A Bond

A Bond
kepoin yuk.


__ADS_3

hallo..hallo kak, apa kabar? semoga sehat ya. ecy lagi bikin cerita baru nih "Sir and Dear" coba cek di bio yuks.


bab 1


Kayla memang baru lulus kuliah tahun ini dan hari ini adalah hari pertamanya training kerja di bagian di divisi keuangan di sebuah kantor besar di kota pelajar Jogyakarta.


"Tarik nafas, buang nafas, huff..susah sekali jadi orang pemalu tapi ayo, ayo semangat" Kayla mengsugesti diri sendiri. Mau tak mau kayla melangkahkan kaki jenjangnya masuk ke dalam kantor.


"Ada yang bisa saya bantu, mbak?" Kayla di hampiri seorang pria yang tersenyum padanya, mungkin karena melihat Kayla sedikit kebingungan.


"Eh, hmm itu mas, saya anak training divisi keuangan yang baru masuk hari ini" jawab Kayla sedikit gugup.


"Oh, mari saya antar ke ruangan keuangan" ujar pria itu sembari mengarahkan aku masuk lebih ke dalam.


Saat mengikuti pria itu, Kayla merasa tatapan orang-orang padanya, apa ada yang salah pada penampilannya ya? Tapi Kayla diam saja sambil berlalu mengikuti pria tadi.


"Nah ini ruangannya, silahkan masuk mbak" ujar si pria tadi dengan senyum ramah.


"Baik, terima kasih ya mas" aku pun membalas senyum dan mengangguk.


Rollercoaster, ya seperti habis naik rollercoaster tubuh kayla agak gemetaran sekarang, apalagi saat dia masuk ke ruangan keuangan tersebut tidak ada yang menoleh atau menyadari kehadirannya, mungkin karena masih pagi jadi hanya ada 2 orang berada di ruangan ini.


"Morning gaess!!" Tiba-tiba ada suara wanita di belakang tubuh kayla yang membuat Kayla kaget dan menepi ke pinggir.


"Eh, kamu anak baru ya? Ngapain berdiri di situ?" Ucap perempuan itu sambil menepuk tipis pundakku.


"Iya mbak, saya masih training dan baru masuk hari ini di sini" Kayla sedikit malu-malu.


"Oke, nggak masalah, yuk masuk saya kenalin ke teman-teman" merangkul Kayla sok akrab.


"Ini namanya Dito dan itu namanya cindy menunjuk satu per satu 2 orang yang ada dalam ruangan tadi.


"Dan gue Lia" perempuan yang rangkulku mengulurkan tangan.


"Aku Kayla, mbak" ujarku menyambut uluran tangan mbak Lia.


"Untuk kursi kamu ada di sana" mbak menunjuk salah satu kursi kosong.

__ADS_1


"Terima kasih mbak" Kayla tersenyum sambil menuju tempat kerjanya untuk seterusnya.


Jam kerja kantor di mulai meskipun Kayla agak kebingungan tapi mbak Lia membantunya dengan sabar. Saat semua divisi keuangan sedang bekerja, pintu ruangan terbuka dengan tiba-tiba membuat semua orang menatap ke arah pintu kecuali Kayla karena terlalu hanyut mengerjakan laporan kas masuk dan keluar yang tadi di ajarkan mbak Lia.


"Kamu, kamu ikut saya sekarang" ujar pria muda itu menunjuk ke arah Kayla.


"Aku mas? Kayla menunjuk dirinya sendiri.


Aneh, aku mengedarkan padangan kenapa orang-orang di divisi ini menahan tawa secara diam-diam. Adakah yang lucu?


"Iya, kamu ikut saya sekarang" jawab datar pria muda itu mengulanginya lagi.


Kayla bangkit dari kursinya dan mengikuti pria muda tadi.


"Selamat pagi pak" ujar salah satu karyawan saat berpapasan dengan mereka.


Kayla bingung, lah kok pak? Jika di lihat-lihat pria ini masih muda. Ah...sudahlah jangan bikin pusing guman Kayla dalam hati sambil masih mengikuti pria tadi.


Mereka berhenti di depan sebuah ruangan, Kayla membacanya karena ada papan nama dan jabatan juga.


"Loh..loh mas ngapain kita ketemu ceo-nya?" Kayla bingung, rasa-rasanya dia tidak membuat kesalahan jangan sampai dia di pecat hari pertama training kerja.


"Memangnya kamu tidak mau kenal sama pemimpinnya? Dan kalau masuk ketuk pintu permisi dulu" ujar pria itu.


"Ini pintu boleh di ketuk sekarang" tanya Kayla menatap pria itu yang di balas dengan anggukan saja.


Tok..tok..tok...


"Masuk"


Eh, Kayla kok merinding ya mendengar suara tapi dari arah belakang. Detik berikutnya Kayla keheranan ketika si pria itu menyelonong masuk membuka pintu.


"Eh, eh mas kok main masuk aja, ini kan ruangan milik pak jingga alfarezi" ujar Kayla menegur dan mencegah pria itu masuk.


"Saya jingga alfarezi"


Hening sesaat, mendadak membuat Kayla cengo. Satu kalimat tadi yang di ucapkan pria tadi membuat mata Kayla melotot dan menutup mulutnya.

__ADS_1


Alamakk..pantas saja tadi saat berpapasan dengan karyawan lain dia di panggil pak, Pantas saja tadi Kayla di tertawakan teman-teman divisinya karena memanggilnya mas. Sekarang Kayla jadi canggung berhadapan pak jingga.


"Hem..ma..maaf ya pak tadi saya panggil mas" ujar Kayla menunjukan wajah bersalah dan sedikit pipi memerah karena malu.


"Tidak apa, sekarang duduklah" jingga pun sudah duduk di kursinya.


"Siapa nama kamu"


"Saya Kayla, pak"


"Yang panjang?" Tanya jingga.


"Kaylaaaaaaa!!!"


Jingga melongo pahadal bukan itu maksudnya.


"Ehem, maksud saya nama panjang kamu siapa?" Jingga memperbaiki pertanyaannya.


Pipi Kayla langsung memerah dan menunduk lalu sedikit memukul kepalanya sendiri dengan tangan. Duh kenapa dia jadi oon begini.


"Sa..saya Kayla Khairunnisa, pak" jawabnya.


"Besok dan seterusnya tidak usah pakai baju hitam putih, pakai kemeja atau batik saja dan yang sopan" ucap jingga.


"Baik pak" aku menganggukan kepala.


"Kamu ternyata lucu,lugu dan polos ya" celetuk jingga.


"Heh, bisa-bisa pak bos mengatakan lucu,lugu dan polos tidak tahu saja si pak bos kalau aku sering baca cerita noveltoon yang cerita 21+" tentunya hanya bergumam dalam hati hehehe.


"Kayla,mari ikut saya"


Kira-kira kemana ya pak jingga membawa Kayla?



Kuys baca langsung keluarga onlineku, aku nggak bisa bikin deskripsinya yang menarik. jangan jadi silent reader ya, truz kasih dukungan like, komentar dan vote ya.

__ADS_1


__ADS_2