
selamat membaca
semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
Ponselku berbunyi nyaring, ya..bukan lagi lagu here's your perfect melainkan hanya ringtone biasa bawaan ponsel karena aku rasa perlu mengganti nada dering agar aku tidak terus-terusan mengingat alexsander lagi.
Papa is calling...
Menghela nafas pelan, aku lupa jika ada satu orang lagi yang hatinya sangat terluka dengan apa yang terjadi antara aku dan mama yaitu papa. menurutku papa adalah pria terhebat yang bisa menerima mama apa adanya setelah semuanya terjadi.
"Halo pah..."
"Halo sayang, kamu ada kuliah?!"
"Enggak, intan lagi libur"
"Kamu bisa keluar hari ini?!"
"Bisa pah..papa dimana?!"
"Papa lagi si jalan menuju jakarta, kangen ketemu kamu"
"Papa kapan pulang dari luar kota?!" memang beberapa bulan ini papa tidak di rumah sibuk urusan kantor.
__ADS_1
"Kemarin"
"Papa mau ke kos intan?!"
"Emmm..gimana kita ketemu di luar aja biar nggak suntuk" ucap papaku.
"Oke pah"
"See you sayang"
***
Papa sudah menungguku di sebuah kedai kopi saat aku datang, papa memelukku dengan hangat. cukup lama aku dan papa bercerita dan saling bertanya kabar.
"Papa dengar ingatan kamu sudah pulih, Tan?
"Kenapa papa nggak pernah cerita kejadian itu sama intan?! aku menghela nafas.
"Karena papa rasa, kamu nggak perlu tau
tentang kejadian itu sayang, kami menutup rapat-rapat agar kamu tumbuh baik" ujar papa.
"Jadi karena itu papa sama Mama selalu over protektif sama aku dari pada Abang?! tanyaku.
"Mungkin itu salah satunya" Papa tersenyum kembali sembari mengangkat bahu.
"Lalu salah duanya?! tanyaku kembali.
"Salah duanya....ehmmm...mungkin karena mama sayang banget sama kamu"
__ADS_1
"Kenapa waktu itu papa bisa maafin mama?! yang jelas-jelas mama udah menghianati papa?!" aku menatap mata papa.
"Intan sayang, semua orang pernah melakukan kesalahan setidak sekali seumur hidup, mama sudah minta maaf, mama menyesalinya dan mengakui kesalahannya, terus apa lagi?! orang yang berjiwa besar itu adalah orang yang bisa memaafkan".
"Apa salah satu alasan papa memaafkan papa adalah karena papa sangat mencintai mama?!"
"Iya.." jika papa kehilangan mama maka papa akan tersiksa" papa mengangguk.
"jadi Tan...cobalah mamaafkan mama dan berusahalah menerima semuanya" papa tau sangat sulit tapi tidak ada yang tidak mungkin kan?!"
Papa menghela nafas, dia menatapku dengan sendu.
"Tan, apa perlu mama minta maaf sama mama......."
"Alexsander..!!"
"Iya, alexsander?!"
"Nggak perlu pa, intan sudah minta maaf dan lagi pula kami sudah nggak bersama lagi" sambil sedikit menangis.
"Pa...intan sedih, intan cinta sama dia pa, intan pengen dia pa, intan ingin sama dia pa..." sekarang apa yang harus intan lakukan pa?!" isakku sambil menghapus air mataku.
Tangan papa terjulur membelai puncuk kepalaku, papa menghela nafas dan terdiam beberapa saat.
"Kalau pindah kuliah ke Bandung yang dekat rumah aja gimana?!"
Setelah aku memutuskan untuk menyetujui ide dari papa untuk pindah kuliah ke bandung esoknya mama datang. kami menangis saling berpelukan dan mama tidak henti-hentinya meminta maaf padaku.
Ya...papa benar, bahwa manusia pasti punya kesalahan dan tugas kita adalah memaafkan jadi aku akan mencoba mamaafkan mama dan menerima semuanya perlahan-lahan, apalagi dia adalah mamaku seseorang yang telah melahirkan aku ke dunia ini.
__ADS_1
Ragga D'Lory 🥰🥰