingat-ingat kembali. "Oh, Astaga..bukankah dia perempuan yang bercinta alexsander saat aku di tempat kos pertamaku dulu.
Hay kakak, terima kasih udah masih setia baca ceritaku. terus ikutin ya ini belum sampai konfliknya ya 😊
Ragga D'Lory 🥰🥰
__ADS_1