A Bond

A Bond
bab 32


__ADS_3

*selamat membaca


*semoga kita semua sehat selalu


*


*


*


Aku menyesap tehku dengan fikiran berkecamuk ingin tau kenapa Tante Risa bisa berada di sini. Ya saat ini kami memang berada di sebuah cafetaria rumah sakit.


"Mama depresi Tan" kata alexsander.


"Kenapa?! tanyaku berhati-hati.


"Karena papa selingkuh" dia menunduk sambil mengaduk-aduk teh di depannya.


Bibirku terkunci rapat. Diam, shock?!! tentu!! sudah cukup jika dia tak nyaman menceritakannya batinku dalam hati.


"Sudah lebih dari lima tahun mama seperti itu, papa selingkuh dan meninggalkan mama...desah alexsander pelan. Mama sering kambuh dan bersikap implusif, ngamuk di rumah memecahkan apa yang di depannya dan bahkan melukai diri sendiri. Setiap mama kambuh pasti aku membawa ke rumah sakit ini dan menemaninya sampai bisa di bawa pulang kembali.


Aku menggenggam tangannya, lalu memeluknya dengan hangat mencoba memberikan kekuatan. tidak aku sangka aku sangka hidupnya serumit ini, orang tuanya bercerai dan mamanya menjadi seperti ini. jadi aku mulai bersyukur tinggal dengan mama papa serta abangku yang harmonis.


Saat aku masih memeluknya aku mendengar sebuah isakan kecil, aku tau dia menangis dan aku yakin jika baru hari ini dia bisa mengeluarkan apa yang selama ini dia simpan seorang diri.


"Maafin aku ya Alex" ujarku perlahan.


"Buat apa??"


"Karena memaksa kamu untuk memberitahukan semua ini"

__ADS_1


Alexsander menggeleng, sebenarnya aku juga ingin menceritakan pada kamu suatu saat nanti.


***


Halaman rumah ini lumayan luas namun terkesan sepi, maklumlah hanya ada mama alexsander, asisten rumah tangga dan sopir.


Pertama kali melangkahkan kaki di halaman rumahnya ada sesuatu yang mengusik fikiranku, yaitu seekor kucing warna coklat dengan kaki berbalut perban terpincang-pincang.


"Hai...." aku mengusap-usap kepalanya dan kucing itu sama sekali tidak protes.


"Dia suka sama kamu" tiba-tiba saja alexsander sudah berdiri di belakangku.


"Lucu sekali, siapa namanya??


"Baylon jawab alexsander. menunduk ikut mengelus-elus bulu halusnya yang terawat. sebenarnya aku bukan pemilik aslinya karena beberapa Minggu yang lalu aku menemukannya terkapar di pinggir jalan mungkin di tabrak orang jadi aku bawa dia pulang dan merawatnya.


Aku tertawa kecil, nggak salah dong kamu jurusan dokter hewan? sambil berjalan beriringan masuk ke dalam rumah.


Menjadi dokter hewan sebenarnya juga bukan keinginanku katanya dingin.


"Papa"


" Papa?? aku kurang mengerti. jika dia begitu bencinya mengapa dia harus menurutinya.


"Waktu kecil, papa sering bilang sama mama kalau aku sudah dewasa harus jadi dokter hewan dan mama bersikeras agar aku menurutinya.


" Jadi karena mama bersikeras, kamu akhirnya nurut?! wah anak yang baik ya!! celotehku. nggak kayak aku ya.


Kami tiba di depan sebuah kamar dengan pintu bercat putih, saat alexsander membukanya terasa sekali atmosfir kamar cowok. Kamarnya rapi terdapat banyak barang mulai dari tv, komputer,leptop, playstation dan bahkan ada treadmil di pojokan.


"Ayo masuk!! dia menarik tanganku. ini kamarku, ruang pribadi aku, sekaligus duniaku.

__ADS_1


" Memangnya apa yang membuat kamu betah di dalam kamar?bukannya di rumah ada orang-orang yang bisa kamu ajak bercerita ucap alexsander.


Aku tersenyum, hanya saja aku suka menyendiri di kamar menghabiskan hariku dengan membaca novel atau maraton menonton drama korea jawabku.


"Mau minum?! terdengar dia berbisik di belakang telingaku memelukku dari belakang.


"aku menggeleng.


"Terimakasih...bisik ya lagi si telingaku.


"Buat apa??" aku memainkan lengannya dengan mencubit-cubitnya.


Aku pikir kamu akan meninggalkan aku setelah kamu tahu bagaimana keadaan keluargaku" ujar alexsander.


Aku memutar badan menghadapnya, "jika orang yang kamu cintai memilih pergi setelah tahu kekuranganmu, itu bukan cinta yang rasional"


jadi bagaimana menurut kamu cinta rasional? ujar alexsander lagi.


Aku mengelus pipinya dengan lembut, ya seperti kita ini. "seperti yang aku lakukan padamu sekarang" jawabku dan aku bahagia menjadi cewek satu-satunya yang tahu tentang kehidupan kamu.


Alexsander tertawa kecil, "intan..aku beruntung mengenalmu" aku bahagia bisa jatuh cinta denganmu" kata alexsander.


"Jadi kamu sekarang enggak sendirian lagi, lupakan kesepian kamu jelasku.


Alexsander tersenyum, mendekatkan wajahnya padaku lalu menciumku, aku memejamkan mata merasakan lembut bibirnya menyesap bibirku. aku merasakan tangannya mendorong tubuhku perlahan hingga kami berdua jatuh di atas kasur, aku masih merasakan dia ******* bibirku dan jemarinya membuka satu per satu melepas kancing bajuku.


Mau membuat dunia kita sendiri di kamar ini?! bisiknya pelan di telingaku.


Aku mengganguk tanpa keraguan sedikitpun,lalu kami memulai permainan dengan rasa yang luar biasa yang tidak akan pernah kami lupakan.


Percayalah..........

__ADS_1


Bahwa aku tidak akan pernah menyesali seumur hidup hari ini.


maaf ya aku nggak bisa bikin adegan 21+ rinci karena emang nggak bisa dan masih perjalanan menuju konflik ya. Ragga D'Lory 🥰🥰


__ADS_2