
Hay..Hay..keluarga onlineku semua apa kabar?semoga sehat ya. ecy mau promosi lagi nih cerita "Let Me Free".
Cerita masih suci lho karena belum ada yang baca ðŸ¤ðŸ¤.
ini ceritanya tentang hmm...apa ya fantasi romance kah? historical kah? transmigrasi kah? time travel kah? kerajaan kah? istana kah? aku juga kurang tau sih hehehe. coba baca ya kak ini penuh trik,intrik dan muslihat yang menarik, ceritanya nggak berat kok, nggak seberat badan aku sih hehee pokoknya penuh kejutan deh.
Di awal-awal agak flat alurnya tapi lama-lama di jamin seru dan bikin nagih dan baru 2 episode.
episode 2
"Grand Duke harus tahu, kalau bukan karena nyonya albrataz tidak akan pernah sebagus ini" kata bibi Jane.
"Apa perlu saya bicara dengan grand Duke, nyonya?" Tambah bibi Jane dengan kesal.
Bibi Jane adalah kepala koki di albrataz dan dia juga yang mengurus nox sejak kecil jauh sebelum ada aku. Beliau awalnya tidak menyukaiku karena bibi Jane adalah orangnya nox sedangkan aku adalah orang ratu aneska tetapi selama 10 tahun ini membuat kami dekat secara alami.
"Tidak, tidak perlu. Yang mulia grand duke sudah melalui banyak kesulitan selama 10 tahun ini dan aku adalah musuhnya. Aku sangat mengerti dengan kekhawatiran bibi jane tapi sama dengan rumor buruk yang tersebar tentangku jadi aku tidak ingin membenarkannya" ucap alisia.
"Nyonya, nyonya sendiri kenapa masih memanggil grand Duke dengan yang mulia" tegas bibi Jane yang masih menggerutu.
Aku hanya diam.
Tentu aku mau main aman karena nox membenciku, selama dia tidak menebas leherku tidak masalah bagiku dan aku tidak membutuhkan pujian dari grand duke lanjutku di dalam hati.
__ADS_1
Lagipula semua orang di albrataz ini juga sudah berjanji tidak akan mengaitkan aku dengan nox dalam segi apa pun dan aku rasa semuanya menempati janjinya. syukurlah.
"Sudah, sudah untuk apa membahasnya. Aku akan membaca buku di kamar jangan ganggu aku kalau tidak mendesak ya!" sahutku sambil berjalan ke perpustakaan sekaligus ruang kerjaku.
Aku mengambil salah satu buku di rak perpustakaan, membacanya membuka lembar demi lembar dan tulisan buku ini adalah bahasaku di kehidupanku sebelumnya.
Sungguh aku berenkarnasi ke dalam novel yang aku baca di kehidupanku yang sebelumnya. Novel itu adalah yang membuatku ingin menjadi penulis novel tapi sayang di kehidupan sebelumnya aku mati oleh kecelakaan bus yang aku tumpangi dan terbangun kembali di keluarga Baron miskin.
Aku di jual oleh orang tuaku untuk menikah dengan pangeran nox yang di benci oleh ibu tirinya, saat itu nox berusia 17 tahun dan aku berusia 10 tahun tak lama setelah pernikahan nox di tuduh membunuh ibu kandungnya yang seorang selir, tahtanya di turunkan dari pangeran pertama menjadi grand duke dan di paksa pergi ke perang besar lalu meninggalkanku sendirian.
Oh sungguh, kejadian di novel ini benar-benar nyata!!. Aku menutup buku itu, aku juga menulis mengingat-ingat kejadian yang sudah terjadi dan yang akan terjadi di duniaku yang ini sesuai buku novel tersebut.
Oke baiklah, di mulai dari nox pergi perang dan kembali pulang dari perang, lalu dari putra yang terbuang sekarang menjadi pahlawan, dan pangeran yang mencintai putri celsia. Semuanya tidak ada hubungannya denganku karena aku hanya figuran jadi istri yang akan di ceraikan dalam novel itu setelah dia mendapatkan putri celsia. Jadi tidak ada yang berubah sesuai isi novel itu dan aku juga tidak ingin mengubah peranku sampai perceraian itu terjadi.
Jam 12.30 malam.
Aku turun dari lantai atas ingin meminum segelas air jujur aku sedikit sakit kepala karena bibi Jane hampir seharian mengintrogasiku tentang perceraian yang aku lakukan.
"Ng, yang mulia?" Aku jelas mengenali nox walau dari minimnya pencahayaan.
"Ah, kau....." nox mengenaliku dengan sedikit bingung.
Aku melihat dia memegang susu mungkin untuk putri celsia, aku hanya menebak karena di novel aku baca pangeran sering membuatkan susu hangat untuk tuan putri sebelum tidur. Sungguh romantis sekali.
__ADS_1
Tanpa suara aku mengambil susu di tangan dan menyalakan kompor untuk menghangatkannya.
"Aku tidak akan menaruh racun di dalamnya yang mulia jadi yang mulia duduklah sebentar" sahutku karena saat aku menghangatkan susu dia berdiri di sampingku.
"Aku mencari bibi Jane" itu suara nox.
"Bibi Jane tidak tinggal kompleks albrataz karena beliau tidak tahan kalau tidak bertemu cucunya sehari" kataku sambil menyerahkan susu hangat pada nox.
Pintu terbuka, tampaklah perempuan berambut cepak dengan pakaian sedikit laki-laki, ya itu adalah prajurit elle dia adalah termasuk tokoh penting dalam novel aku baca.
"Di belakang ada jalan tembus langsung ke gedung utama albrataz tanpa memutar jadi yang mulia dan prajurit elle dapat menggunakannya, jalan itu biasanya di gunakan pelayan yang ingin melayani di gedung utama......."
"Untuk apa memberi tahu kami?" Prajurit elle memotong kalimatku dan bersiap mengambil pedangnya.
"Susu" jawabku.
"Susunya akan kembali dingin jika kalian melewati jalan biasa" sahutku lagi.
"Dan lagi Hudson tidur di gedung utama jadi kalau ada apa-apa yang mulia bisa meminta tolong padanya karena aku rasa Hudson tidak akan keberatan di ganggu" ucapku lagi.
"Baiklah, saya permisi dulu yang mulia" ucapku terakhir dengan sopan.
__ADS_1