
*selamat membaca
*semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
Lagu here's your perfect mengalun merdu dari ponselku membuatku tebangun, aku melirik alexsander tertidur tenang di sampingku, wajahnya terlihat damai dan membuatku ingin menciumnya sekali lagi tapi urung karena suara ponsel terus berbunyi.
Papa calling.....
"Halo.....papa??"
"Lagi apa Tan??" kok telfon papa dari tadi enggak di angkat?! suara lembut seperti biasa terdengar dari seberang sana.
" Bangun tidur pa.....benarkan aku sepenuhnya tidak berbohong.
"Bukan masih sore, kok udah tidur?!"
Aku hanya menjawab dengan tertawa saja.
"Sudah makan?! tanya papa kemudian.
"Belum" jawabku singkat.
"Sana makan, nanti kenal grastitis.
"Iya pa, habis ini aku mengusap perutku.
"Kata mama besok kamu pulang? papa mengalihkan pembicaraan.
"Iya..jawabku. mama sudah bilang ya pa?!
"Jelaslah....mamamu itu apapun pasti dia kasih tahu papa dong, papa tergelak.
"Papa cinta banget ya sama mama" aku tersenyum.
__ADS_1
"Cintailah Tan, kalau enggak mana mungkin bisa bertahan sejauh ini. kenapa? ada apa? kamu punya pacar? tanya papa bertubi-tubi.
akh papa...intan kan cuma bertanya aja, aku berdehem.
"Kalau iya juga enggak apa-apa sayang kamu kan udah dewasa, papa tergelak.
"Papa.......!!!"
"sudah...sudah..besok balik kamu harus hati-hati ya!
"baik pa....
"See you honey...
"See you too papa..aku mematikan telfon.
"Papamu?" tiba-tiba alexsander sudah meningkatkan lengannya di pinggangku.
Aku mengangguk.
Ngapain?!
Alexsander tertawa, lalu menegakan tubuhnya dan mencium pipiku. Ya udah sana siap-siap kita keluar aja ya sekalian cari udara segar.
***
Perjalanan pulangku kali ini menggunakan travel jauh lebih cepat daripada menggunakan bus. Sudah beberapa bulan ini tidak pulang karena kuliah. pintu rumahku tertutup rapat, namun tidak terkunci, ya begitulah kebiasaan mama selalu menutup pintu meskipun ada orang di dalamnya.
"Mama...." panggilku saat berada di ruang tamu.
"Eh...mbak intan sudah datang ya?! bik tin menyambutku.
"Iya bik, naik travel jadi cepat datangnya. Lah mama kemana bik?!
"Mungkin lagi mandi mbak, bik tin melirik kamar mama, mau di buatin minum mbak?
"Boleh, aku pengen teh es aja bik.
"Oke, tunggu ya! ujar bik tin.
__ADS_1
Aku melangkah ke kamar mama menunggunya sekalian memberikan kejutan, suara berisik dari dalam kamar mandi terdengar mungkin memang benar mama lagi mandi.
Intan!!! mata mama membulat, kemudian melebarkan senyum berjalan menyambutku, memelukku dengan sangat erat.
"Kapan datang?!" tanyanya. mama kangen sama kamu.
"Barusan mama" intan naik travel jadi cepat nyampe dan di antarin nyampe depan rumah lagi.
"Gimana kuliahnya sayang?!" tanya mama lagi sambil menyesir rambutnya.
"Baik" jawabku singkat.
"Kok nggak pernah pulang sih?!! mama kangen banget tau.
"Ada banyak tugas ma, sibuk!! desahku.
"Sibuk banyak tugas, apa sibuk pacaran?! goda mama lalu duduk di sampingku.
"Ya enggaklah, mama aneh-aneh deh.
"Nindi bilang kalau kamu udah punya pacar".
"Aku berdecak sebel, ngelatur kali tu kak nindinya elakku, emang dia ngomong apa aja ma?!
"Dia hanya cerita kamu punya pacar, nindi cuma khawatir aja sama kamu siapa tau pacar kamu nggak benar. "Sayang... tujuan kamu kuliah buat apa sih?! mama mengelus rambutku dengan lembut.
"Belajar" jawabku lugas.
"Ma!!" kenapa sih mama begitu takut aku keluar dari zona mama?! apa mama punya masa lalu buruk sama cowok dan menprotektifkan sama aku gini?! please ma, intan udah gede, aku merendahkan suaraku karena sadar mungkin telah menyinggung perasaan mama.
Mama terdiam, hening sesaat.
Ya udah, jadikan saja pacaran itu nomor sekian, jangan jadikan prioritas kamu ya dan jangan jadi second chance. masukin list nomor 10 atau nomor 15 juga nggak apa-apa kilah mama.
Aku mengganguk saja karena nggak mau lagi berdebat dengan mama apalagi ini pertemuan pertama kami setelah beberapa bulan tidak bertemu.
mendekati konflik kok tapi tenang aja nggak berat-berat amat konfliknya.
Ragga D'Lory🥰🥰
__ADS_1