A Bond

A Bond
bab 20


__ADS_3

*selamat membaca


*semoga kita semua sehat selalu


*


*


*


" Kali ini cowok berkaos hitam yang hobi bercinta itu sangat jauh berbeda dari biasanya. Sumpah demi apapun dia tampak manis, ramah dan sangat menyanyangi anak kecil yang bernama arlan.


kami kira kakak enggak jadi datang, seorang anak lagi membuka suara. "Ya jadilah" kan kakak udah janji...!! dia mengacak rambut pelan rambut arlan dan anak-anak lainnya.


O iya, kenalin ini teman kak Ale, namanya kak intan lalu alexsander menoleh kepadaku dengan senyuman. aku yang dari tadi berdiri jadi gelagapan lantas tesenyum juga pada anak-anak tersebut mencoba mengakrabkan diri dengan mereka.


"Hai......nama kakak intan". aku melambaikan tangan lalu mereka semua berbaris rapi dan menyalamiku satu per satu, aku jadi merasa tersanjung dengan sopan santun mereka.


"kakak bawa sesuatu nih buat kalian" kata alexsander setelah anak terakhir menyalamiku. alexsander mengumpulkan mereka menjadi satu lingkaran sedangkan aku memilih untuk menyingkir memilih duduk di sebuah batang pohon sebenarnya aku ingin sekali berinteraksi dengan mereka tapi nanti saja setelah aku tau siapa mereka dan apa tujuan alexsander membawa aku ke sini.

__ADS_1


Alexsander mengeluarkan buku-buku dari dalam kardus itu oh ternyata isinya buku pantesan aja terasa sangat berat tadi. Ada bermacam-macam buku seperti ensiklopedia, cerita anak-anak, dongeng, buku pelajaran dan juga alat-alat tulis. Dan yang paling membuatku terharu adalah mereka semua menerima semua itu dengan sangat bahagia seakan mendapatkan emas dan berlian. Oh sungguh luar biasa.


***


Alexsander menyodorkan sebotol air mineral padaku, sejak awal tadi memang tenggorokanku sudah kering karena hawa panas yang menyengat di tempat ini.


Gue kira elo mau ajak gue ke tempat yang bikin jantungan lagi, komentar sambil membuka tutup botol namun sangat sulit.


Balapan lagi maksud Lo?! alexsander mengambil botol minuman dariku dan membuka tutupnya dengan mudah.


Thanks, gumanku setelah menerima botol yang sudah di buka kembali ke tanganku lalu menegak isinya. Ya...sejenis itulah kataku kemudian.


"Setiap habis balapan memang gue ke sini kok" jawabnya datar. Aku menoleh, kenapa habis balapan?! kan uangnya bisa aku beliin sesuatu buat mereka jawabnya datar lagi.


"Ceritain ke gue mereka itu siapa?!" tanyaku lagi, kalau dipikir-pikir hari ini mungkin aku banyak sekali bertanya padanya.


Alexsander menunjuk satu per satu seperti mengabsen, yang kaos abu itu Arlan, celana kotak-kotak itu wendy, gadis berkucir itu Nana, yang pakai kaos panjang itu Rina, yang........"


"kok Lo hafal semua?!" aku memotong kalimatnya. gue sering ke sini jawabnya sambil meminum minumannya.

__ADS_1


"Lo mau cerita nggak gimana Lo awalnya bisa kenal mereka semua?! tanyaku lagi. alexsander melirikku mungkin dia berfikir aku sudah banyak bertanya hari ini ke dia.


Dulu gue pernah ada suatu masalah, naik motor dan sampai di sini ketemu mereka jawabnya tegas dan lugas. aku mengangguk pelan meskipun ceritanya sedikit ambigu dan sangat sederhana tapi aku cukup mencoba mengerti apa yang di katakannya. mereka anak-anak yang enggak mampu bisa beli buku, beli buku untuk sekolah aja mereka susah apalagi beli buku cerita kayak gitu sambil memainkan botol minumannya lagi.


"Gue mau ikut lagi kalau ke sini lagi boleh?!" kataku dan reflek alexsander menoleh menatapku dengan heran.


"Gue pikir Lo anti sama gue" dia tertawa sinis.


"Gue minta maaf" aku menunduk.


"Buat apa?!"


"Gara-gara gue Lo udah banyak kena masalah, Lo kena skors ucapku lirih masih menunduk tidak berani menatap ke arahnya.


"Lo mau gue tunjukin sebuah tempat?! ujarnya. aku mengangkat dagu lalu mengangguk. dia lalu berjalan mendahuluiku kembali berjalan di antara gerbong-gerbong dan tepat berhenti di sebuah gerbong paling ujung lalu dia naik ke atas gerbong dengan sedikit melompat dan mengulurkan tangan kepadaku menolongku untuk mengikutinya naik.


"Woooww..luar biasa" yang aku lihat di dalam gerbong itu adalah sebuah perpustakaan mini ada rak-rak yang berisi buku-buku yang di tata rapi. ini adalah perpustakaan kecil mereka sahut alexsander sebelum aku bertanya lebih dulu.


Aku mangangguk lalu mengambil salah satu buku yang berjudul Cinderella, buku favoritku waktu kecil dan aku rasa semua orang suka dengan Cinderella.

__ADS_1


"Tiba-tiba ceritakan sama gue kenapa Lo suka lagu here your perfect?! tanyaku pada alexsander dengan pelan aku duduk di kursi sampingnya.


Ragga D'Lory🥰🥰


__ADS_2