A Bond

A Bond
bab 3


__ADS_3

selamat membaca


semoga kita semua sehat selalu


*


*


*


Pagi ini aku memesan segelas kopi, memang ini satu-satu cara agar aku bisa bertahan hingga perkuliahan siang nanti karena hampir kurang tidur semalam karena penghuni kos kamar sebelah yang tidak tau aturan.


"Intan, tumben kamu pesan kopi?!" Nabila berjalan di sampingku menoreh heran, aku menghela nafas, menatap gelas kopi yang mengepulkan asap tidak mungkin aku menceritakan kejadian semalam bisa-bisa aku di olok-olok Nabila.


"Aku mengantuk", jawabku sambil meminum kopi pahit tersebut sedikit.


"Apa jauh dari orangtua membuat kamu belum terbiasa ya?!" tanya Nabila lagi yang aku jawab dengan anggukan kepala saja.


"Dasar manja!", aku meliriknya sebentar lalu mengerucutkan bibir.

__ADS_1


Aku dan Nabila berjalan beriringan menuju kampus, cafe tempat aku membeli kopi letaknya tepat di sebelah kampus kami memungkinkan para mahasiswa untuk datang ke cafe itu dan menghabiskan waktu sambil menunggu kuliah selanjutnya, meski pun di dalam area kampus bnyk kantin tapi tetap saja cafe tersebut sering ramai.


Aku dan Nabila masih mengobrol berjalan, tiba-tiba mataku bertatapan dengan mata seorang cowok yang kini juga sedang berjalan dengan temanya ke arahku, cukup lama kami bertatapan sebelum aku mengalihkan membuang muka lebih dulu saat kami sudah saling berhadapan di persimpangan. lagi pula apa yang harus aku lakukan selain mengacuhkan dan selain tidak kenal juga bukan?! apa harus menyapa menanyakan bagaimana acara semalam, menghabiskan berapa ronde?! akh..itu sangat tidak mungkin bukan karena kami tidak seakrab itu dan itu sangat mengelikan.


" Wow..wow..wow....dia lewat" bisik nabila di telingaku.


Aku menoleh.


"Siapa?" aku mengerutkan dahi.


"itu tuh yang memakai kemeja warna hitam tadi", melongokan kepala arah belakang sambil menyeringai tipis, aku penasaran bagaimana dia hebatnya dia di ranjang.


"Memangnya dia kenapa?!" tanyaku sedikit penasaran.


***


Lagu favoritku, "here's your perfect" mengalun merdu dari hp yang berada di sampingku, sesekali aku ikut komat Kamit menyanyikan lirik lagu tersebut sambil membaca buku pelajaran jurusanku "rekam medis". Siang udara di kampus sangat nyaman duduk di bawah pohon rimbun membuatku menghindari terik matahari dan rasakan sesekali embusan angin sepoi-sepoi memainkan rambut panjangku.


"Hai, kak nindi datang membawakan jus kesukaanku setelah menitip pesan saat tadi dia menanyakan tempat posisiku.

__ADS_1


"Terima kasih kak" ujarku sambil tersenyum menerima jusnya.


O iya, kalian masih ingatkan siapa nindi, nindi adalah tunangan geno abangku, dia calon kakak ipar ku yang the best banget untukku lho. aku dan nindi memang satu kampus tapi beda jurusan, dia kedokteran dan aku jurusan "rekam medis".


" Tadi aku ketemu dengan Nabila di jalan saat mau membeli jus, ku dengar dari Nabila, kamu minum kopi?! what wrong with you?! sehingga butuh caffein, kamu sangat jarang minum kopi. "why?! nindi bertanya.


Aku tersenyum sambil menyeruput jusku, "kak, kamu harus tau apa yang terjadi semalam di kamar kos sebelahku" jawabku.


So what happen with the last night?!"


Aku mengambil nafas, menatap kakak iparku. Jadi gini..........aku mulai menceritakan dari awal sampai akhir.


"Hebat ya kamu sampai ngelabrak kamarnya segala?! terus gimana apa mau pindahan kos aja?! aku dan abang kamu akan bantuin cariin kost lagi yang buat kamu nyaman ujar kak nindi.


Aku menggeleng, "Not yet".


"Why?!"


"Mungkin aku coba beberapa hari ke depannya siapa tau tidak akan ada lagi suara-suara aneh itu. lagian siapa yang kuat main kuda-kudan tiap malam ya nggak?! O iya kak, please..jangan bilangin sama abang ya kalau aku cerita kayak gini yang ada malah aku unyeng-unyeng dan di suruh pulang ke rumah.

__ADS_1


"Hmm..baiklah tapi janji ya kalau ada apa-apa langsung kabari kakak, Oke!!


Ragga D'Lory🥰🥰


__ADS_2