A Bond

A Bond
bab 41


__ADS_3

selamat membaca


semoga kita semua sehat selalu


*


*


*


Perasaan rindu sekaligus bersalah pada alexsanderlah yang membuatku seperti ini, di tambah lagi dengan perasaan kecewa terhadap mama membuatku mati rasa, sekarang selain termenung di dalam kamar setelah pulang kuliah, jarang makan, insomnia di tambah dengan Hobbyku minum kopi jikapun aku tertidur sering bermimpi buruk dan terbangun lalu menangis.


Apa sesakit inikah perasaan alexsander?!


Pagi ini, tubuh dan kepalaku terasa berat berharap pusing kepalaku hilang, aku meraba keningku, oh astaga ini sangat panas! dengan sekuat tenaga aku paksa tubuhku turun dari tempat tidur tapi justru aku terjatuh di lantai tiba-tiba pandanganku kabur.


"Apa aku bermimpi..?!" hah aku pasti berhalusinasi gumanku pelan. aku mengulurkan tangan membelai wajahnya dan tersenyum.


"Alexsander...."


"Iya kamu sedang bermimpi......" katanya.


"Sejak kapan kamu datang?!" tanyaku lemah dengan perasaan kecewa kerena semua ini tidak nyata.


"Sejak tadi...." jawabnya mengelus pipiku.


"Aku sangat merindukanmu" kataku pelan yang hampir berbisik.


"Aku juga..."


"To...tolong maafin mama ya..." ujarku terbata-bata karena tidak bisa membendung air mataku.


Dia diam, tak menyahut dan hanya memandangku.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku...meskipun ini dalam mimpi tidak nyata, aku mohon jangan pergi.....!!" pintaku dalam isakan tangis. aku memegang tangan sekuat tenagaku.


Dia tersenyum kecil dan mengecup keningku.


"Aku tak akan meninggalkan kamu, asalkan kamu berjanji padaku" ucapnya.


"Janji apa?!"


"Janji jangan menyiksa diri kamu seperti ini lagi, mengerti?!"


Aku hanya mengangguk.


"Kalau begitu kembalilah tidur, istirahatlah dan jangan berfikir tentang apapun, aku akan disini" ucapnya lagi.


Aku kembali mengangguk patuh, oh meskipun ini dalam mimpi dan hanya halusinasi aku sangat senang.


Aku membuka mataku perlahan dan mencoba menegakkan tubuh pada sandaran tempat tidur di salah satu ruangan rawat inap rumah sakit.


"Tan...udah bangun?"


"Kok aku disini kak?!" tanya penasaran.


"Kemaren Nabila yang membawa kamu ke rumah sakit" jawab kak nindi sambil menyodorkan segelas air putih.


"Untung aja kamu nelfon Nabila dan ngasih tau kalau kamu lagi sakit" ujar kak nindi lagi.


"Telfon?!" aku mengurutkan dahi karena aku tidak ingat menelfon Nabila kemaren.


"Jaga kesehatan Tan, sehat itu penting" kata kak nindi sambil meraba keningku.


"Dari kemaren kamu nggak sadar Tan, kakak sama Nabila sangat khawatir.


"Dari kemaren nggak sadar?! berarti semalam cuma mimpi ya, aku bergumam sendiri dengan pelan.

__ADS_1


"Ada apa Tan?!"


"Ah..nggak!! gelengku.


"Karena kamu udah bangun, kakak pergi kuliah dulu ya nanti Nabila akan ke sini, oh ya kakak juga belum kasih kabar abangmu dan kalau ada apa-apa panggil susternya ya ucap kak nindi panjang lebar.


"Kak, please jangan kasih tahu Abang ataupun mama dulu ya! aku memelas.


Nindi erfikir sejenak, lalu mengangguk.


***


Aku menutup gerbang kosku dengan asal, pagi ini kuliah pertama 15 menit lagi. aku masukan gigitan terakhir rotiku dan tergesa menyusuri trotoar segara ke kampus.


Benar yang di katakannya beberapa hari yang lalu meskipun dalam mimpi, aku harus menuruti janjinya bahwa hidup memang harus berjalan dan aku tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan.


Berjalan ke arah kampus, aku melihatnya keluar dari dalam mobilnya di parkiran mobil. Seperti biasa dia memakai pakaian warna hitam, untuk beberapa detik saja kami saling berpandangan lalu dia membuang padangan lebih dulu dariku kemudian berjalan ke arah fakultas kedokteran hewan. Aku menghela nafas, mencoba menetralkan perasaan gemuruh harus menggangap dia orang asing, namun sulit.....


"Tan..apa kamu nggak mau pulang ke rumah?!


Aku diam tak menjawab pertanyaan Nabila, bukannya aku tak ingin pulang tapi teringat apa yang di lakukan mama dulu membuatku jadi mengurungkan niat pulang ke rumah.


"Mama kamu tiap hari nelfonin aku Tan, tanyain kamu" ujar Nabila.


"Tan, bisa nggak sih lupain masa lalu mamamu dan maafin?! papa kamu aja bisa maafin tapi kenapa kamu enggak?!" ujar Nabila lagi.


"Bil, mama selalu perhatian sama aku dan menjaga aku dengan ketat melarang ini itu tapi kenyataannya mama sendiri yang....." aku tak bisa meneruskan kalimatku.


"Tan, jawab jujur.


"Apa?!"


"Sebenarnya kamu kecewa apa karena mam kamu selingkuh sama papa dari cowok yang kamu cintai kan?!"

__ADS_1


Aku diam hanya menghela nafas.


Ragga D'Lory🥰🥰


__ADS_2