
*selamat membaca
*semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
"Kami berdua tiduran di kursi saling memeluk dengan rambut sedikit basah. alexsander berusaha mengeringkan dari tadi sedangkan aku?! aku tiduran di dadanya. Dua cangkir kopi berserta setoples keripik kentang tersaji di meja depan kami salah satu cangkir itu sudah berkurang isinya karena sudah aku teguk untuk menghangatkan tubuhku. Ya, saat ini kami berada di kos alexsander lagi karena gerbang kosku sudah di kunci.
"Kamu tahu kan ini yang pertama bagiku" aku mendongak menatapnya.
__ADS_1
Berpelukan seperti ini?! tanyanya sambil menatapku.
" Ya semuanya, pelukan ini dan ciuman itu" aku sedikit memelankan suaraku, tentu jika di bandingkan dengan dia yang jauh pro dan aku amatiran.
Dia tertawa lepas lantas menghela nafas, "aku minta maaf......" katanya kemudian, aku benar-benar minta karena tidak bermaksud mengambil ciuman pertamamu dengan seperti itu.
aku tidak menjawab, mengingat interaksi dan komunikasi kami sebelum ini aku sangat membencinya, sejujurnya tak pernah terpikirkan bahwa aku akan jatuh cinta padanya namun benar kata orang-orang cinta dan benci itu beda tipis.
Apa kamu menyesal?! tanya alexsander lagi.
Dia menarikku untuk bersandar di lengan sofa dan mengecup-ngecup kecil bibirku dan me****tnya. Untuk pertama kalinya ciuman dan sentuhanya menghilangkan akal sehat yang ada di fikiranku apalagi jemarinya yang kokoh mengangkat kaosku menyusuri naik ke paha. Oh sungguh degup jantungku semakin tak terkendali lagi.
" ini apa....?" Dia menjeda ciuman saat tangannya menyentuh paha bagian atasku.
__ADS_1
"Bekas luka" jawabku pendek.
"Kenapa bisa ada di sini...?! dia makin menyingkapkan kaosku dan terlihatlah bekas luka 4 sentimeter sudah tidak sakit tapi bekasnya masih terasa. tampaknya dia sekarang lebih tertarik pada bekas lukaku dari ciuman kami.
Yang aku ingat aku mendapatkan luka ini di rumah terjatuh dari tangga terangku tapi aku lupa penyebabnya karena waktu itu aku masih kecil, aku selalu berusaha mengingat-ingat penyebab luka ini tapi selalu sia-sia. kata mama sih selain kakiku yang terluka juga kepalaku sedikit terbentur jadi mungkin karena itu aku tak mengingat apa pun sampai saat ini.
Jadi karena ini orangtua kami overprotektif?! alexsander menatapku.
aku tertawa kecil, "mungkin aja". Selain itu aku anak tunggal jadi wajar mereka sangat membatasiku tapi sebanarnya aku punya abang namanya Abang Gani tapi bukan saudara kandung sih karena ayah dan mama mengambilnya di panti asuhan. Sejauh yang aku lihat keluargaku sangat harmonis, tidak pernah bertengkar ya walaupun masih ada perbedaan yang masih bisa di atasi mustahil kan kalau tidak ada pertengkaran kecil-kecil tapi itu nggak ada apa-apanya. ayah memang tak selalu di rumah tapi setiap dia pulang selalu membawa kami jalan-jalan dan mama suka sekali membuat kue nanti aku bawakan ya ujarku menceritakan tentangku.
Alexsander tersenyum mendengarkan ceritaku lalu berkata bisa di pastikan mereka akan marah saat tuan putrinya berpacaran seperti ini dan mengigit pipiku pelan.
Aku memeluk pinggangnya dengan erat, apa yang salah berpacaran denganmu?! sambil mengedipkan mata membalas senyumanya.
__ADS_1
Baiklah sekarang ceritakan tentang keluargamu gumanku kemudian, alexsander tak menyahut dia hanya memainkan jemari-jamariku. "keluargaku ya?!" ujarnya dengan expresi yang tidak bisa aku baca.
Ragga D'Lory🥰🥰