
*selamat membaca
*semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
"Aku tidak suka cowok yang merokok" aku membuang puntung rokok yang belum berhasil dia hisap dari tangannya. aku juga membuang bungkusan rokoknya ke tempat sampah tanpa peduli ekspresinya.
Beberapa saat alexsander menatapku bingung lalu tersenyum santai memainkan puncak rambutku. aku menatapnya lalu tertawa, aku kira cowok berwajah kaku ini akan protes dan memperlihatkan kekesalannya tapi nyatanya tidak.
Aku melihatnya melirikku dan tersenyum meraih tangannya menautkan jemariku di antara jemarinya yang panjang-panjang. kenapa dengan wajah kamu hari ini intan?! dia pun bertanya. aku menggeleng pelan nothing jawabku bohong. apa aku terlihat menyedihkan?! tanyaku.
Sangat!! katanya. ayo ceritakan padaku, kamu bukan tipe cewek yang bisa menyembunyikan perasaan semudah itu sambil mengelus rambutku dan sedetik kemudian merasakan jika bibirnya mengecup-ngecup puncak kepalaku dengan penuh kasih sayang.
"Hanya sedikit masalah dengan Nabila" ujarku.
Nabila?! your best friend?!
Gara-gara aku ya?! tanya alexsander tiba-tiba.
__ADS_1
Bukan..!! jawabku menutupi. namun ekspresi wajahku jelas terbaca apa lagi oleh seorang alexsander yang bertemu dengan berbagai macam karakter orang di hidupnya.
Ayolah...aku tidak suka kamu berbohong jawabnya, apa sahabat kamu tidak menyukaiku?! apa mereka marah padamu karena pacaran dengan cowok brengsek sepertiku?! tukas alexsander.
Sssttt......!! aku menutup mulutnya, jangan bicara macam-macam protesku. mereka hanya tidak tau nilai positif kamu, jika mereka tidak bisa melihat kebaikan kamu cukup aku saja yang tau mereka tidak usah jawabku.
"Santai aja Tan....!" jika mereka tidak suka biarin aja, aku kan pacaran sama kamu bukan mereka jadi jangan terlalu di pikirin ya ujar alexsander.
"Bukankah kita tidak bisa menilai seseorang dari sudut pandang kita sendiri?! kalau punya penampilan menarik lantas apa benar di orang baik-baik kan belum tentu juga dan seharusnya mereka menilai dari hati bukan penampilan protesku panjang lebar.
woooww...sejak kapan pacar aku yang cantik dan manis berfikiran seperti itu?!
"Semenjak aku mengenal kamu" jawabku dengan jujur.
"aku menoleh, "kemana?!"
Ketemu anak-anak, bukankah aku sudah bilang kalau mereka merindukan kamu!!
***
Kak intan...!! Arlan,Nana dan anak-anak yang lainya menyambutku dengan senyuman saat aku tiba di rumah gerbong.
Gimana kabar kalian?! tanyaku sambil memeluk satu per satu, meski mereka bau matahari namun aku tidak merasa risih sedikitpun, perasaan iba dan prihatin yang membuatku sedikit dekat dengan mereka.
__ADS_1
Baik kak, kemaren kenapa kakak tidak datang padahal kak Al bawa buku yang banyak sekali ujar Nana gadis yang berkucir kuda. kemaren kuliah kakak padet jadi belum bisa ke sini kataku sambil menyerahkan bungkusan plastik besar yang berisi kue-kue.
Wahhh ada kue!! seru arlan, woy kak intan banyk bawa kue nih dia memanggil teman-temannya lalu membentuk lingkaran memakannya bersama-sama. setelah puas bercanda ria sambil makan kue, kami duduk yang rapi. Di depan alexsander sudah berdiri dengan papan tulis kecil sambil memegang spidol mengajari membaca dan berhitung.
Setiap moment inilah aku bisa memandang alexander dari sudut pandang lain, image playboy mesumnya seolah hilang menguap di fikiranku yang ada hanya cowok penuh kasih sayang,romantis,perhatian dan kepedulian.
Aku beranjak menyendiri di pinggir tanah lapang bermain dengan bunga ilalang sesekali aku melihat alexsander yang masih bercerita dengan anak-anak. saat aku menatapnya,alexsander tersenyum ke arahku oh sungguh damage nya luar biasa kemudian aku melihat dia berbicara dengan Arlan lalu menyerahkan buku cerita padanya dan berjalan menemuiku.
Bosan?! capek?! tanyanya ketika sudah sampai di depanku.
Enggak, aku menggeleng lalu menggeser dudukku agar dia bisa duduk di sampingku.
Aku sering merasa sedih setiap melihat anak-anak yang pandai dan berbakat seperti mereka tak bisa menerus sekolah karena terkendala biaya, contohnya saja Arlan dia sangat pandai sekali melukis ujar alexsander.
Seharusnya pemerintah selain mengratiskan uang sekolah bagi anak yang kurang mampu mungkin mereka bisa juga memberikan asrama gratis dan uang untuk hidup gratis.
Aku tertawa, hei...aku pikir di sini... aku menunjukan kepalaku sendiri, kamu hanya memikirkan tentang wanita dan cinta satu malam aja tapi ternyata..........
Ternyata aku adalah manusia realistis bukan?! dia memotong kalimatku kemudian tergelak. so..thanks katanya.
for what?! kataku.
Dia meraih jemariku dan meremasnya lembut, " untuk menemani aku di sini dan mereka lebih antusias dengan kehadiran kamu"
__ADS_1
Ragga D'Lory🥰🥰